Bike To Work (Tipe A atau Tipe B?)

Pasti udah sering denger bike to work, komunitas orang-orang yang gemar bersepeda untuk berangkat kerja…alasan mereka bike to work macem-macem, dari yang pengen sehat karena bisa sekalian olah raga, dari yang rumahnya emang deket, pengen praktis aja karena naik mobil macet jalannya, atau karena peduli dengan kebersihan udara yang makin banyak polusinya, atau apapun alasannya, bahkan bisa juga bersepeda jadi salah satu gaya hidup…

Saya sudah beberapa bulan terakhir ini, bersepeda untuk ke kantor, karena rumah deket dan sekalian olahraga. Saking deketnya rumah, kadang sampe nyari jalan muter biar agak sedikit jauh…heheh…. Ternyata emang asyik yah, nyepeda tuh gak usah pusing mikir, bensinnya abislah, akinya tekorlah, karburator kotorlah…gak ada…paling juga betisnya yang jadi kenceng-kenceng…hahaha..

.

Kalo berangkat ato pulang kantor sering ketemu juga ama sesama pengendara sepeda menuju tempat aktivitas. Ada beberapa ciri yang hampir sama, sebut aja Tipe A :
– pake helm sepeda…pastinya harganya minimal 100ribu
– sepeda yang punya merek bagus…minimal Polygon…ato malah merek dari luar…
– pake backpack yang kemungkinan isinya notebook yang ringan, jadi gak kecapean bawanya kalo nyepeda
Intinya, sebenernya mereka-mereka ini bisa aja naik motor atau punya mobil untuk pergi ke mana-mana…tapi milih bersepeda dengan alasan mereka masing-masing. Sungguh beruntungnya mereka termasuk saya, karena bike to work merupakan suatu pilihan. Maksudnya kalo pas harus pergi dikejar waktu, bisa aja milih kendaraan yang lain…motor kek, mobil kek, naik taksi kek….pilihan yang bisa dijangkau, gampang didapet, bisa juga bayarnya…

Sebelum saya bermukim di rumah yang sekarang, saya sempat tinggal di rumah mertua indah… tepatnya di Jalan Paris km7. Waktu itu kalo ngantor jelas naik motor…jauh…ato kadang dianter…intinya tidak bersepeda…hehehe…. Kalo pas kebetulan berangkat mruput, alias pagi-pagi banget karena alasan tertentu (harus nyampe kantor earlier)….selalu bareng-bareng rombongan sepeda dari arah selatan ke utara… Tampilannya hampir sama semua, sebut aja Tipe B :
– pake topi / caping –> bukan helm bersepeda
– sepeda gak bermerk, kebanyakan sepeda onthel tua
– di boncengannya dijepit tas dengan bentuk gak jelas juga alat tukang2 –> bukan notebook
Mereka adalah tukang-tukang bangunan borongan yang kebanyakan berdomisili di Bantul dan dapet kerjaan di Kota a.ka. daerah utara… Waktu itu, saya cuma berpikir, ‘wah asyik juga…nyepeda bareng2 tiap hari…’

Setelah saya sering bersepeda ke kantor, saya jadi bisa membandingkan, antara saya yang bersepeda karena itu menjadi suatu pilihan, dengan mereka yang bersepeda bukan karena pilihan tapi karena keadaan…Gak ada kendaraan lain selain bersepeda. Tidak ada kata-kata capek, trus sepeda dilipet masukin ke mobil, ato berangkat naek taksi, ato milih naek motor…gak ada yg begituan…sepeda adalah satu-satunya pilihan..

Fiuh….beda banget deh antara Tipe A & B…
Melalui tulisan ini, kita patut angkat topi (tepatnya angkat helm) untuk mereka yang masuk Tipe B. Mungkin saja, mereka yang jadi inspirasi dibuatnya komunitas Bike To Work…who knows??

*pernah diposting juga di Facebook tgl 19 Januari 2009

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s