sekaten

buat yang gede di jogja ato solo, sekaten bukan hal yang asing. dulu jaman masih kecil, setiap ada sekaten pasti diajakin ma ortu ke sana…beli bolang-baling, ato arum manis, ato nonton pertunjukkan macem2…pokoknya unforgetable moment lah…tapi setelah gede kok kayak nggak tertarik ke sekaten yah? bingung juga mo ngapain di sana.

tapi beberapa tahun terkahir ini, tepatnya 2 tahun ini, mulai ‘ngeh’ lagi ke yang namanya sekaten. ini juga karena kerjaan aja…berhubung kerja di pemkot jogja…di protokol pula, mau gak mau terlibat di beberapa acara yang berkaitan ama sekaten. misalnya acara : pasang pathok, pembukaan sekaten, dan penutupan sekaten.

ternyata setelah gede, seharusnya emang perhatian bukan lagi di kulit luar sekaten, tapi apa sih sebenernya sekaten.. mata rada kebuka, ya baru tadi pagi. hari 1 muharam, tahun baru Hijriah, agenda pemkot jogja adalah ‘Pasang Pathok’…di alun-alun utara. setelah pasang pathok, rombongan walikota dll kembali ke kecamatan kraton untuk tasyakuran. di sana banyak banget ubo rampe hidangan. dari tumpeng, ayam, nasi gurih, dst…banyak bgt… yang pastinya kita anggap itu semua yah sekadar makanan aja..gak beda dengan makanan lainnya. dan semua makanan tadi bisa dimakan secara bersama-sama alias dhahar kembul…

Nah, tadi sebagai pembaca doa, ada seorang Mas Wedono dari Kraton yang kemudian menjelaskan makna ubo rampe tadi..misalnya : tumpeng yang mengerucut ke atas. perlambang pada ketuhanan. manusia cuma bisa berusaha, dan Allah yang menentukan. trus ada nasi gurih, teryata katanya diadopsi dari budaya timur tengah yaitu nasi kebuli/kabuli. maksudnya supaya doa-doa kita dikabulkan. karena bahan-bahannya berbeda…diadopsilah menjadi nasi kebuli versi jawa yang kita kenal sebagai Sego Gurih… trus ada juga kolak yang super manis, maksudnya agar kita selalu meminta fatwa hati nurani yang harus kita akui selalu jujur…

mas wedono tadi masih lanjut lagi, katanya ubo rampe yang banyak itu sebenernya bukan syarat tapi hanya sebagai perlambang saja. artinya semakin banyak hal yang ingin kita raih, semakin banyak pula persyaratan yang harus kita penuhi. Hm, betul juga…misalnya kalo kita pengen sukses yah..kita harus usaha, dibarengi sabar, dibarengi doa, dan sebagainya…. jadi ini yang sering salah kaprah…ubo rampe inilah yang selalu dianggap sesuatu yang wajib…tapi bukan esensinya yang dipahami….

terus…masih panjang ni… kenapa juga ubo rampe juga disediakan banyak. ternyata itu sebgai perlambang juga, bahwa ketika kita jadi orang sukses, jangan lupa kita berbagi dengan orang-orang yang terpinggirkan, termarjinalkan, orang yang gak mampu… kalo aku menerjemahkannya ya…berbagi…zakat… jadi kenapa banyak, ya karena supaya bisa bagi-bagi ama yang butuh…sekali lagi YANG BUTUH…. karena kalo kita sampe lupa dengan mereka, keberhasilan itu bisa jadi tidak berlangsung lama.

dan masih ada lagi, kenapa ubo rampe itu dimakan bersama-sama dengan wadah pincuk daun dengan takaran yang sama? jawabnya adalah kebersamaan dan berbagi. kesuksesan jangan membuat seseorang lupa kepada mereka-mereka yang telah membantu, mereka yang senantiasa mendoakan… dan dengan takaran yang sama, sebagai perlambang keadilan. walaupun dalam kehidupan, adil bukan berarti sama…tapi sesuai dengan kebutuhan. Sering nih, kalo ke orang yang lebih punya, kita selalu menyiapkan serba yang terbaik. sedangkan untuk mereka yang lebih butuh…cukup seadanya….hiks…iyaya..

.

jadi, sedikit yang bisa aku pahami dari begitu luasnya makna yang bisa diambil…bahwa sekaten itu selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi juga sebagi perlambang berbagi kebahagian kepada masyarakat luas, sarana silaturahmi…

hm..ditunggu aja, bentar lagi sekaten juga bakal mulai…selamat menikmati kenangan masa kecil juga…🙂

PS : tulisan ini sudah dipublish di facebook tgl. 29 Desember 2008

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s