Diam Sesaat

Sesaat jiwa terasa kosong
Hampa, tidak terisi
Hanya diam tak bersuara
Hanya gelap tak bercahaya

Tangan hanya terlipat
Seakan malas tiada upaya
Kaki hanya menggantung
Tiada keinginan untuk melangkah

Namun semua hanya sesaat
Diam sebentar, kembali bergerak
Semangat membuncah
Melangkah meniti kehidupan

NB :
Puisi ini saya buat ketika merasa ‘mati gaya’. Di rumah sendirian, gak bisa on-line… cuma bisa ditulis di hape. Ternyata melamun itu kadang-kadang menyegarkan. Setelah acara melamun selesai, jadi semangat lagi….!😀

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

14 thoughts on “Diam Sesaat”

  1. Itu lho daripada bengong, kardus waktu pindahan sudah dibuka semua apa belum?, terus nanam lombok di pot, nanam tomat , nanam sayuran dllkalu pingin cepet panen yaa nanm kacang bawang

    Like

  2. Sambil melamun mati gaya karena tak bisa on line, lebih baik bebenah merawat tanaman hias,memasak sayur,membersihkan bak mandi agar bebas DBD dan melupakan sejenak pekerjaan kantor. Atau menunggu tukang sayur ketoprak lewat bisa juga melakukan Self Healing Reiki agar tetap sehat bugar sehari-hari. Salam sehat untukmu ya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s