Senjata Sakti Mandraguna

Senjata dari masa ke masa selalu berganti. Jaman pra sejarah, mungkin senjata adalah batu atau tombak dalam bentuk sederhana. Kemudian jaman yang berikutnya, ada senjata tajam yang bahannya masih dari batu yang dibikin runcing. Selanjutnya dikembangkan senjata tajam dari bahan logam, akhirnya muncullah pisau, panah, dan sebagainya.

Senjata-senjata itu digunakan untuk membela diri, menyerang musuh, atau untuk berburu. Ketika kemajuan semakin dirasakan, dikenal bubuk mesiu yang jika dikembangkan menjadi berbagai senjata api seperti meriam, senapan, pistol, dan sebagainya.

Tidak cukup sampai di situ, sekarang ini heboh nuklir yang dikembangkan oleh beberapa negara, yang sering sekali memancing kekhawatiran negara-negara lain yang menurut peta aliansi, berada di pihak yang berbeda.

Tapi dari jaman pra sejarah, hingga jaman kapanpun ada senjata yang lebih pedih. Lebih dalam ketika menyayat. Apa itu? Yaitu mulut atau bibir yang berucap. Sehingga ada kata-kata ‘mulutmu harimaumu’, atau ‘lidah tak bertulang’. Menyatakan bahwa justru kata-kata yang terucap kadang jauh lebih kejam dari berbagai senjata yang telah ditemukan.


Postingan ini sebenernya lebih pada rasa gemas saya kepada diri saya sendiri. Yang sering lepas kontrol dalam berkata-kata. Yah, ini penilaian diri saya sendiri. Kok akhir-akhir ini, sering sekali mulut saya ini bawel dan tidak terkontrol kalo ngomong…. Entah sekadar becanda, ngomongin orang, atau ketika pas lagi marah… Masya Allah, astaghfirullah!!

Melalui tulisan ini, saya mohon maap yah, buat temen-temen yang mungkin ketika saya komen, posting di blog ternyata bikin bete ato sebel…maap kan sayah!!

Bibir yang berkata-kata, terkadang menjadi senjata paling sakti mandraguna.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

32 thoughts on “Senjata Sakti Mandraguna”

  1. iya, lidah memang senjata yang sangat pedih, yang sasaranya bisa ke siapa saja, makanya ada kata-kata seperti inilebih banyak orang yang mati karena terpeleset lidah, dibandingkan orang yang mati karena terpeleset karena licin!

    Like

  2. bener banget, kadang kita juga suka ngga sadar sih kalo udah nyakitin orang huff muluttt muluuttt, bisa jadi jahaat bgt ternyataa

    Like

  3. iya, An..aku mo hiatus seminggu nih. hiks….sedih deh gak bisa ke rumahmu. doakan ya…biar sehat dan selamat selama melancong. oleh2nya nanti di blog pelancong.

    Like

  4. cupliwiiiiiiiiiiiiitt.. bibir siapakah itu??mbak,,, aku mau hiatus,,, miss me okeh! coz i;m gonna miss u toobabay

    Like

  5. Memang emosi kyknya lebih cepet nyampe ke mulut drpada logika ya? Lain kali klo lg bete, mending ditulis aja di posting, mbak! Paling ga kalo terlalu pedes msh bisa didelete…

    Like

  6. Jangan sampai kamu termakan oleh ucapanmu sendiri!!Memang kita bisa berkelit dari dosa–dosa kita dengan lidah kita,,dengan lidah kita bisa membuat jurus andalan membuat musuh mati terkapar dengan kuping yang panas!!xixixixiSalam kenal neng,,kapan–kapan mampir yaa!!

    Like

  7. Bener mbak, yang seringkali repot tuh kalau sedang becanda ya ? Kadang saat becanda, seseorang bisa lepas kontrol dan malah tanpa sengaja kata-katanya bisa melukai orang lain. Padahal sebenarnya gak niat gitu lho…

    Like

  8. Memang lidah tak bertulang…Klo kira2nya bakalan ngucapin kata2 yg ga enak, langsung ngemut permen aja mabk..πŸ˜€

    Like

  9. kayanya senjata yang paling ampuh seumur hidup sampe mati terus hidup lagi ntu cm iman dan taqwa dah bu…. heheheheee… maaf klo so tau.btw ada award tuh bu ambil ya??

    Like

  10. klo setahuq yg kulihat dari berbagai blog yg ada komennya mba anna, blom ada yg nyakitin hati.Tulus n damai pokoke jogja banget dah!!

    Like

  11. saya mohon maap yah, buat temen-temen yang mungkin ketika saya komen, posting di blog ternyata bikin bete ato sebel…maap kan sayah!!= lo kalao komen kan engga pakai mulut atau dengan perkataan. tapi pakai jari atau tulisan hehe =kita hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan khilaf. baik dalam gerak maupun tutur kata. jalan terbaik adalah minta maaf, meski sebagian orang sulit melakukannya

    Like

  12. let me know kl ud nemu cara yg paling efektif buat nahan, mba.. i have the same problem. pff.. astaghfirullah..

    Like

  13. wehehhehehhe masih jadi yang pertamaxxoke deh ngomeng duluhmmm perkataan yang keluar kadang suka gak kontrol mbak. setiap orang bisa memiliki penilaian yang berbeda ama pa yg kita omongindisinilah kita harus menggunakan perasaankadang udah trlanjur kelepasan bicaraminta maaf, ikhlas memaafkanitu obat agar hati seseorang itu bisa sembuh karena luka dari omongan kitagitu deh menurut sayaoke……. pose lagiiiiiii*ceklik*

    Like

  14. wuiiiiihhh pertamaxxxxxayooo pose yang benr oke oke siappppp*ceklik* waduh kok gak senyum sihlagi lagi siapppppp satu dua tiga*ceklik*oke ntar balik lagi ehehehh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s