seorang Anna yang lain

“Sate kerang, Mbak Anna.. atau gudeg kepala?”

Suara itu sering saya denger dan menyapa saya, terutama jam-jam 12 siang, atau sore ketika sudah hampir jam pulang tiba. Ya, itu suara seorang penjual makanan, yang secara kebetulan juga bernama Anna.

Usianya sekitar 45 tahun, tapi terliat lebih tua dari usianya. Hampir tiap hari selalu menyambangi ruangan kantor saya. Mbak Anna selalu hadir dengan tas plastiknya yang banyak itu, berkantung-kantung makanan dia bawa dengan sepeda motornya.

Menawarkan segala macam makanan. Dari gudeg pincukan, sate ayam, pisang, sampe berbagai jajanan pasar. Hm, dia jadi ‘malaikat penyelamat’ ketika saya dan teman-teman kelaparan🙂 Atau terkadang dia juga membawa berbagai macam barang yang bisa dia jual.

Nggak pernah menyangka, ternyata mbak Anna adalah seorang Sarjana Ekonomi, UGM lagi.. namun tidak ada tempat baginya di perkantoran atau pekerjaan yang di mata umum dianggap layak untuk seorang sarjana ekonomi.

Saya kagum kepada Mbak Anna. Walaupun seorang sarjana, ia tidak merasa malu dan gengsi untuk bekerja seperti itu. Padahal di luar sana, banyak sekali sarjana-sarjana yang ‘memilih’ menganggur daripada harus bekerja seperti Mbak Anna. Baginya, tidak ada pekerjaan yang perlu dihindari, yang penting halal.

Saya malu kepada Mbak Anna. Di kerasnya kehidupan dia masih bisa tertawa dan tersenyum. Dia menghidupi dua orang anak, yang sulung udah kuliah, yang bungsu kelas 1 SMP.  Sedangkan saya, di tengah kelonggaran dan kemudahan, seringkali mengeluh hanya karena hal-hal kecil semata.

Seharusnya saya lebih mensyukuri dengan apapun yang saya punya..

Ah mbak Anna, semoga dirimu sehat selalu ya.. semoga Anna yang ini, bisa mencontoh semangat dan keberanianmu dalam menjalani hidup.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

43 thoughts on “seorang Anna yang lain”

  1. Saya membaca dua tiga kali Mbak Anna F …
    Merasa tidak percaya pada kenyataan yang ada seperti ini …
    SE- UGM …
    Tanpa mengecilkan arti berjualan penganan … tapi saya pikir seharusnya Anna SE ini bisa mendapatkan yang lebih baik …

    However …
    Apapun itu … saya percaya Anna SE tetap bisa survive dengan baik …
    (buktinya anaknya sudah kuliah bukan ?)

    Salam saya Mbak Anna
    Salam saya Anna SE … maju terus … tetap semangat !!!
    .-= nh18´s last blog ..HC ANDERSEN =-.

    Like

    1. hm, iyah Om… saya ketika tau pertama kali mbak Anna ini ternyata SE UGM… sempat speechless.. trus, gak terima dengan kenyataan ini.

      kok bisa sih?
      tapi begitulah hidup Om..makanya kita harus bisa mensyukuri apapun… apapun sekali lagi, yang ada pada hidup kita.
      🙂

      Like

  2. Dunia ini begitu luas dan banyak tempat untuk mengais rejeki yang telah disediakan Allah untuk manusia.
    Kadang saya berpikir betapa banyak orang yang bersusah payah, bekerja keras untuk menghidupi diri dan keluarganya dengan penghasilan yang tidak tetap. Sementara saya atau kita barangkali, begitu enak dengan penghasilan tetap bahkan mungkin naik gaji dalam waktu tertentu.
    Jika melihat itu semua, mestinya kita selalu bersyukur atas karunia Allah apapun dan dimanapun kita berada.
    .-= HALAMAN PUTIH´s last blog ..Toilet Pria Dan Wanita =-.

    Like

    1. iya mas,
      ternyata kata2 bersyukur, harus selalu diulang untuk mengingatkan diri kita sendiri maupun orang lain.

      karena kita hanya manusia biasa yang sering lupa, harus sering diingatkan. betapa keadaan kita jauh lebih baik dari banyak orang.

      Like

  3. Mungkin figur bu anna yang di contohkan pada cerita di atas, patut di teladani. Karena hakekat rasa malu bukan di hadapan manusia, tapi harus di dasarkan kepada rasa malu di hadapan TUHAN…..lebih baik gengsi dan malu berbuat dosa, dari pada gengsi menjadi pedagang kaki lima….Like this…
    .-= dika´s last blog ..Lukman dan Anaknya =-.

    Like

    1. terima kasih dika…

      betul banget, rasa malu harus didasarkan pada Tuhan.
      bahwa malu kalo didasarkan pada standar manusia, wah… nggak bakala cocok. contohnya byk yang gak malu korupsi..

      Like

  4. Aku pikir, Anna yang telah merawi tulisan ini juga sangat istimewa, karena dia telah berhasil memaknai kehadiran seseorang dengan begitu baiknya.

    Ibu Anna mungkin menjadi contoh buatmu, Na.
    Tapi kamupun telah menjadi contoh buat orang lain, tanpa kamu sadari.

    Mau taruhan?
    .. dosa La! hehehehehe…🙂

    Like

    1. 🙂

      makasih La.. semoga emang begitu adanya.
      Anna yang ini juga masih terus belajar biar bisa jadi “sarjana kehidupan”
      agar ketika masanya ‘lulus’… bisa dapet nilai yang baik🙂

      Like

  5. salut untuk ibu ana, yang pantang menyerah dalam mengarungi roda kehidupan yang penuh misteri… semoga semakin berkembang usahanya

    Like

  6. hidup sebenarnya mudah bila kita mau menjalani apa adanya,bukan ada apanya. gara2 harus kerja kantoran malah gak kerja2 bertahun2,atau gara2 harus kerja jadi pegawai negeri rela nganggur 6 tahun.

    kedua kasus ini nyata na ,ada disekitar kita.

    makanya om mario teguh bilang : kalo nganggur sebulan sampai 2 bulan bahkan beberapa bulan itu masih tergolong wajar,tapi kalo menganggur sampai tahunan ,itu sih malas gak punya tanggung jawab.

    apalagi kalo yg nganggur itu suami,naudzubillah min zalik
    .-= didot´s last blog ..Salah kaprah dalam bahasa indonesia sehari-hari =-.

    Like

    1. yoi dot..
      nyata banget kejadian yang kamu sebutin.
      aku juga gak jarang liat di sekitarku kok.
      sayang sekali dengan potensi yang sebenernya mereka punya,
      tapi secara tidak sadar mereka pelan-pelan memadamkan potensi itu.. dengan harus jadi pegawai kantoran, atau PNS, ato apalah…

      Like

  7. salut deh buat orang2 yang ga gengsian kaya mbak anna’nya mba anna itu.. urusan rezeki kan udah ada yg ngatur, walopun jalannya ga sesuai yg diharapkan..
    wah, menyemangati saya juga nih.. klo mau jadi org sukses emang ga boleh gengsian.

    Like

  8. dunia ini keras, namun jika kita haddapi dengan sikap pendirian yang keras pula maka dunia akan takluk

    saya suka pepatah ini:

    “pekerjaan boleh susah, tapi hidup jangan dibuat susah”

    tersenyumlah dalam kondisi apapun

    ahaiii…!
    Abu Ghalib sok nulis kata2 bijak🙂

    salam buat mba anna dan pelanggannya yg juga bernama anna

    Like

    1. bagus tuh kata-katanya mas Abu..
      “pekerjaan boleh susah, tapi hidup jangan dibuat susah”

      bahwa hiudp ini punya banyak tantangan, yang tidak mudah dilalui, tapi bukan berarti hidup kita sedih dan susah terus. tetep semangat dan tersenyum menghadapinya🙂

      Like

    1. bener banget mas Sugeng. terkadang kita sering merasa jadi ‘orang paling merana sedunia’… (lebay deh)
      tapi dengan melihat kehidupan orang lain, kita jadi berkaca, betapa beruntungnya kita

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s