Me and The Blings

The Blings? Yah.. kedipan-kedipan dari kehidupan seorang Lala Purwono yang telah dibukukan. Yups, The Blings of My Life. Finally, saya punya satu..🙂

Buku itu udah seminggu berada bersama saya. Sempat bikin males online, sempat bikin suami saya cuekin, (semua gara-gara kamu La..hihihi). Jadi kalo suami mo protes, dia tau ke mana somasi harus dilayangkan.. hehe.

Dari sekumpulan cerita-cerita Lala, ternyata banyak peristiwa yang juga saya lalui, mungkin sebagian orang juga. Tapi yang membuat menarik adalah bagaimana peristiwa-peristiwa itu diceritakan kembali, bagaimana mengambil sebuah pelajaran dari every single thing dari kehidupan kita masing-masing.

Seperti prakata dalam buku itu, Life is about Learning.

Dan dari banyak tulisan itu, saya pun punya beberapa yang menjadi favorit saya. Di antaranya adalah “Just Belive. Period.”

Ketika seorang teman Lala, still yakin tentang suatu harapan yang belum tau kapan akan terwujud. Tapi dia optimis, bahwa harapan itu akan dikabulkan oleh Tuhan. Jika sesuatu itu baik, tidak merugikan, dan kita berusaha dan berdoa untuk harapan itu, maka sooner or later, bakalan terjadi.

Hm, saya pun juga punya keinginan  yang belum terwujud. Terkadang merasa gak sabar. Yah, tapi saya harus yakin dan terus berusaha plus berdoa. Cepat atau lambat, kalo menurut Allah baik untuk saya, pasti akan terkabul.

Atau cerita tentang bagaimana Lala pengen dilamar? Yang ditulis dalam “Jika suatu hari nanti saya dilamar”. Yah, ternyata se-romantis atau se-sederhana apapun peristiwa ‘melamar’ yang penting adalah dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. Ada ‘anggukan kepala’ atau kata ‘ya’. Romantis dan mahal, tapi ketika jawabnya ‘tidak’, hm… sama aja bohong.

Tulisan itu secara otomatis membuat tombol search dalam otak saya tertekan. Mencari file tentang bagaimana saya dilamar dulu. Perlu beberapa saat untuk mencari..

Dan hasilnya? Not found.

Not Found? Search sekali lagi. Hasilnya sama.. not found.

Oh iya ya.. Saya kan memang tidak pernah dilamar! Karena sayalah yang berinisiatif mengajak pacar saya untuk menikahi saya.. Tidak ada kata ‘will you marry me‘ atau ‘sayang, nikah yuk’.😆

Wow, ternyata saya senekad itu ya? Yah, itulah resiko menjadi pacar saya saat itu. Karena sejak awal sudah ada label di jidat saya “tidak butuh pacar, tapi calon suami”. Udah bosen pacaran.

So, take it or leave it. Dan alhamdulillah dia berani mengambil tantangan itu.. dan hampir 5 tahun ini menjadi suami tercinta.. *melirik suami dengan sok mesra yang serius liat berita Gayus bersambut*

Yang jelas, tidak akan ada habisnya saya bercerita tentang buku The Blings of My Life, karya seorang Lala Purwono. Membaca buku ini, seperti halnya saya berkaca pada kehidupan saya sendiri. Membuat saya kembali melihat bahwa ternyata banyak pelajaran dari hal-hal sederhana yang tiap hari kita temui.

So, get one! Kamu akan temukan kedipan-kedipan itu juga ada dalam hidupmu kawan..🙂

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

35 thoughts on “Me and The Blings”

  1. ha … ha … ha …. mirip cerita saya juga. Memang saya yang “nembak” tapi dalam kondisi “pintu” sudah terbuka. Saya bahkan baru “pacaran” setelah resmi dan ga bakalan digerebek saat berdua di kamar.

    Like

  2. Nahh..sekarang kapan Anna bikin buku?
    Kadang, cerita sehari-haripun bila pandai menulis bisa diceritakan kembali dengan indah…
    Bahkan kita menyukai karena merasa ikut didalamnya…
    .-= edratna´s last blog ..Desainer =-.

    Like

  3. gua suka ngebaca blog nya lala.. tapi belum baca bukunya… bagus ya.. ntar kudu nitip dah.. hehe🙂

    cewek yang ngajak cowoknya married… bagus tuh! soalnya emang gak semua harus dimulai dari cowoknya kan ya…😀
    .-= arman´s last blog ..Paskah: Dulu Vs. Sekarang =-.

    Like

  4. hahaha… sama nih na,saya juga lagi berusaha melalap buku yg udah datang sejak beberapa hari lalu itu,tulisannya ringan2 sih,bener tipikal wanita modern jaman sekarang di kota besar ya? ala2 si carrie bradshaw itu (padahal gak pernah ngikutin hehehe😀 )

    anyway salut buat anna yg berani melangkah menantang maut eh menantang suami kala itu untuk menikah… kalo menurut saya yg gak ada kisahnya menurut kamu itu na,justru itu kisah yg luar biasa tau,karena jarang2 kan wanita yg nantangin nikah hihihi…
    .-= didot´s last blog ..Prioritas hidup =-.

    Like

    1. hehehe…
      iya sih, tapi emang dari awwal kan aku udah bilang ke pacarku .. niatnya apa? kalo cuma pacaran, mendingan out dari sekarang aja… *galak bener…*

      kalo niatnya mo nikah, hayuuuk…

      Like

  5. Saya kenal penulis The Blings Of My Life … !!!

    (aahhh Trainer sok kenal sok deket niiihhh …)

    Lho ndak percaya ?
    Check aja halaman persembahannya !!!

    hahahaha

    Yes indeed ini buku yang bagus …
    Kumpulan tulisan pendek … cerita tentang keseharian seorang Lala Poerwono

    Salam saya Mbak Anna
    .-= nh18´s last blog ..ELEGANT NARCISM =-.

    Like

  6. Bukunya sepertinya keren. Kudu dibeli nih.
    Hal-hal sederhana dalam hidup yang kita jalani pastinya ada sebuah pelajaran berharga disana. Tapi sayang seribu sayang, nggak semua orang bisa menangkap pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang dilalui…

    Lam kenal

    Like

  7. Hidup adalah tentang keputusan demi keputusan…
    dan mbak anna telah memulainya dalam kesungguhan niat dan kemantapan hati (nekat) untuk sebuah keputusan yang tepat.

    Grab your chance, face your challenge, and keep Spirit on you…!!!!..hehehehe🙂
    .-= Dika´s last blog ..Secara Utuh =-.

    Like

      1. iye mbak, keputusan itu intinya 2, “iya ” atau “nggak”…
        jangan sampai keputusan itu jawabannya ambigu it’s mean
        “iya seng nggak-nggak”.hehehehe🙂
        .-= Dika´s last blog ..Secara Utuh =-.

        Like

  8. ayayay…..aku kenal jeunglala dari buku ituw….
    tadinya blm pernah blogwalking ke ‘rumah’ dia..
    habis beli buku itu, jadi ‘kenal’ deh ma si jeung….
    yups…cerita ttg dilamar juga jd cerita favorit….
    buku kedua udah terbit, tapi belum keliatan ni…….mana jeung???
    .-= yustha tt´s last blog ..kenapa bukan aku? =-.

    Like

  9. saya setuju dengan kalimat ini “Just Belive. Period”
    tugas manusia adalah berusaha, berdoa, tawakkal dan yakin bahwa Allah Swt akan memberikan yang terbaik.

    omong2 soal lamaran
    ahaiii…saya kok jadi geli sendiri kalo teringat masa itu😀
    .-= Abu Ghalib´s last blog ..Take It Easy =-.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s