Yogyakarta (tetap) Berhati Nyaman

Melaporkan langsung dari Jogja, keadaan Jogja baik-baik saja..🙂

Ya ya ya.. Merapi emang jadi headline news di media. Hanya saja, nampaknya pemberitaan jadi rada berlebihan.. orang yang nggak tau Jogja.. bisa menyangka bahwa seluruh propinsi ini semuanya ngungsi kali ya..:mrgreen: Padahal kan nggak juga. Roda kehidupan masyarakat di Jogja tetap berjalan normal kok.

Kawasan Nol Kilometer
Kawasan Nol Kilometer

Kemaren di kantor, saya dan temen2 seruangan sempat ngebahas tentang kondisi Jogja dalam pemberitaan di media massa. Emang bener.. ada yang harus mengungsi.. yaa karena mereka tinggal di lereng Merapi yang jaraknya emang deket ama Merapi.. tapi kalo yang jauuuh ya gapapa..

Intinya, kondisi Jogja nggak sedramatis di TV *bukan TV-nya bunda Tuti lho yaa*. Kalopun di TV sempat dikabarkan terjadi kepanikan warga Jogja.. itu karena ada informasi-informasi yang nggak bener alias menyesatkan. Contohnya aja ni.. waktu hujan abu kemaren.. ada info ngawur kalo awan panas sampe Jalan Kaliurang. Yaah.. jelas aja mereka yang tinggal di daerah itu langsung pada turun semua dengan kepanikan yang sangat. Padahal.. wilayah mereka adalah radius aman. Cukup berlindung di dalam rumah dan kenakan masker.

Informasi ngawur semakin menjadi ketika di-blow up oleh salah satu TV swasta. Belum juga dikonfirm kebenarannya.. eh malah dikabarkan😕 Nggak cuman bikin panik yang di Jogja, tapi semua yang nonton TV.. khawatir dengan sodara, teman yang tinggal di Jogja. Padahal kenyataannya.. Jogja tetap baik-baik saja🙂

Kalopun info itu bener, yaa mana bisa reporter itu koar-koar di TV.. aneeeh….😆

Sebenernya yah.. isu-isu menyesatkan biasa beredar ketika terjadi bencana. Contohnya aja ketika gempa di Bantul, Jogja 2006 lalu. Sempat beredar adanya tsunami menerjang. Semua warga lari ke wilayah utara.. bahkan sampe naik ke gunung… ya karena panik, logika nggak dipake. Jogja kan bukan daratan rendah.. Akhirnya kepanikan berhenti ketika dari aparat keliling ngasih tau kalo itu cuma isu belaka.

Artinya, media gak boleh sembarangan mengabarkan sesuatu dong.. dicek dulu kebenarannya. Kan bisa bikin kondisi makin nggak ngenakin toh..

Jadi teman-temanku yang tercinta.. gak perlu khawatir dengan kondisi di Jogja. Kalopun aktivitas Merapi masih saja berlanjut.. radiusnya terbatas. Jogja aman kok, nyatanya kunjungan kerja dari daerah lain ke Pemerintah Kota Yogyakarta tetep berjalan.. pelayanan tetep lancar.. Yogyakarta tetap Berhati Nyaman🙂

*foto milik pribadi.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

47 thoughts on “Yogyakarta (tetap) Berhati Nyaman”

  1. Setahuku kemaren dari salah satu LSM ada yang menyurati KPI atas penyiaran2 media yang selama ini terlalu menggembar-gemborkan suasana menjadi panas tersebut untuk melakukan evaluasi kerja.karena penyiaran mereka tuh sudah keterlaluan dan malahan membuat panik para warga.

    Like

  2. iya bener banget,terlalu lebay..
    secara aku punya sodara wong jowo semua,tambah khawatir setelah nonton tayangan TV,
    nyatanya alhamdulillah mereka juga aman2 aja yang ada di yogya..boyolali,magelang,solo dan sekitarnya ..

    Like

  3. mediaaa ……..
    malah pake telpon2 penduduk bandung yg bilang bandung juga kena abu, nggak tau beneran abu merapi atau bukan,
    aku malah lebih suka nonton berita TV lain bukan TV merah atau biru itu

    hm..
    iya sih, denger juga berita itu..
    cuman beneran ga sih?

    soal TV, mendingan saya gak nonton deh mbak..
    saya ikutin berita di internet aja

    Like

  4. Iyaaaaooooo
    bener banget..
    pemberitaan di media tuch lebay banget..
    segala sesuatu di blow up..
    aku paling sebel kalau segala sesuatu di kaitkan dengan mistis..
    ada yang bilang gini…
    tsunami 26 desember
    tasikmalaya 26 juli
    jogya 26 oktober..
    kiamat pasti tanggal 26
    he…he..he..he
    kacau emang kan..
    mana ada kaya gitu..

    Like

  5. Alhamdulillah ternyata itu hanya isu belaka. Tidak mungkin awan panas bisa sampai ke kaliurang dan dirasakan oleh warga. Itu reporter geblek bilang sudah merasakan awan panas, awan panas itu 600 derajat, kok masih bisa melaporkan dari lokasi ?

    Like

  6. Alhamdulillah, ternyata media2 ini memang suka melebih2kan pemberitaan agar naik ratingnya, tanpa memikirkan lagi akibat yg ditimbulkan oleh pemberitaan mereka.
    kok kesannya jadi nyebelin gituh ya Mbak Anna, meraih rating diatas penderitaan orang lain, hugh ….😦

    Semoga situasi di Yogja makin baik,
    dan saudara2 kita yg tertimpa musibah diberikan kesabaran,amin
    salam

    Like

  7. Nah, memang banyak banget yang mengeluhkan tentang reportase yang heboh2 gitu. Aku sendiri setelah berhasil menghubungi keluarga terus kontak dgn mereka. pasti infonya bener deh, nggak lebay seperti TVO*e itu.. aku juga menyesalkan reporter Metr*TV yang tega mewawancari korban yang lagi shock dan sesenggukan… gemes deh…

    Disayangkan, reporter yang nggak ngerti JOgja itu memberi info yang nggak akurat, jadi yang ngerti Jogja hanya bisa getem-getem…*banting remote hihihi…

    Syukur keluarga di Muntilan dan Jogja aman selamat..

    Like

  8. kita lebih mudah percaya pada info yg ngawur dan menyesatkan ketimbang kepada info yang benar-benar dapat diandalkan…yach itulah orang indonesia pd umumnya..
    bukan dijogja aja, kemaren waktu gunung sinabung meletus, juga banyak info yang menyesatkan…tergantung kitalah menilainya…

    Like

  9. Iya Mbak, kadang ndak enak juga melihat sesuatu yang terlalu dibuat-buat seperti itu, hi hi…, makanya saya malas nonton stasiun televisi yang satu itu🙂.

    Kemarin hujan, tapi daerah UGM juga masih berdebu sampai sekarang.

    Like

  10. Mungkin bagi mereka bagaimana bisa menjual kejadian dan bisa menjadikan uang. Malah ada laporan (wartawan) yang nyuruh sang saksi (orang yang di shooting) untuk mendramatisir kejadian biar bsa memilukan hati penonton ya😈
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    hehe..
    iya kalo sampe bayaran begitu.. berarti beritanya nggak murni yaa..
    diatur sedemikian rupa..

    Like

  11. Media kan membuat laris berita, yang penting kita semua berdoa semoga semuanya cepat berlalu, sehingga keindahan tetap terjaga ( fisik maupun non fisik )

    amin.. semoga segera berlalu..
    makasih Bli..

    Like

  12. Selamat sore, Sahabat …
    Apa kabar? Semoga tetap berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa … Amin

    Denuzz mau kasih kabar nih, Burung Hantu udah pindah sarang …
    Datang berkunjung ya, Sahabat …

    Semoga persahabatan kita tiada lekang oleh waktu dan tiada terbatas oleh ruang

    kabar baik ..
    meluncur ke TKP

    Like

  13. semoga kawan-kawan media baca tulisan ini.🙂

    🙂 ya ini hanya opini aja..
    smoga bisa jadi masukan buat temen2 media

    dan semoga yogya dan sekitarnya kembali aman, tentram dan damai.

    amin.. thanks Den

    Like

  14. Memang ya An, pemberitaan di media itu suka lebay, kan selain cari berita mereka butuh rating An, jadi ya maklum deh..🙂

    rating menjadi hal yang sangat penting untuk media
    namun ada yang lebih penting, yaitu memberikan informasi yang tepat dan valid kepada masyarakat.

    mudah2an Jogja selalu Nyaman dan Aman2 saja…🙂

    amin ya robbal alamin

    Like

  15. Kalo ndak lebay bukan media namanya …
    (hehehe … maap … )
    (ini hanya untuk sebagian media saja kok …)

    iya Om.. saya juga gak gebyah uyah kok..
    tetep ada media yang memberitakan secara proporsional.

    Yang jelas …
    Syukurlah Yogyakarta aman-aman saja …
    Semoga mereka yang mengungsi diberikan kekuatan dan ketabahan …

    Salam saya Mbak Anna

    amin.. makasih Om

    Like

  16. Haiii Mba Ana, makasih ya udah sudi berkunjung ke blog saya, senang bisa berkenalan dengan mba🙂

    sama2 mbak anny🙂

    Oh ya setuju dengan pendapat mba, bahwa media harus mengeluarkan info sesuai fakta dan tidak suka melebihkan atau mengurangkan berita yg sebenarnya agar tidak terjadi kerancuan pendapat

    betul banget, media kan bertugas menyampaikan berita sesuai fakta.. kalo dibumbui.. apa bedanya dengan gosip .. hehe

    Like

  17. Setuju, Mbak… Saat ini media sudah (hampir) tidak dapat dipercaya lagi. Berita yang disajikan seringkali sudah menjadi ‘titipan’ pihak2 tertentu, dan bersifat provokatif. Kalau saya mencermati, melihat berita terlalu banyak juga tidak bagus buat mental kita. Terlalu hiperbolis, provokatif, dan menonjolkan anarkisme.

    semakin heboh semakin tinggi rating tuh..🙂
    jadi, kita sebagai audience harus pinter memilih dan memilah mana yang bener mana yang nggak

    Like

  18. Setuju, Jeng Anna. Saya menerima sms dari teman-teman yang jauh dari Yogya, pada menanyakan kondisi kota Yogya. Mereka mengira Yogya dalam kondisi gawat darurat …

    Waktu hujan abu kemarin memang terasa kalau kita (penduduk Yogya) dekat dengan Merapi, tapi hujan abu itu juga cuma sebentar. Tidak sampai mengganggu aktivitas warga. Hari Sabtu pas hujan abu, UII malah melaksanakan wisuda di Kampus Terpadu, yang terletak di Jl. Kaliurang Km 14,5. Alhamdulillah berjalan lancar …

    ini jadi bukti bunda..
    bahwa Jogja aman🙂

    Ayo kita sebarkan informasi bahwa Yogya baik-baik saja, tanpa mengabaikan saudara-saudara kita dari lereng Merapi yang mengungsi tentu saja.

    iya, makanya.. sengaja bikin postingan ini. Sedih aja berita yang berkembang gak sesuai dengan kenyataan

    Wah …. terima kasih TV saya disebut-sebut di sini. Tersanjung deh …🙂

    hehe.. abis kalo nulis TV langsung keinget blog bunda🙂

    Like

  19. saya juga sering ditanya atau ditelp saudara2 atau temen
    ya saya anggap bahwa itu bentuk kekhawatiran dan perhatian mereka. Meamang berita di TV kadang dibuat supaya terkesan dramatis sampai reporternya sengaja nggak pakai penutuip kepala biar bilang ini lho aku juga kena abu.

    hehe…
    akibat pemberitan yang terlalu berlebihan kan mas?
    jadinya keluarga, kenalan yang tidak di Jogja jadi khawatir.

    Pas gempa dulu saya juga didorong2 sama tetangga untuk lari menghindari tsunami, logika saya nggak mungkin lah kan terlalu jauh. Terus radio yang ada di mobil saya setel keras2 biar orang tahu info yang sebenarnya (waktu itu listrik padam)

    dalam kondisi panik gampang sekali orang termakan isu

    alhamdulillah saat itu saya juga gak kemakan issue.
    waktu itu, begitu ada gempa.. saya langsung ke rumah orang tua (wilayah utara). cuma pengen liat kondisi aja.
    eee lha kok setelah nyampe baru denger itu isu tsunami. hebooh

    Like

  20. Betul….
    Jogja selatan aman…
    Memang lereng merapi berstatus awas..
    Tapi ke selatan puji Tuhan gk sdahsyat yg dikabarkan..
    Saya tinggal di Jl. Kaliurang Km.8, itu pun masih dlm radius aman.
    UII berada di Jl. Kaliurang Km 14 (mendekati merapi), juga masih dalam kawasan aman, prosesi wisuda hari Sabtu kemarin berjalan lancar…
    Hari Sabtu kemarin memang hujan abu sampai mana-mana, tapi tidak membuat panik, cukup diam di rumah atau mengenakan masker jika bepergian, khususnya bagi balita dan anak2…

    wah.. di sana pasti abunya tebel ya T..
    tapi syukur kalo gpp. Karena emang berada di radius aman.
    seharusnya media juga harus mengabarkan yang sesungguhnya.. jangan cuma ngemeng soal hujan Abunya doang. tapi kenyataan bahwa abunya tidak menghalangi aktivitas masyarakat Jogja pada umumnya.

    Kantor Senin kemarin kerja bakti membersihkan abu, yg kerja bakti petugas lapangan, sy nggak ikut😀
    Semoga merapi segera sembuh dari sakitnya. Amin.

    kantor juga berdebu nih.. tapi saya juga gak ikutan kerja bakti.. hehe

    Like

  21. setuju mba anna.. gara2 TV**E memberitakan kalo kemaren wedhus gembel menuju boyolali, klaten sama CONDONGCATUR, keluarga yang diluar kota panik. Bisa dibayangkan to melompati berapa kecamatan aja. Ngawur tenan😦

    haaa condong catur?
    gila tuh reporter nya..
    padahal paling juga dia nggak ngerti condong catur itu mana..
    asal ngemeng aja tuh..

    Like

  22. Ane juga sependapat dengan-mu kawan, sepertinya perlu adanya warning buat media2 tsb.
    Cb mereka suruh nyari sumber data yg falid sebelum diberitakan,cek aja sekarang disetiap posko pengungsi bantuan begitu berjubelnya bahkan sampai ga ada tempat untuk menyimpannya. (semoga saja bantuan tsb segera didistribusikan ke warga ya…:))

    Biar para aparat kita tidak hanya sibuk mencatat bantuan dari donatur, tp harusnya juga diiringi kesibukan mereka untuk bisa menyalurkan bantuan tersebut dengan amanah.

    So kalo masih ada media yg menyampaikan bahwa para pengungsi merapi kekurangan bantuan.. NON SEN..!! Ane siap untuk berkeliling dengan reporter tsb ke setiap posko..

    Hayuu Berani Ga..!!

    hehehe… mantap!!
    intinya media itu punya tanggung jawab memberikan informasi yang jelas dan valid.
    karena media punya kekuatan yang sangat besar.. yaitu membuat opini publik.
    makanya harus hati2 bener dalam mempublikasikan suatu berita..

    Like

  23. yuuukkk..setuju An, emg klo liat di tv kayaknya serem. Padahal ga gitu2 amat. Masyarakat jogja kan tangguh2, liat aja tu, pddk Merapi, malamnya di posko, siangnya maksa balik ke rumah untuk aktivitas spt biasa.

    halo An🙂
    makanya.. kalo orang luar Jogja, yang nggak ngerti Jogja kan bisa nyangka yang nggak.. dikiranya seJogja ini gunung kali.. hehe
    padahal kan aktivitas Jogja tetep seperti biasa.

    Like

  24. hehe biasa lah media emang suka mem blow up berita ya…
    apalagi stasiun TV yang itu emang belakangan suka bikin orang marah kayaknay ya… hahaha. itu stasiun TV baru ya? rasanya 3 th yang lalu belum ada ya…

    mereka ngeblow up berita untuk dapet rating bagus kali yaa.. :)adi TV O*e
    dan emang TV itu bisa dibilang lama tapi baru.. dulu nya udah ada.. tapi re-branding gitu.. ganti nama..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s