Pemuda dan Selebarannya..

Di pertigaan Janti, ketika berhenti karena lampu merah, kaca mobil diketuk seorang pemuda. Awalnya saya kira dia peminta-minta, yang emang sekarang ini banyak pemuda masih sehat dan lengkap, tapi memilih jadi peminta-minta.

Tapi rupanya dia bukan salah satu dari mereka, tapi menyelipkan sebuah selebaran (flyer) kecil di kaca yang saya turunkan sedikit saja. Saya kembali berprasangka, ah.. paling juga selebaran iklan. Paling sering obat pengatur berat badan. Mau kurus gemuk, tinggal pilih…

Tapi rupanya, bukan juga.. bukan selebaran iklan. Dua kali berprasangka, dua kali saya salah.

Ya, selebaran itu ternyata memuat kutipan-kutipan bernada optimis dengan foto yang memperjelas arti dari kutipan-kutipan itu. Dan benar, setelah membaca dan melihat gambar2 nya, saya pun tersenyum. Ada energi positif yang saya rasakan.. optimis dan bersemangat..

Sayang rasanya kalo energi positif itu hanya berhenti di dashboard mobil saya, makanya saya pengen berbagi selebaran itu kepada temen-temen semua… Tidak perlu saya jelaskan 1 per 1 kutipannya.. cukup baca sendiri dan pahami๐Ÿ™‚ ini dia…

selebaran versi utuh
Kutipan #1
Kutipan #2
Kutipan #3
Kutipan #4
Kutipan #5
Kutipan #6
Kutipan #7
Kutipan #8

Tunggu dulu, mungkin ada yang bertanya, jangan-jangan selebaran ini dari orang yang mau nyaleg atau nyalon jadi Bupati ato Walikota.. eh bukan lho.. selebarannya bersih dari embel-embel itu…

Dan saya pun merasa beruntung lewat pertigaan Janti sore itu..๐Ÿ™‚

PS. Siapapun penggagas dan pembuat selebaran / flyer itu, terima kasih ya.. Dan buat sobat blogger, kutipan mana yang paling kamu suka?๐Ÿ™‚

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

10 thoughts on “Pemuda dan Selebarannya..”

  1. Saya suka yg no.1 dan 4
    Andai 99% warga negara kita berpikir positif seperti org yg punya ide membuat selebaran tersebut, negara kita pasti maju…
    Makasih sudah berbagi inspirasi, selamat berlibur…

    Like

  2. Saya suka kutipan yang ke-2, karena betapa saat ini kita perlu secara terus-menerus untuk mengajak-ajak untuk bersatu dan suka berbagi di tengah arus kehidupan yang cenderung individualis.

    Iya, Mbak, saya juga dupa selebaran yang penting itu.

    Like

  3. Saya malah kangen lewat nJanti lagi Mbak, dulu seminggu sekali saya pasti lewat pertigaan itu…
    Saya masih salut pada masyarakat Jogja.
    Demo memang ada, tapi yg unik2 dan kritis2 tur baik juga banyak.
    Itulah Jogja.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s