Wake Me Up When September Ends

Lho emang kenapa dengan bulan September? Pengen tidur sepanjang September?

Yaaa.. itu hanya perumpamaan dari apa yang saya rasakan. September tahun ini merupakan bulan yang cukup berat buat saya lalui. Rasanya seperti mimpi, ketika saya memulai tulisan ini. Seperti mengulangi suatu kejadian yang sebenernya gak pengen terulang lagi. Tapi apa daya, Tuhan telah menentukan.

Ya, saya baru saja keguguran lagi.

Berawal dari akhir Ramadhan lalu, saya menyadari kalo ternyata saya sedang hamil. Hanya telat beberapa hari saja, test pack udah menunjukkan hasil positif dan segera saya pastikan ke dokter kandungan. Ya.. dokter memastikan saya hamil. Alhamdulillah, setelah keguguran 3 tahun lalu, saya masih diberi rejeki berupa kehamilan.

Mengingat peristiwa yang sebelumnya, saya pun berusaha menjaga kehamilan ini betul-betul. Pola makan dan istirahat saya perhatikan betul. Ke mana-mana dianterin suami, nggak naik motor atau nyetir sendiri. Kerja pun saya cuman setengah hari..

Kunjungan ke dokter kandungan pun rutin kami lakukan. Sungguh bahagia sekali, saat melihat di layar, sesuatu yang berkedip-kedip.. ya detak jantung calon buah hati kami. Saya dan suami juga sangat bahagia ketika detak jantung itu diperdengarkan. Pernikahan kami yang sudah lebih dari 7 tahun ini akan segera dilengkapi oleh tangis buah hati.

Namun Tuhan berkata lain, seperti mimpi ketika saya harus bedrest di rumah sakit karena pendarahan. Rasa takut, khawatir, sedih bercampur aduk. Bedrest selama 6 hari, sungguh perjalanan psikologis yang sangat melelahkan. Seperti naik roller coaster. Sesaat harapan kami di atas, ketika pendarahan berhenti.. namun segera meluncur turun dengan cepat ketika pendarahan kembali terjadi. Kadang ada tawa dan juga tangis mengiringi perjalanan itu.

Saya pun melewati ulang tahun saya, 15 September lalu di rumah sakit berusaha mempertahankan calon buah hati kami. Ulang tahun yang mungkin tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya. Akhirnya 18 September pagi, terpisahlah calon buah hati kami yang berumur 10 minggu dari raga saya.. Saya sempatkan melihat sejenak calon buah hati kami yang masih terbungkus kantong kehamilan dan menyatu dengan jaringan plasenta. Nampak sebentuk raga yang masih sangat kecil.

Kosong yang saya rasakan.

Malam harinya saya menjalani kuretase untuk membersihkan rahim saya.

Kini, 1 minggu dari kejadian itu saya masih istirahat di rumah. Insya Allah saya sudah bisa menerima ketetapan Allah yang tidak bisa saya bantah lagi. Buat saya, yang lebih sulit adalah ketika saya harus bangkit dan kembali menjalani kehidupan saya yang sebelumnya. Dunia saya sempat berhenti berputar. Vas bunga yang pecah bisa diganti dengan yang baru, hati yang hancur perlu disatukan sekeping demi sekeping.. untuk kembali utuh.

Ini adalah keguguran yang ketiga buat saya, yang pertama Februari 2008, Oktober 2009, dan September 2012. Tahun 2008, blog ini belum ada.. jadi belum ada tulisan yang menceritakan tentang itu. Pada saat itu, kehamilan sangat muda.. proses keguguran terjadi di rumah dan tanpa kuretase. Semoga saja, ini keguguran yang terakhir. Amin ya robbal alamin.

Bagaimanapun juga, saya tetap percaya.. bahwa ada hikmah besar dan baik untuk untuk saya dan suami. Entah apapun itu, Tuhan selalu berikan yang terbaik. RencanaNya jauh lebih indah. Saya tidak sendiri menjalani ini, banyak juga mereka yang mengalami hal serupa dengan saya dan mereka tetap bisa melanjutkan hidupnya dengan bahagia.

Saya pun mensyukuri keberadaan suami, yaitu Mas Nug yang sangat setia, sabar, telaten mendampingi saya selama bedrest maupun pemulihan setelah keguguran dan kuretase. Walaupun saya tau, hatinya pun sama hancurnya dengan saya. Mas Nug jugalah yang mampu membangkitkan semangat hidup saya, dengan tetap menyayangi dan mencintai saya apa adanya. Entahlah jika bukan kamu, Mas..

Tentu juga orangtua, mertua, sodara, sahabat-sahabat yang selalu memberi semangat dengan doa dan perhatiannya. Serta dokter dan bidan yang merawat saya selama di rumah sakit.

Calon buah hati kami saat ini sudah dimakamkan di sebelah makam kakaknya. Kami juga sudah berikan nama untuk calon buah hati kami.. tapi biarlah kami simpan dalam hati.

Terakhir, untuk calon buah hati Ayah dan Bunda.. maafkan Bunda ya Nak, jika Bunda kurang baik dalam menjagamu. Allah sangat sayang kepadamu, sehingga Dia panggil engkau secepat ini. Semoga di sana kamu segera bertemu dengan kakakmu, sampaikan salam sayang dari Ayah dan Bunda.. kami berdua tidak akan pernah melupakanmu…

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Allahumma’ jurnii fii mushibati wakhlufnii khairan minha

“kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali. Ya Tuhan, tabahkan hatiku dalam menghadapi musibah ini, dan berikan aku pengganti yang lebih baik dari padanya”

PS. Mohon doanya ya sobat blogger semua, semoga Allah berikan kekuatan dan ketabahan lahir batin untuk saya dan suami… diberikan pengganti yang lebih baik. Amin allahumma amin. Makasih ya🙂

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

19 thoughts on “Wake Me Up When September Ends”

  1. Innalilahi wa innailaihi rajiun…
    Masya Allah, yang sabar ya mbak, semoga Allah kelak segera memberi gantinya… Lama gak mampir kemari, ternyata ada postingan ini… Saya juga turut mendoakan semoga Mbak Anna dan suami senantiasa diberikan yang terbaik, dan segera mendapat momongan yang sehat wal afiat, serta sholeh dan sholeha. Amiin. Jangan putus asa dalam berusaha ya, Mbak…

    Like

  2. Innalilahi wainnalilahi rojiun…
    ikut berduka cita mba Anna, yang sabar dan tabah ya mba Allah tidak akan membiarkan hambanya sedih berlarut-larut, pasti akan ada titik terang dari semua cobaan ini untuk mba dan Mas Nug.
    Insyaallah mba..
    *Hug

    Like

  3. Jeng Anna…
    saya bisa merasakan kesedihan yang njenengan dan suami rasakan… saya mengerti perasaan itu.

    Semoga lekas pulih ya, saya turut mendoakan dari sini.
    Salut sama njenengan berdua yang tabah dan kuat dalam masa2 yang berat…

    Like

  4. Mbak anna *hugz*
    yang sabar yah mbak, pasti akan ada yang lebih baik dari cobaan ini..
    coba mbak konsul lagi sama ahli obsgin kalo udh pernah keguguran..😦
    smoga bisa cepet sembuh yah mbak..
    we’re here although just in virtual way🙂

    Like

  5. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
    ikut berduka An,
    semoga kalian berdua tetap tabah dan segera bangkit dari kesedihan ini,
    semoga Allah mengijabah doa2 kita dan kalian berdua diberikan buah hati,
    #peluk

    Like

  6. mbakk an, aku sering liat update-an mbak di twitter yang sedih, aku pikir kenapa, gak tahu nya karena masalah ini ,,
    yang sabar ya mbak, jaga kesehatan,, ALLAH pasti akan kasih yang terbaikk
    #peluk erat

    Like

  7. Mbak Anna …
    Saya bisa merasakan kesedihan yang amat sangat di dalam tulisan ini …

    Yang jelas … saya hanya bisa berdoa …
    semoga mbak anna dan mas nug sehat-sehat selalu
    dan jika ALLAH menghendaki … apa yang diidamkan oleh Mbak Anna berdua akan dikabulkan juga oleh NYA

    ALLAH lah yang mengatur semua
    kita tinggal menjalani saja …
    dengan penuh ikhtiar
    dengan penuh penyerahan
    dengan penuh rasa syukur

    salam saya

    Like

  8. Anna pasti bisa melewati semua ini..
    Allah berjanji mengganti segala kesedihan dengan sesuatu yang lebih indah.. harus terus optimis.

    semangat ya, Ann.. makan dan istirahat yang cukup agar cepat pulih. #pelukerat

    Like

  9. Innalilahi wa innailaihi rajiun…
    Sy sangat terharu baca ceritanya. Sy bisa bayangkan bertapa berat Mba Anna menanggung kenyataan ini.
    Yang sabar ya Mba, manusia boleh berencana, tapi Allah SWT yg menentukan.
    Semoga Mba Anna lekas pulih…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s