Pengurus RT

Jabatan yang paling ogah diterima oleh kebanyakan orang adalah jadi pengurus RT. Mostly orang akan merasa berat ketika terpilih.. tapi kalo udah terpilih mau gimana lagi ya kan?

Jadi pengurus RT yaitu ketua beserta sekretaris dan bendahara adalah jabatan yang tidak mudah dijalani. Membagi waktu untuk kepentingan pribadi, keluarga, kerjaan dan tugas sebagai pengurus RT. Apalagi kalo suami kepilih, pasti istri juga ikut sibuk bantuin menjalani tugas sebagai Pak RT dan Bu RT kan?🙂 Intinya kalo gak didasari rela lillahi ta’ala.. susah menjalaninya.

Sepertinya halnya di perumahan tempat saya tinggal, setiap 3 tahun sekali ada pemilihan pengurus RT yang baru. Sedangkan kami cuma 26 kepala keluarga, makanya jabatan pengurus RT bakalan muter dan semua kebagian. Saya dan suami belum pernah jadi pengurus RT, tapi sementara ini saya dan suami bantuin megang keuangan internet perumahan, kas ibu2 dan kas masjid.

Hanya sedikit perbandingan aja ya, saya penasaran dengan perumahan yang pagarnya tinggi-tinggi dan saling gak kenal dengan tetangga, gimana urusan RT-RT-annya ya? Nah, kebetulan saya punya temen yang tinggal di sebuah perumahan yang sejenis itu. Ketika saya tanya dia juga malah bingung.. jawabnya gini, “Kayaknya sih ada beberapa orang yang kita bayar untuk ngurus ini itu deh.. kayak sampah, keamanan. Tapi aku juga gak tau siapa orangnya.. “

Hm, ini bukan soal salah benar.. menurut saya ini lebih bersifat pada kesepakatan di lingkungan tersebut. Misal ya di perumahan temen saya itu.. mungkin karena warganya sibuk dan gak mau repot dengan hal-hal tertentu, akhirnya mereka sepakat untuk hire orang untuk jadi Pengurus RT, yang handle soal beberapa urusan. Tinggal bayar..beres deh.

Beda dengan lingkungan tempat saya tinggal.. mau gak mau, partisipasi warga tetep harus ada. Kalo apa-apa bayar.. waduh tinggi sekali biaya hidup ini ya? Mendingan kan diurus bareng-bareng.. Yang kepilih jadi Pengurus RT, ya mau gak mau harus jalan. Warga lain pun juga sebaiknya punya kesadaran untuk membantu. Istilah “gak mau repot” sepertinya gak bisa berlaku..

Ya, apa yang saya tulis ini cuman pendapat pribadi aja loh..🙂

Nah, kalo menurut para narablog tercinta gimana? Ato jangan2 ada yang pernah jadi Pengurus RT? Sharing ya..

 

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

3 thoughts on “Pengurus RT”

  1. Kok bisa barengan ya Mbak.
    Di RT saya dan RT nya teman saya juga baru reorganisasi.
    Malah tadi pagi saya sempat dicurhati teman saya yang suaminya kepilih jadi Ketua RT.
    Di tempat saya, yg kemarin kepilih malah meriang karena kepikiran dan akhirnya pemilu ulang😀

    Like

  2. 😦 malu saya, sampai sekarang engga pernah terlibat sama urusan RT, tapi saya mah gak rewel, asal disuruh bayar sekian2 ya bayar aja. dan rela bayar lebih malah, itung2 ya bagi2 rejekilah😀

    Like

  3. Di lingkungan perumahan kami …
    Rt rw di jabat oleh salah satu penghuni. Alhamdulillah warga kami lumayan kompak. Punya milis pula …
    Pegawai bayaran hanya ada di tingkat RW saja. Pembantu umum khusus untuk berhubungan dengan kelurahan …PBB .. Dsb

    Salam saya Mbak Anna

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s