Panen Mangga

Selamat pagi..

Postingan ini dibuat di hari Minggu yang cerah ceria. Karena ini hari libur, mau cerita yang santai-santai aja ya.. saya mau pamer cerita pohon mangga depan rumah. Akhirnya tahun ini berbuah cukup lebat dan saya kebagian ngerasain manis buahnya.🙂

Tahun2 sebelumnya, pohon mangga ini juga berbuah.. tapi saya keduluan ama anak-anak SD yang sering lewat rumah saya. Alias dipetik tanpa seijin saya. Tapi ya gapapa.. rumah saya gak ada pagarnya dan namanya juga anak-anak. Mangga yang bergelantungan sangat menggoda kan?

Mangga dalam jangkauan tangan, jadi gak heran kalo anak-anak bisa metik dengan mudahnya🙂

Kebetulan sekarang ini depan rumah saya sering dipake sebagai tempat jaga satpam komplek, sejak saat itu pohon mangga saya berada dalam pengawasan penuh deh. Jadi anak-anak SD itu gak berani ambilin mangga saya lagi.🙂

Saya sempat pengen ngerasain yang namanya mangga masak di pohon. Makanya nggak segera saya petik. Saya tunggu aja sampe mateng di pohon. Tapi ternyata itu gak mudah lho.. kalo timing metiknya gak pas, buah mangga bisa busuk duluan. Gagal masak di pohon, adanya busuk di pohon.. Jadi buat narablog yang punya pohon mangga, sebaiknya gak perlu nunggu lama2, ketika buah udah cukup besar, sebaiknya segera dipetik aja. Daripada busuk lho..

Hasil panen mangga tahap pertama🙂 harus diperam dulu.

So, setelah beberapa buah berhasil busuk gara-gara gak segera dipetik.. saya putuskan untuk memanen tahap pertama. Saya peram dulu, biar mateng. Gak terlalu banyak, tapi tetep alhamdulillah. Tetangga yang taun-taun sebelumnya udah kebagian, sementara saya skip dulu.. gantian.. insya Allah masih ada panen tahap kedua. Semoga bisa kebagian semua.

Irisan mangga setelah matang.. nyam.

Sedikit tips makan buah, sebaiknya disajikan sebagai makanan pembuka.. alias sebelum makan utama, jadi porsi makan utama bisa dikurangi. Buat yang on diet, tips ini cukup manjur lho. Nyaman di perut, lancar di pencernaan, tuntas di belakang.. *hehe.. kayak iklan ya?*

Oh ya, jangan dikira halaman rumah saya luas ya.. sempit aja, tapi alhamdulillah, masih bisa ditanami pohon mangga. Di halaman rumahmu ada pohon apa?

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

8 thoughts on “Panen Mangga”

  1. Agar nggak busuk di pohon, biasanya dibungkus pakai koran atau tas kresek untuk menghalangi binatang yg membikin busuk itu. Konon katanya pembusukan itu akibat ulah binatang kecil yang menyuntikkan sesuatu ke buah mangga itu.

    Like

  2. Di samping rumah saya ada tiga batang pohon mangga kueni. Sebelum bulan Ramadhan yang lalu, berbuah lumayan banyak.
    Kalo masalah metik buah biasanya bapak saya yg ngurusin. Pohon kueni kami agak unik menurut saya. Gak perlu dicek buahnya. Biasanya, buah yang akan matang akan jatuh sendiri. Cukup tunggu satu atau dua hari, matangnya sudah pas..

    Like

  3. Sama Mbak …
    Di depan saya ada pohon mangganya juga …
    cuma entah kenapa … kok nggak pernah berbuah ya …
    padahal sudah lumayan tinggi lho …

    hehehe

    salam saya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s