Ketika travelling itu..

Ketika travelling itu, hal apa yang bisa bikin kamu bete?

Kalo buat saya sih salah satunya adalah kamera yang bermasalah. Yak, bulan November 2012 lalu saya sempat berkunjung ke Batam dan Singapura. Sungguh membuat mood saya sempat down gara-gara kamera pocket digital yang biasa saya bawa ke mana-mana bermasalah. Entah kenapa settingannya berasa gak pas aja..

Makanya saya nggak banyak jeprat-jepret, akibatnya stock shot saya terbatas banget, itu pun kualitas gambarnya gak terlalu bagus. Ditambah lagi, langit sempat mendung. Perfecto!ย 

Tapi bukan berarti saya tidak menikmati perjalanan lho๐Ÿ™‚ dan bukan berarti saya gak kasih liat foto hasil jepretan saya.. ini dia โ€ฆ

Singapore from the distance – view dari atas kapal feri menjelang akan berlabuh di Singapura.
Kota Dalam Taman – Singapore
Barelang Dirundung Mendung – Barelang adalah singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang. yaitu 3 pulau yang bisa dijangkau melalui jembatan ini.

Anyway seneng rasanya bisa ke Batam, sebuah kota di Provinsi Kepulauan Riau. Batam punya 12 kecamatan, dan pendapatan utamanya berasal dari perdagangan. Udah ada direct flight dari Bandara Adisucipto Jogja ke Bandara Hang Nadim Batam, kira2 ditempuh 2 jam saja. Alhamdulillah nggak delay waktu itu.. on time banget, baik berangkat maupun pulangnya.

Hal pertama yang muncul di benak saya ketika mendengar “Kota Batam” adalah “dekat dengan Singapore”. Bahkan sampe ada joke bagi sebagian orang Batam, bahwa Singapore adalah kecamatan ke-13 nya Kota Batam. Saking banyaknya orang ke Batam dengan tujuan mau mampir Singapore. Gimana enggak, cuman 50 menit pake kapal feri udah nyampe Singapore tuh.. kayak Jogja – Solo pake mobil lah.๐Ÿ™‚

Ketika di Batam, orang agen perjalanan bercerita tentang banyaknya mobil-mobil eks Singapore yang wira-wiri di jalan. Katanya, emang banyak sekali mobil eks Singapore yang dibeli dan dipake orang Batam. Kenapa? Karena di Singapore, mobil hanya bisa dipake sampe umur 10 tahun aja. Batasnya sih sebenernya 5 tahun, tapi kalo mau extend jadi 10 tahun bayar pajaknya mahal banget. Makanya mobil-mobil itu sebagian dikirim ke Batam, atau ke negara-negara lain. Ada juga yang dihancurkan, trus mesin-mesinnya dijualin termasuk ke Indonesia.

Mobil-mobil eks Singapore itu hanya boleh dipake di Batam, alias gak bisa dibawa keluar daerah itu. Hm, pasti harga mobil-mobil itu murah ya? Begitu dalam pikiran saya. Ternyata emang bener, mobil eks Singapore itu murah belinya.. tapi… ada tapinya, biaya administrasi ngurus ini itunya yang mahal. Udah gitu gak bisa dibawa keluar Batam lagi.

Kebetulan temen SMA saya ada 2 orang yang tinggal di Batam. Mita dan Erwin. Mita udah 2 tahun di Batam bareng keluarga kecilnya, dan Erwin udah 5 tahun penempatan dinas di sana. Nah, temen saya Mita pernah beli mobil eks Singapore, biar murah maksudnya.. ternyata ya sama aja. Akhirnya dia kirim mobilnya yang di Jogja ke Batam. Jadi pas hari terakhir di Batam, saya naik mobil plat AB. Jauh-jauh ke Batam, naiknya mobil Jogja juga..๐Ÿ™‚

Agenda hari terakhir di Batam, reuni bareng temen SMA, Erwin dan Mita. (plus Mita’s daughter, Lila)

Masih soal mobil.. biaya kepemilikan mobil di Singapore sangatlah mahal. Ketika mau punya mobil, seseorang harus punya surat ijin tertentu yang menyatakan dia mampu secara finansial menanggung pajak maupun perawatan mobil. Kalo gak punya surat ijin itu, ya gak boleh punya mobil. Pajak mobil nggak cuma sekali dalam setahun, tapi 2x, itupun mahaaaaal.

Saking mahalnya biaya kepemilikan mobil, ada joke buat sebagian orang Singapore. Kalo ditanya, “istri berapa?” jawabnya “dua”. Yang satu istri beneran, yang satu maksudnya mobil. Sama-sama butuh biaya yang mahal… hehehe…

Mungkin itulah salah satu upaya untuk mengontrol jumlah mobil pribadi di Singapore, apalagi ditunjang sarana transportasi umum yang sangat memadai.. jadi jalanan nggak macet deh.

Ohya, balik soal Batam ya.. biaya hidup di sana cukup mahal (dibanding Jogja). Harga segalon Aq*a adalah Rp.28.000,-, padahal kalo di Jogja, duit segitu udah dapet 2 galon, dianter ke rumah, masih kembali Rp.2.000,-๐Ÿ™‚ alias 1 galonnya cuman Rp.13.000,-. Emang betul, tinggal di mana pun, ada sisi enak dan gak enaknya. Yang penting dijalani dengan bersyukur, maka hati jadi riang kan..๐Ÿ™‚

Dan sebagai penutup, saya kasih 1 foto saya ya.. gak afdol kayaknya travelling kok gak ada foto narsisnya.๐Ÿ˜‰

Universal Studios – Pulau Sentosa

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

7 thoughts on “Ketika travelling itu..”

  1. Yah, namanya perjalanan, ada enak dan jeleknya, tapi toh kita mendapatkan sesuatu yang baru, dan itulah yang menyegarkan.

    Sayang, kok saya ndak kebagian oleh-oleh ya๐Ÿ˜€.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s