[kopdar] Teman Lama

Setelah sekian lama saya gak kopdar dengan teman sesama blogger, akhirnya saya punya kesempatan lagi. Bahkan, sebenernya ini kopdar dengan teman lama.

Yah, akhirnya saya ketemuan juga dengan Didot. Bisa dibilang, Didot termasuk dari orang-orang pertama yang saya kenal lewat blogging. Sejak dia masih di blogspot, pindah ke wordpress. Sejak single, sampe double.. eh triple ding.. sekarang selain udah punya istri, juga punya anak.🙂

Didot datang ke Jogja buat liburan bareng rombongan kantornya, plus keluarga masing-masing. Jadi selain ketemu Didot, saya juga ketemu Sari, istrinya plus si kecil Kenichi. Saya pun juga ngajakin Mas Nug, suami saya.. yang emang selalu saya ajak kalo kopdar.

Tepatnya Sabtu, 19 Januari 2013 kami ketemuan di sebuah tempat makan di depan RS Bethesda. Setelah itu balik ke hotel tempat Didot dan keluarga menginap. Nah, pas di mobil itulah kita berempat bisa banyak ngobrol.

Apa aja yang diobrolin? Banyak.. salah satunya tentang @PejuangSubuh. Sebuah akun twitter, yang mengajak kaum muda untuk meramaikan masjid di saat waktu sholat Shubuh. Di bio-nya tertulis:

berjuang meramaikan sholat shubuh berjamaah di Indonesia sebagai 1 pilar kebangkitan Islam. Cita-cita kami adalah jamaah sholat shubuh bagaikan sholat Jumat.

Ya, Didot adalah salah satu dari tiga admin akun tersebut. Buat saya, apa yang diperjuangkan Didot dan teman-temannya bukanlah hal yang mustahil. Pengen ikutan jadi @PejuangSubuh? Follow twitternya dan dari situ, para pejuang subuh bisa saling menyemangati dalam memperbaiki ibadahnya.. sedikit demi sedikit gapapa, asal kontinyu alias konsisten.

Kalo sholat Subuh-nya tertib, insya Allah sholat yang lain pun mengikuti.

Balik soal Didot ya, mungkin beberapa teman blogger juga udah pernah ketemu dia.. seorang mualaf yang tidak pernah berhenti belajar tentang Islam. Buat kita yang udah Islam dari lahir, ayo jangan kalah.. termasuk saya dan suami.🙂

(ki-ka) Mas Nug, saya, Sari, dan Didot.

Mungkin inilah sebaiknya kita jadi anak muda ya, gaul boleh, update dengan perkembangan jaman juga harus… tapi pengetahuan agama gak boleh out of date ya. Jadi imbang dan ngerti mana yang baik untuk diri kita. Gak perlu takut dibilang kolot asalkan keyakinan kita didasari ilmu dan dalil yang kuat.

Terakhir, makasih buat Didot dan Sari atas waktu dan obrolan malam itu.. Semoga silaturahmi tetap terjaga🙂

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

10 thoughts on “[kopdar] Teman Lama”

  1. Waahhh .. ternyata Mbak Anna kenal Didot juga ya …
    Seorang Mualaf

    Saya kenal dia dan juga sempat kopdar dengan dia beberapa tahun yang lalu …
    Dan menikah di Bukit tinggi … yang waktu itu Didot juga sempat bertemu Bundo Dentist …
    Sari itu kalau tidak salah saudara jauhnya Bundo

    dunia sempit

    and this is the beauty of blogging

    salam saya

    Like

  2. waktu ke Bukik, Didot bilang mau ketemu Anna..😀

    Bundo tadinya gak punya akun twitter, tapi demi ngikutin pejuang subuh, akhirnya bikin juga.. hehhe.. dan ternyata menyenangkan sepanjang hari diingetin terus.

    salam wat Anna, sehat2 yaaa..

    Like

    1. Iya Bundo🙂
      kemaren juga sempat cerita ketemuan sama Bundo di Bukittinggi🙂

      masih sodaraan ternyata ama Sari..

      salam juga buat Bundo.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s