Datang dan Pergi

Tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Yap, termasuk di tempat kerja. Ini adalah tahun kedelapan saya di kantor yang sekarang. Belum terlalu lama untuk ukuran pegawai negri yang bisa punya masa kerja hingga 30 tahun lebih. Delapan tahun itu nggak seberapanya. PNS kan pensiun di usia 56 tahun, belum lagi ada wacana perpanjangan sampe 58 tahun… Aaak lama nian.

Selalu ada yang datang dan pergi. Ada pegawai baru, ada pegawai yang pensiun. Ada yang mutasi, ada yang promosi. Dulu ketika awal-awal kerja di kantor ini, ketika ada temen yang pergi.. Selalu sedih yang berlebihan. Merasa ditinggalin, terus kerjaan daku ga ada yang bantuin lagi, dan sebagainya. Insecure. Halah.

Tapi dengan berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia dan kedewasaan saya *ngaku2 dewasa* lama-lama bisa menerima ketika ada perubahan di tempat kerja. Perasaan sedih ditinggal temen mutasi, promosi, atau pensiun tetep ada.. Tapi udah ga lebay. Mau ga mau kan ya menghadapi perubahan di lingkungan kerja.

Kebetulan untuk saya sendiri, belum pernah pindah ke posisi lain, adanya pindah ruangan. Hehe. Jadi baru sebatas jadi ‘penonton’ perubahan yang ada, ya walaupun ngefek juga ke saya.. Tapi gak directly gitu lah. So far masih berada di comfort zone saya. Terlalu nyaman malahan.. Hihi.

Nah, di satu sisi ada perasaan tenang tapi di sisi lain ada sedikit kekhawatiran, jika suatu saat saya yang mengalami perubahan itu sendiri, bisa nggak saya adaptasi? Secara selama ini berada di tempat yang sama. Tapi ya sudahlah.. Dijalani sebaik-baiknya aja. *malah curcol*

Anyway, akhir Juli lalu, ada seorang teman yang memasuki masa pensiun. Namanya Mbak Diana. Sejak hari pertama saya kerja di kantor ini, saya udah seruangan dengan beliau. Di hari terakhir dia kerja, tepatnya Rabu, 31 Juli 2013 lalu, kami bikin acara perpisahan kecil-kecilan. Berhubung masih bulan puasa, kagak ada acara makan-makan deh. Tapi tidaklah mengurangi kehikmatan acara. Ada yang mewek tapi lebih banyak yang ceria. Melepas Mbak Diana dengan kegembiraan. Apalagi beliau ‘lulus’ dalam keadaan sehat, bugar dan awet muda.

Terakhir, semoga Mbak Diana tetep sehat, umurnya penuh berkah dan manfaat, bahagia bareng anak dan cucu. Biarpun di kantor udah gak jadi MC lagi, di rumah tetep MC alias Momong Cucu. Tetap eksis dan heits ya, Mbak…🙂

Perpisahan Mbak Diana
Setelah acara, kami foto-foto bareng di depan kantor. Mbak Diana, yang paling depan bawa kotak berpita.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s