Bike to Ratu Boko

Yap it’s another story sepeda santai di akhir pekan. Ke mana saya kali ini?

Kali ini saya berdua dengan suami gowes ke Candi Ratu Boko yang terletak di Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Sebenernya gowes ke sana udah beberapa minggu yang lalu, tepatnya Jumat 18 April 2014 lalu. Cuman baru sempat saya ceritain di blog, sayang juga gak ditulis. Soalnya perjalan gowes ini menempuh jarak 41,76 kilometer. Jarak ini sementara jadi rekor terjauh saya dalam sepedaan.

Sreenshot dari app Endomondo di hape saya.

Ohya, udah pada ngerti Candi Ratu Boko kan ya? Sebuah candi yang letaknya berada di puncak bukit sebelah selatan Candi Prambanan, Sleman, DIY. Dari Candi Ratu Boko kita juga bisa ngeliat Prambanan. Pokoknya view-nya bagus deh, jangan sampe terlewatkan kalo pas jalan-jalan ke Jogja.

Candi Ratu Boko. Captured by Mas Nugie (2007)
Candi Ratu Boko. Captured by Mas Nugie (2007)

Eniwei, udah dari beberapa hari sebelumnya saya nanya ke suami, mungkin ga sih Candi Ratu Boko dicapai dengan gowes? Suami jawab, bisa. Tapi plus dorong. Maksudnya sepeda dituntun karena jalannya naik. Berasa challenging banget kan? Challenge accepted!

Ya sudah, pas hari pertama long weekend kami berdua langsung gowes ke sana berangkat jam 6 pagi. Termasuk kesiangan inih. Apalagi kami suka mampir-mampir buat motret. Ternyata, emang bener.. Kami sempat berhenti di beberapa titik. Ya motret, ya mampir ke masjid buat pipis, ya makan, dan sebagainya.

Daripada saya banyak cerita mending saya kasih liat foto-fotonya aja ya.

Yellow and its shadow.
Yellow and its shadow. Berhenti di sebuah kawasan tambak ikan di daerah Wiyoro Bantul, DIY.

Dalam perjalanan berangkat kami melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara dan sempat berhenti pula untuk motret. View-nya bagus banget, Gunung Merapi tidak terhalang apapun. Sayangnya kami gak dikasih ijin ama tentara yang jaga di pos.

Pemandangan di sekitar Sumberharjo, Sleman.
Pemandangan di sekitar Sumberharjo, Sleman.

Sampailah kami di kawasan Candi Ratu Boko. Mas Nugie ngajak lewat pintu belakang, berharap bisa bawa masuk sepeda ke komplek candi. Jalannya naik banget, nggak mungkin sepeda dinaikin, harus didorong.

Bike to Ratu Boko
Jalan belakang masuk Ratu Boko. Berharap siapa tahu sepeda bisa masuk dan bisa foto-foto berlatar candi nan eksotis ituh. Sayangnya gak bisa😦
Bike to Ratu Boko
Mengobati kekecawaan karena gak boleh masuk, akhirnya cuman bisa foto di depan tulisan Keraton Ratu Boko. Sebagai bukti nyata udah gowes sampe ke sana.

Saya dan mas Nugie akhirnya tidak masuk untuk melihat Candi Ratu Boko, cuman foto-foto di area parkir mobil saja. Itu pun udah disuruh pergi sama satpamnya, agak sebel sih.. tapi pak satpam itu cuman menjalankan tugasnya. Jadi, ya sudah..

Tidak jauh dari Candi Ratu Boko, ternyata ada dua candi lain, yaitu Candi Ijo dan Candi Banyunibo. Setelah turun dari Ratu Boko, saya dan mas Nugie menuju Candi Ijo, tapi kami batalkan di tengah jalan karena jalannya cukup menanjak. Tenaga udah cukup terkuras sebelumnya untuk naik ke Ratu Boko.

Sedangkan Candi Banyunibo sangat mudah dijangkau dengan sepeda. Jalannya datar dan tidak terlalu jauh dari jalan utama. Candi Banyunibo termasuk candi yang kecil, sekitar 15 x 14 meter aja. Bagaimana penampakannya, liat foto-foto di bawah ini ya.

Candi Banyunibo
Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. (Tampak depan)
Candi Banyunibo
Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. (tampak depan samping)
Sisi dalam Candi Banyunibo.
Sisi dalam Candi Banyunibo.
Sisi dalam Candi Banyunibo.
Sisi dalam Candi Banyunibo.
Sisi depan Candi Banyunibo.
Sisi depan Candi Banyunibo.
Sisi belakang Candi Banyunibo.
Sisi belakang Candi Banyunibo.

Sepulang dari Candi Banyunibo, kami sempat mampir makan di sebuah warung bakso di Jalan Piyungan. Lumayan untuk istirahat dan isi perut sedikit. Nggak boleh terlalu kenyang, karena masih harus ngayuh sekitar 20 kilometer lagi.

Jam sudah menunjuk pukul setengah 11 siang ketika kami sampe ke daerah Sentonorejo. Pas panas-panasnya tuh. Gak sengaja kami melihat penunjuk jalan menuju Gua Jepang, hanya 500 meter. Tanpa pikir panjang langsung belok kanan, gak taunya jalannya naik turun dan off road. Sepeda lipat saya yang didesain khusus on road saya paksa untuk bisa nyampe. Alhamdulillah bisa, walopun berasa banget getarannya mengingat sepeda saya gak punya suspensi alias fix fork.

Gua Jepang ini adalah satu dari banyak gua yang dibuat oleh Tentara Jepang pada masa pendudukan di Indonesia. Fungsi gua ini adalah untuk pengintaian, logistik, serta akomodasi. Gua ini memiliki 4 buah terowongan yang saling terhubung satu sama lain. Saya sempat masuk, tapi gak berani dalem-dalem. Gelap banget soalnya. Merinding.

Gua Jepang.
Gua Jepang yang terletak di Dusun Sentonorejo, Kel. Jogotirto, Kec. Berbah, Sleman.
Gua Jepang Sleman
Ada 4 terowongan semacam ini yang saling terhubung di dalam. Muka saya sampe gosong-gosong tuh sepedaan sampe jam 12 siang. Belang di tangan juga masih awet biarpun udah lewat 2 minggu.🙂

Perjalanan gowes kali ini memakan waktu 3, 5 jam dan menempuh 41,76 km. And I’m proud of myself. Ternyata saya cukup bertenaga juga ya. Hihi. Jalur yang dilalui pun juga gak melulu jalan datar halus nan nyaman, tapi juga naik turun, nggak rata juga kami lewati. Kalo soal capek ya, jelas. Apalagi saya pake sepeda lipat yang ukuran rodanya 20 inch. Ngulirnya jadi lebih banyak. Alhamdulillah perjalanan tetep lancar dan aman.🙂

Tapi saya juga sering ngingetin diri sendiri, sepedaan yang ambil jarak jauh begini gak harus tiap weekend. Kadang-kadang aja. Sesekali boleh lah, ngeliat kondisi kesehatan, sepeda, dan cuaca.

Olahraga itu harus terukur dan teratur.🙂

 

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

15 thoughts on “Bike to Ratu Boko”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s