Menulis di Februari yang hampir habis

Hei Februari, mau kemana?

Awal bulan Februari ini saya mendapat notifikasi dari wordpress, bahwa sudah 6 tahun blog tercinta ini dibuat.

Blog ini hanyalah satu dari berjuta –atau bahkan lebih– blog yang ada di dunia tanpa batas ini. Tidak istimewa, isinya cuman cerita-cerita tentang saya. Ibaratnya blog ini adalah kumpulan cerita yang menjadikan saya sebagai pemeran utama.🙂

Apa sih yang membuat saya nulis di blog?

Terus terang aja, saya terinspirasi oleh istri atasan saya yang dulu. Beliau sebagai istri seorang kepala daerah, business woman, masih sempat nulis di blog dan cukup aktif untuk blogwalking dan kopdar dengan blogger lain. Menulis tentang apa saja, tentang berbagai peran yang melekat di dirinya. Membaca sisi lain dari diri beliau. Tapi sekarang beliau sudah tidak aktif lagi nulis di blog, mengingat segala kesibukannya.

Tujuan nulis di blog?

Nggak ada yang spesifik, saya cuman pengen cerita.🙂

Jumlah tulisan yang saya buat di blog ini termasuknya tidak banyak, akhir-akhir ini, hanya 1 sampai 2 tulisan saja perbulan. Bukan karena saya sibuk, tapi karena saya kurang membaca. Iya, modal orang nulis itu membaca, modal orang bisa ngomong ya membaca dan menulis. Saya mah baca status orang di sosial media. Hihi.

Makanya sekarang ini saya sedang memulai untuk kembali rajin membaca buku. Gak usah yang berat-berat, tapi satu buku habis, dilanjut ke buku yang lain dan seterusnya.

Setiap memasuki usia baru alias berulang tahun blog, saya mencoba menengok ke belakang melihat apa saja yang sudah saya tuliskan di sini. Melihat pula perubahan gaya bahasa tulisan yang saya gunakan dan pemilihan topik.

Jujur ya, ada beberapa tulisan yang saya turunkan statusnya dari published menjadi draft. Alasan kepantasan dan sepertinya kurang bermanfaat bagi pembaca maupun saya. Curhat yang too personal, ngomongin orang.. Hiks. *jadi malu sendiri*

Ya semakin ke sini.. saya sadar bahwa suatu ketika apapun yang kita bagikan di dunia maya itu bisa jadi bertahan lebih lama dari usia kita. Saya takut aja, suatu saat when I’m not around, tulisan-tulisan yang kurang manfaat itu akan mengirimkan dosa secara terus-menerus ke saya. Ngeri.

Berarti kalo nulis harus ada manfaatnya, ya? *ngangguk2*

Baiklah.

Selamat datang tahun ketujuh.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

2 thoughts on “Menulis di Februari yang hampir habis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s