Umroh #8 : Rukun Ibadah Umroh

Disclaimer : Semua foto kami ambil di luar (sebelum dan sesudah) pelaksanaan rukun ibadah umroh.

 

Selasa, 7 April 2015.

Setelah tiba di Madinah dua hari sebelumnya, kini waktunya saya dan teman-teman satu grup bersiap untuk melaksanakan inti dari perjalanan jauh kami. Yaitu menjalankan rukun ibadah umroh.

Sewaktu kami masih di Jogja, kami sempat mendapatkan pembekalan dari pembimbing melalui 2 (dua) kali manasik. Kami mendapat penjelasan tentang rukun ibadah umroh, hafalan doa-doa, belajar pakai kain ihram (untuk calon jamaah laki-laki) sampai ke detil teknis lainnya.

Sungguh bersyukur kami mendapatkan pembimbing seperti dr. Probosuseno, Sp.PD, K-Ger. Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang punya segudang pengalaman menjadi pembimbing haji dan umroh, sekaligus pernah beberapa kali menjadi Tim Kesehatan Haji Republik Indonesia. Beliau tidak hanya membimbing terkait ibadah tapi selalu mengingatkan kami terkait kesehatan sebelum, selama, dan pasca perjalanan umroh.

Rukun Umroh terdiri dari 3 hal yang disingkat menjadi ITS, yaitu Ihram, Thawaf, dan Sa’i, diakhiri dengan TahalulBerikut penjelasan sekaligus cerita pengalaman saya saat menjalani rangkaian ibadahnya ya.

 

1. Ihram

Berpakaian ihram adalah menggunakan dua lembar kain tak berjahit bagi laki-laki, dan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua belah tangan bagi perempuan.

Sebenernya, mulai di mana kita wajib berpakaian ihram?

Yaitu dimulai dari miqot/batas yang sudah ditentukan oleh pihak berwenang/otoritas agama. Ada beberapa miqot yang diakui oleh Majelis Ulama Indonesia dan otoritas di Arab Saudi, salah satunya adalah Masjid Bir Ali yang terletak di Madinah.

Di miqot tersebut, rangkaian ibadah umroh dimulai dengan berwudhu, berpakaian ihram, sholat dua rakaat, dan mengucapkan niat umroh.

 

Oke, balik ke cerita pengalaman saya yah.

Pagi itu selepas sarapan, saya berkemas dan membereskan koper karena menjelang siang grup akan bertolak ke Kota Makkah melalui jalan darat menggunakan bis selama 6 jam. Koper harus sudah siap di depan kamar pukul 09.00 WAS, dan akan dikumpulkan oleh pihak hotel untuk dimasukkan ke dalam bis.

Sekitar pukul 10.00 WAS, saya dan anggota grup mulai turun ke lobby. Kami sudah mandi, berwudhu dan menggunakan pakaian ihram. Kalo untuk perempuan sih, nggak terlalu ribet ya. Karena pakaian ihram kami ya seperti halnya busana muslimah sehari-hari tidak ada perbedaan. Sedangkan untuk laki-laki, memang harus belajar menggunakan kain ihram agar tidak melorot dan tidak terlihat auratnya.

pakaianihram
Di lobby hotel sebelum berangkat ke Masjid Bir Ali untuk memulai rangkaian ibadah umroh. Berpakaian ihram untuk laki-laki adalah menggunakan dua lembar kain tidak berjahit dan tidak menggunakan penutup kepala. Dua orang paling kiri, belum berpakaian ihram.

Selepas pukul 11.30 WAS kami berangkat dengan bis menuju Masjid Bir Ali untuk berniat dan memulai rangkaian ibadah umroh kami. Di masjid ini, kami berwudhu, berihram (bagi yang belum), sholat dua rakaat, dan berniat ibadah umroh.

birali2
Gerbang masuk Masjid Bir Ali, Madinah.
birali3
Tembok luar Masjid Bir Ali yang menyerupai benteng pertahanan.
birali
Lorong masuk Masjid Bir Ali, Madinah.

Maka di sinilah ibadah umroh kami dimulai. Kalimat talbiyah pun berkumandang seiring perjalanan kami menuju Makkah Al-Mukarammah.

Labbaik allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda, wa ni’mata laka walmulk, laa syari kalaka. 

Selama 6 jam harus ber-talbiyah? Tentu saja tidak, selama perjalanan boleh diselingi dengan tausyiah dari pembimbing, hafalan doa-doa, makan, minum, bahkan beristirahat dengan tidur. Boleh. Namun, tetaplah ingat bahwa kita sudah berniat umroh, jadi tetap semangat untuk ber-talbiyah.

 

2. Thawaf

Thawaf adalah mengelilingi kabah sebanyak 7 kali, dimulai dari titik Hajar Aswad.

Sekitar pukul 18.00 WAS kami tiba di Hotel Al-Maqom, Makkah yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari Masjidil Haram. Kami bisa beristirahat, makan malam dan mandi setelah menempuh perjalanan darat yang cukup panjang. Namun, karena kami telah berniat umroh tidak diperkenankan untuk menggunakan wangi-wangian. Cukup dengan air saja.

Sekitar pukul 21.00 WAS kembali kami berkumpul di lobby untuk bersama-sama melakukan thawaf, mengelilingi Kabah.

kabah
Suasana thawaf malam hari ini.

Setelah 7 kali putaran, dilanjutkan dengan berdoa di area multazam yaitu antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah. Tempat ini termasuk ke dalam tempat yang mustajab untuk berdoa. Kemudian kami menuju area Maqom Ibrahim dan melaksanakan sholat 2 rakaat dan diakhiri dengan minum air zamzam.

Ohya, untuk melaksanakan thawaf harus dalam keadaan suci, harus berwudhu. Jikalau batal harus berwudhu lagi. Inilah manfaat membawa semprotan kecil yang pernah saya tulis di tulisan  bagian ke-4 tentang packing tips. Dengan demikian, wanita yang sedang haid dan nifas tentu tidak bisa melaksanakan thawaf.

 

3. Sa’i

Berjalan atau berlari-lari kecil dari Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Selepas thawaf, kami menuju area Sa’i. Jarak antara bukit Shafa dan Marwah adalah sekitar 405 meter, dikalikan bolak-balik 7 kali, sehingga jarak yang ditempuh kira-kira 2,8 km. Melakukan sa’i boleh dalam keadaan tidak suci, jadi yang udah nahan kentut saat thawaf bisa bernafas lega🙂 wanita yang sedang haid atau nifas boleh juga.

sai
Area sa’i, berjalan atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Mawah.
bukitshafa
Bukit Shofa yang asli tetap dipertahankan, dengan diberi pembatas kaca.

Prosesi ini bermula dari Bukit Shofa menuju Marwah, ini dihitung 1 kali. Berikutnya dari Marwah ke Shofa dihitung 1 x, dan seterusnya, sehingga berakhir di Marwah dan diakhiri dengan Tahalul atau potong rambut.

Rambut yang dipotong minimal 3 helai saja sudah cukup. Biasanya jamaah laki-laki dilanjutkan dengan cukur gundul di Barber Shop deket hotel, sekalian dihabiskan rambutnya.🙂

setelahsai
Alhamdulillah, selesai sudah ibadah umroh kami. (saya dan teman-teman satu grup Hasuna Tour)

 

Ohya, ada satu hal yang sempat saya tanyakan ke pembimbing umroh kami. Selama kami di Arab Saudi, kenapa gak sekalian umroh beberapa kali? Kan mumpung udah di sana, toh prosesi umroh sangat singkat dan sederhana. Pembimbing kami menjawab, bahwa ada beberapa faham dalam menjawab pertanyaan saya :

  1. Satu kali umroh untuk satu kali safar (perjalanan).
  2. Bisa berkali-kali umroh dengan mengulang rukun dari awal hingga akhir.

Dan Hasuna Tour termasuk biro perjalanan yang menganut faham yang pertama. Saya sebagai orang awam dan masih harus banyak belajar tentang ilmu agama, tentu saja ngikut alias manut dengan pembimbing kami.

Trus bagaimana dengan yang kepengen melaksanakan umroh lagi atau jamaah wanita yang belum sempat thawaf karena haid? Tetap difasilitasi dengan diantar ke miqot untuk berihram, namun pembimbing hanya menemani tidak membimbing secara penuh.

Rabu, 8 April 2015.

Hari telah berganti, waktu menunjukkan pukul 02.00 WAS. Rasanya sungguh lega ketika rangkaian ibadah utama telah selesai kami laksanakan. Selanjutnya selama kami masih di Makkah, kami dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram yang memiliki keistimewaan. Yaitu barang siapa yang sholat di Masjidil Haram, pahalanya 100.000 kali dibanding dengan masjid lain.

 

PS :

Sengaja untuk bacaan doa-doa tidak saya tulis, tentunya lebih afdol kalo ditulis oleh mereka dengan kompetensi khusus.🙂

Baca juga tulisan lain :

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

9 thoughts on “Umroh #8 : Rukun Ibadah Umroh”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s