Pasca Laparotomy : Tapros #2 dan #3

Nggak terasa udah 2 bulan lalu saya menjalani operasi untuk ambil kista, dan teman-temannya. Kondisi badan udah semakin sehat, alhamdulillah.

Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, saya menjalani terapi hormon yang direncanakan selama 6 bulan dengan suntikan tapros. Sejauh ini udah berjalan 3x. Setiap 28 hari saya ke DSOG untuk mendapakan suntikan. Di postingan itu, saya juga cerita tentang efek yang saya rasakan setelan dapat suntikan tapros yang pertama.

Nah, di postingan ini saya pengen cerita tentang suntikan tapros yang kedua dan ketiga.

 

Rabu, 8 Juli 2015

Jadwal untuk suntikan tapros kedua tiba. Saya ditemani suami untuk ketemu dengan dr. Adi di Rumah Sakit JIH. Suntikan yang kedua diberikan di lengan atas kanan, setelah yang pertama di lengan kiri atas. Ya, setiap kali nyuntik disarankan untuk mengambil tempat yang berbeda dari bulan sebelumnya.

Efek lengan pegel masih terasa, sekitar sehari dua hari lah. Tapi lama-lama berangsur hilang. Dua hari setelah suntikan, baru kerasa efeknya. Badan agak lemes dan daya tahan tubuh bisa jadi menurun. Udah deh jadi batuk pilek yang lumayan bandel. Ohya, dulu pas habis suntik yang pertama saya juga terserang flu yang cukup lama. Sekitar 2 minggu.

Tapi, efek badan lemesnya setelah suntikan kedua nggak berlangsung lama. Cuman dua hari aja. Mungkin badan udah beradaptasi yah dengan perubahan hormon di dalam tubuh. Yang jelas saya sama sekali nggak menstruasi. Kalo pasca suntikan yang pertama, saya sempat ngeflek selama kurang lebih 20 hari.

 

Rabu, 5 Agustus 2015

Sebelum diberikan suntikan tapros yang ketiga, saya di-USG dulu untuk melihat kondisi rahim dan sekitarnya pasca laparotomi 2 bulan lalu. Rahim yang dulu benjol-benjol karena adanya adenomiosis, sekarang udah bersih. Bekas luka operasi juga nggak jadi keloid, alias rata. Berkat salep med*rma yang diresepkan sama dr. Adi.

Suntikan diberikan di lengan kiri atas, tempat yang sama dengan suntikan yang pertama. Loh katanya tempat suntikan harus berbeda? Iya, berbeda dari bulan sebelumnya kan. Suntikan pertama di kiri, kedua di kanan, ketiga di kiri lagi.

Saya sempat nanya ke dokter, sampai kapan terapi hormon dilakukan. Karena setahu saya suntikan nggak harus sampe maksimal yaitu 6x, bisa kurang dari itu. Paling nggak 3x sudah cukup. Tapi dokter menyarankan bulan depan saya masih suntik dan nantinya diobservasi lagi perkembangannya.

Dokter juga bilang saya udah boleh olahraga bersepeda lagi. Asyik.🙂

Setelah suntikan ketiga, lengan terasa pegal seperti 2 suntikan sebelumnya. Tapi nggak ada tuh badan lemes dan drop, alhamdulillah banget. Badan udah bisa beradaptasi dengan perubahan hormon. Seperti efek di suntikan kedua, saya juga nggak menstruasi.

 

Anyway, salah satu isu penting selama dua bulan terakhir pasca operasi adalah berat badan. Saya mengurus alias berat badan berkurang cukup drastis. Timbangan saya sempat menyentuh angka 43,5 kg. Berat teringan saya selama 10 tahun terakhir. Ih, kurus banget. Saya sempat jadi sensi kalo ada orang komentar saya kurus. Gimana gak sensi, saya dituduh diet karena pengen kurus. Nyebelin. Hehe.

Yang sana sensi dibilang gendut, yang sini sensi dibilang kurus. Yang sana hepi dibilang kurusan, yang sini hepi dibilang gendutan. Ah, dasar manusia.😀

Saya pun beli timbangan badan memantau berat badan setiap pagi dan sore. Haha setres. Eh, tapi saya udah nambah kok beratnya, walopun cuman 2 kg. Lumayan lah. Targetnya minimal 50 kg. Doakan saya!

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

2 thoughts on “Pasca Laparotomy : Tapros #2 dan #3”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s