Berpulang

Kenangan 2780 hari bersama Rizqi
Kenangan 2780 hari bersama Rizqi (koleksi foto dari ayahanda Rizqi, M. Fajar)

Kamis, 7 Juli 2016/2 Syawal 1437 H adalah hari yang tidak terlupakan untuk keluarga besar kami, terutama untuk keluarga kecil kakak saya.

Muhammad Nur Rizqi, si bungsu dari kakak saya berpulang dikarenakan sakit di usianya yang baru 7 tahun 8 bulan.

Hampir setahun yang lalu, Rizqi didiagnosa medulloblastoma, yaitu cancerous brain tumor. Tumor terletak di otak kecil dan bisa menyebar ke batang otak dan jaringan sekitarnya.

Gejala mulai muncul Ramadhan tahun lalu, yaitu mual dan bertambah pusing tak terkira. Diagnosa awalpun tidak langsung mengarah ke medulloblastoma. Sempat dikira usus buntu, bahkan tindakan operasi pengambilan usus buntu pun juga dilakukan pada bulan Ramadhan 1436 H/2015 M. Namun dua minggu terakhir bulan Agustus 2015, Rizqi kembali mual dan muntah.

Di awal bulan September 2015, melalui serangkaian pemeriksaan intensif (MRI), diagnosa medulloblastoma ditegakkan. Walaupun berat menerima diagnosa tersebut, kedua orangtua Rizqi harus tetap kuat untuk bersegera mengambil langkah medis demi kesembuhan anak tercinta.

11 September 2016, operasi pemasangan selang/shunt di kepala untuk mengeluarkan cairan berlebih di kepala. Operasi dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tidak sampai seminggu (16 September 2015) Rizqi diperbolehkan pulang.

Selang satu hari, tepatnya 17 September 2015 tingkat kesadaran Rizqi menurun dan dibawa ke RSUP Dr. Sardjito. Keesokan harinya dokter memutuskan untuk operasi pengambilan tumor. Operasi dilaksanakan tanggal 21 September 2015. Rizqi dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) selama 1 minggu dan 1 minggu berikutnya berada di Bangsal Cempaka Mulya. Tanggal 3 Oktober 2015, Rizqi diperbolehkan pulang.

Dua minggu kemudian, 17 Oktober 2015 kesadaran Rizqi kembali menurun dan kembali dirawat di PICU. Hasil CT Scan menunjukkan bahwa adanya kenaikan volume cairan di rongga-rongga kecil di otak, sehingga dokter menyarankan pemasangan selang/shunt yang kedua. Tanggal 27 Oktober 2015,  operasi dilaksanakan.

12 November 2015, radioterapi mulai dijalankan. Pada saat itu, sejak masuk rumah sakit Rizqi dalam keadaan tidak sadar, bahkan sampai 28 hari. Alhamdulillah 17 November 2015, kesadaran berangsur membaik. Perawatan dilanjutkan di bangsal anak. 4 Desember 2015, Rizqi diijinkan untuk pulang.

Selama dirawat di rumah, Rizqi tetap punya jadwal radioterapi dan fisioterapi di rumah sakit. Ya, tumor otak ini bisa mengganggu fungsi susunan syaraf motorik, pencernaan, penglihatan, dan pernafasan. Kondisi ini membuat Rizqi tidak bisa beraktivitas dengan leluasa, ga bisa sekolah dan main seperti biasa, tapi semangatnya luar biasa. Tetap melakukan aktivitas yang masih dia bisa, menggambar, sholat walau di tempat tidur, dan nonton kartun. Didukung oleh orangtua yang luar biasa pula. Sabar dan teguh dalam berusaha, tidak kenal menyerah.

Kontrol teratur terus dilakukan. Bulan Januari – April 2016 kondisi Rizqi terus membaik, bahkan udah latihan jalan pake walker yang dibelikan Mbah Kakungnya. Trus dengan kursi roda, diajak jalan-jalan beberapa kali sama bapak, ibu, dan kakaknya. Naik kereta maupun mengunjungi museum dirgantara.

Sekitar bulan Mei 2016, Rizqi mulai merasakan sakit di punggung. Melalui MRI diketahui adanya penyebaran/metastate di beberapa ruas tulang belakang. Rizqi kembali dirawat di RSUP Dr. Sardjito sekitar akhir Mei 2016. Rizqi kembali menjalani radioterapi dan kondisinya pun membaik. Hampir saja Rizqi diperbolehkan pulang agar bisa berlebaran di rumah.

Namun, beberapa hari jelang lebaran Idul Fitri, kondisi Rizqi perlahan mulai menurun. Hasil CT scan terakhir menunjukkan bahwa massa tumor di otak masih ada. Suhu badan naik, detak jantung sangat cepat, dan nafas mulai berat.

Rabu malam, 6 Juli 2016 pukul 22.30 WIB tim dokter memanggil kedua orangtua Rizqi untuk menjelaskan kondisi, serta berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Kedua orangtuanya memutuskan untuk tidak mengambil tindakan medis lainnya dan menandatangani surat pernyataan. Pasti sungguh berat bagi Mas Fajar dan Mbak Andi untuk mengambil keputusan ini, namun ini yang terbaik untuk Rizqi.

Kamis, 7 Juli 2016 pukul 02.24 WIB, Rizqi dinyatakan meninggal dunia didampingi kedua orangtuanya. Selama hampir 45 hari dirawat di rumah sakit hingga kembali ke haribaan di lebaran hari kedua, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 Mbah Kakungnya.

Perjuangan Rizqi selama satu tahun ini telah berakhir. Telah disembuhkan dan diangkat sakitnya oleh Sang Maha Kuasa.

Setelah Subuh, Rizqi dimandikan di Unit Forensik RSUP Dr. Sardjito oleh petugas dan kedua orangtuanya. Suasana haru sangat terasa. Sekitar pukul 06.00 pagi, jenazah Rizqi dibawa ke rumah duka, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga dari pihak ibunya di Dusun Kajar, Bambanglipuro, Bantul.

Rizqi di mata saya adalah keponakan yang cool. Pembawaannya lebih tenang dibanding anak-anak seusianya. Bahkan saat sakit pun tidak banyak mengeluh. Lebih suka aktivitas menggambar, membuat bangun ruang dengan mainan-mainannya. Khas dengan suaranya yang nge-bass. Ya Allah, ketika menulis ini pun, masih ada rasa tak percaya kalo Rizqi sudah tidak bersama kami lagi. 

Tulisan ini saya buat untuk mengenang Muhammad Nur Rizqi, keponakan laki-laki saya. Mengenang perjuangan dan semangatnya dalam menjalani takdir. Namun, apa yang saya tulis tidak akan mampu menggambarkan perjuangan Rizqi. Tak sanggup pula mewakili keteguhan dan semangat juang, serta kehilangan yang teramat sangat yang dirasakan oleh orangtua Rizqi, yaitu Mas Fajar dan Mbak Andi, juga 2 kakak perempuannya, Galuh dan Anin.

Ucapan terima kasih untuk seluruh tim dokter, perawat, staf RSUP Dr. Sardjito yang telah merawat Rizqi dengan sabar dan telaten. Terima kasih pula untuk keluarga besar, saudara, teman atas doa-doa dan kepeduliannya selama ini bahkan sampai detik ini. Dan tentu saja puji syukur pada Allah sebagai sumber kekuatan kami. 

Semoga kami semua mampu mengambil ibrah/hikmah dari setiap ketetapan Allah SWT. Tidak sekadar melewati peristiwa demi peristiwa, namun mampu mengambil pelajaran sehingga kami menjadi hamba Allah SWT yang lebih baik lagi.

Berpulangnya Rizqi, kembali mengingatkan kepada saya bahwa kematian adalah suatu kepastian, walaupun tidak tahu kapan waktunya tiba. Bahwa setiap yang berjiwa akan merasakan mati.

Innalillaahi wa innailaihi roji’un. Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada Allah pula kami kembali. Selamat jalan, Rizqi. Semoga Allah tempatkan dirimu di tempat terbaik. Semoga kelak engkau menjadi syafaat bagi kedua orangtuamu. Aamiin ya robbal alamin.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

11 thoughts on “Berpulang”

  1. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..
    Turut berduka yang sedalamnya, Mbak..
    Insya Allah Rizqi sudah berada di surga Allah menunggu ayah dan bunda tercintanya..

    Like

  2. Satu tabungan akhirat yang akan menjadi penjemput kedua orang tuanya kelak di jannah Nya.
    Saya jadi ingat kalimat dalam nasehat Syaikh Athoillah As Sakandary, “Sawaabiqul himam la takhriqu aswaara al-aqdaar, kerasnya/menggeloranya semangat perjuangan tidak akan dapat menembus tirai takdir.”
    Segenap daya dan upaya telah dilakukan demi kebaikan sang putra, tapi ternyata Alloh lebih menyayanginya. Selamat jalan Nak..

    Like

  3. Mba Anna,
    Saya mengenal mas Rizky dari wall fesbuk mas Fajar dan cerita2 blio saat sesekali saya bertemu atau diskusi lwt sosmed shg saya merasa bahwa sosok Rizky sdh mjd bagian dari saya.
    Cinta kita kepada mas Rizky takkan mengalahkan rasa sayang Gusti Allah kepada mas Rizky…
    Bagi saya pribadi, ada rasa bangga d
    Mas Rizqi adalah pejuang tangguh, darinya kita belajar ttg semangat hidup dimana kematian adalah puncak perjuangannya.
    Penghuni Surga bersukacita menanti kedatangan mas Rizky…

    Amin…

    Like

  4. إن شاءالله
    Semua akan diberikan yang terbaik oleh الله سبحانه وتعالى
    Saya tidak bisa berkata…hanya doa untuk almarhum dan keluarga
    اللهم اغفرله وارحمه وعافه و اعف عنه

    Salam untuk semua keluarga yg ditinggalkan…kebaikan dan kesabaran seluruh keluarga akan dicatat sebagai kebaikan yg terbaik oleh الله سبحانه وتعالى

    أمين ياربّ العالمين

    Like

  5. Al Fatihah buat mas Rizky………….
    alhamdulillah sempat kenalan dengan mas Rizky di hari2 terakhirnya.
    semoga mas Rizky bisa jadi pembuka jalan surga bagi ayah dan ibunya…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s