Alasan untuk kembali ngeblog

Bulan Desember 2018 ini, menjadi momen kembalinya saya aktif menulis lagi setelah 8 bulan vakum. Sebelumnya intensitas postingan juga udah menurun. Jadi bisa dibilang 2 tahun kurang dikit lah saya banyak hibernasi, on off gitu.

Bahkan blog sempat saya bikin private. Alhamdulillah belum saya hapus, loh. Coba kalo udah saya hapus, dan kemudian saya pengen nulis lagi? Bisa menyesal berkepanjangan, deh.

Lalu, kenapa saya pengen ngeblog lagi?

1. Saya ingin berlatih menulis lagi.

Belajar mengungkapkan pikiran kita secara tertulis. Tulisan melalui proses penyuntingan. Memilih kata yang tepat, membuat alur penyampaian, serta dapat dibaca berulang sebelum kita tekan tombol ‘terbitkan’.

Sebuah tulisan di blog ini tidak pernah sekali jadi, loh. Perlu berhari-hari. Karena saya bukan penulis handal yang berlimpah ide. Bisa lama, bahkan beberapa kali batal terbit. Hanya jadi draft entah sampai kapan.

Bikin status di sosmed juga menulis, lho itu?

Beda banget, coy. Kalo di sosmed kadang kita, eh kita, saya maksudnya, terburu nafsu untuk tekan ‘share’ atau post. Eh, udah terlanjur dikomen, di-like, di-screenshoot, trus kita hapus. Agak wagu. 😄

Kalo di blog, rasanya kalo belum final ga bakal di-post, deh. Entaran aja. Sampai hati berasal sreg, baru diterbitkan. Gitu, kan?

Jadi, melalui blog selain belajar menulis, secara tidak langsung kita belajar untuk berpikir lebih panjang sebelum menyampaikan opini.

2. Saya pengen menjadi lebih kalem.

Apa nih, maksudnya?

Sejak saya jarang menulis, saya kehilangan tempat untuk menyalurkan apa yang ada di pikiran. Akhirnya, pikiran-pikiran itu saya salurkan lewat bicara. Ngomong. Atau tepatnya ngomel.

Padahal yang namanya ‘ngomong’ itu, minim waktu untuk editing. Sekali kata meluncur dari mulut, udah lah tidak bisa dicabut lagi. Adanya cuman nyesel, duh kenapa tadi ngomong gitu, sih?

Beneran. Saya jadi lebih sering complain dan kebanyakan ngomel. 😢

Semoga dengan rajin nulis lagi, saya jadi lebih sabar dan kalem, yah. Aamiin ya Allah.

3. Saya pengen mencatat informasi-informasi penting.

Tahun 2018 ini, saya banyak mengurus hal-hal yang bersifat administratif. Mulai dari perpanjangan paspor saya dan suami, bikin paspor baru untuk bapak, daftarin umroh bapak dengan segenap syarat administrasinya, urus perpanjangan SIM A, dan bikin SIM C baru untuk saya.

Nah, karena nggak saya tulis di blog, udah lupa-lupa inget deh apa aja langkahnya. Padahal kalo ditulis di blog, pasti bermanfaat untuk saya dan insya Allah untuk orang lain.

4. Momen seru dalam hidup ini bisa tercatat dengan rapi.

Semalam saya baca-baca lagi tulisan lama saya. Banyak tulisan yang mengingatkan kembali pada peristiwa-peristiwa yang telah lalu.

Ohya, semakin usia bertambah, semakin berkurang daya ingat seseorang. Jadi mudah lupa terhadap hal-hal yang belum lama terjadi. Nah, dengan menulis kita mendapat 2 keuntungan sekaligus.

Pertama, saat proses menulis berlangsung, kita akan berusaha mengingat apa yang sudah terjadi dan itu akan lebih menguatkan memori di otak kita.

Kedua, saat tulisan sudah selesai, itu jadi semacam catatan yang bisa kita baca lagi di kemudian hari.

***

Jadi, gimana sudah yakin aktif blogging lagi? Bismillah, semoga kembalinya saya menulis bisa bermanfaat (paling tidak) buat diri sendiri dan syukur-syukur untuk orang lain. 😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s