Keselamatan saat bersepeda

Belum lama ini saya mengalami 2 kejadian yang berkaitan dengan keselamatan saat bersepeda. Yaitu jatuh karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit dan jatuh karena ditabrak sepeda motor.

Gimana ceritanya?

1. Jatuh karena kondisi tubuh yang tidak fit.

Sabtu, 30 Maret 2019 adalah saat saya dan teman-teman pesepeda lipat melakukan kegiatan survey rute J150K (Jogja 150 kilometer). Start dan finish dari Balaikota Yogyakarta. Rencananya saya cuman mau ikut sampai pertigaan Janti, sekitar 5 kilometer dari Balaikota. Tapi ya gitu, saking asiknya gowes bareng dan adrenalin terpacu tinggi, jadi lupa. Akhirnya kebawa rombongan sampe ke daerah cangkringan.

Kebetulan ini adalah kali pertama saya menggunakan sepatu cleat/sepatu berkait. Lagi belajar.

Di kilometer 20, saya mulai merasakan kram kaki dan sedikit berkunang-kunang. Saya meminta teman yang sudah membantu mendorong saya, untuk menepikan sepeda. Eh, ketika udah sampai di pinggir, saya lupa kalo pake sepatu cleat. Jatuh deh. Kemudian saya bangun, berdiri dan memarkir sepeda. Nah, setelah itulah saya nggak sadar.

Ketika sadar udah dikerubungi banyak orang. Rupanya saya sempat pingsan beberapa waktu. Teman-teman kasih pertolongan pertama agar saya tetap sadar, kasih minum anget, tangan saya digerakkan ke atas agar aliran oksigen menjadi lancar. Tapi kondisi saya tidak segera membaik dan akhirnya dibawa ke IGD terdekat untuk mendapatkan bantuan oksigen serta obat pereda nyeri (ibuprofen). Ga tau kenapa perut saya tiba-tiba nyeri.

Singkat kata ternyata tensi dan HB agak turun di bawah normal.

2. Jatuh karena ditabrak motor

Ahad, 14 April 2019, saya bersepeda berdua saja dengan suami. Iya, lewat rute yang sama dengan kejadian di atas. Bedanya, saya lagi fit sehingga kuat-kuat aja lewat situ. Hehe.

Nah, tibalah kami di sebuah simpangan tanpa traffic light di Jalan Palagan, Sleman. Kami dari arah timur mau menyebrang ke barat. Saat itu kendaraan dari arah utara atau kanan saya telah berhenti, dan menyeberanglah saya dengan menuntun sepeda. Eh, ternyata ada motor yang nyelonong sehingga menabrak saya.

Saya jatuh terbanting dan ketindih motor. Alhamdulillah, saya masih bisa melanjutkan perjalanan pulang. Padahal sebenernya masih pengen gowes lebih jauh lagi. Roda depan agak nggobik alias gak center lagi. Badan lebam-lebam tapi gak ada yang serius. Alhamdulillah masih diberi keselamatan.

LESSONS TO LEARN

Okay, dua kejadian di atas really got me thinking. Sedikit banyak memberi pelajaran penting buat saya terutama soal keselamatan bersepeda. Berikut pelajaran yang saya ambil :

1. Pemanasan sebelum berolahraga

Siapa yang kalo mau sepedaan langsung mancal aja sampai lupa warming up? Saya.

Pemanasan dibutuhkan agar otot dan tubuh lebih siap. Nggak ujug-ujug dipake bekerja keras untuk latihan inti, misal bersepeda. Pemanasan ini penting untuk menghindari cidera. Saat pemanasan ini pula, tubuh diberi waktu untuk memberi sinyal-sinyal atau alarm jika ada sesuatu yang kurang beres.

2. Baca alarm tubuh dengan seksama dan jangan memaksakan diri.

Nah, seperti yang ditulis dalam poin 1 tentang adanya alarm tubuh.

Tubuh kita adalah ciptaan Allah Yang Maha Pandai. Ketika terjadi sesuatu yang tidak beres, secara otomatis akan ada tanda-tanda yang muncul. Misal pusing, mata berkunang-kunang, dada sesak, nafas tersengal-sengal, kaki kram, atau yang lain.

Seandainya tanda-tanda seperti itu muncul, jangan paksakan tubuh untuk bekerja lagi. Tapi tidak dengan berhenti tiba-tiba ya, gradually kurangi aktivitas. Kalo bersepeda ya menepilah kemudian jangan langsung duduk atau berbaring. Tubuh tetap bergerak pelan, kurangi aktivitas secara bertahap hingga akhirnya benar-benar berhenti untuk beristirahat.

Misal dengan berjalan pelan dengan menggerak-gerakan tangan ke atas agar aliran oksigen ke tubuh terutama kepala menjadi lebih lancar.

Anyway, terkadang adrenalin yang meningkat membuat kita lupa atau mengabaikan alarm yang muncul. Apalagi kalo olahraganya bareng-bareng teman. Too excited sehingga jadi memaksakan diri.

3. Gunakan perlengkapan bersepeda secara lengkap dan dengan baik.

Kejadian saya ditabrak motor itu tentu akan berakibat lebih fatal jika saya nggak pake helm, sarung tangan dan sepatu.

Alhamdulillah kepala emang nggak kebentur, tapi tangan dan kaki saya sempat ciuman sama aspal. Beruntung sarung tangan dan sepatu yang saya pakai berhasil melindungi. Ga banyak lecet yg saya dapat.

So, jangan sepelekan penggunaan perlengkapan itu ya.

4. Stay alert alias waspada

Selain berhati-hati, selalu waspada adalah hal yang sangat penting. Nah agar selalu waspada, sebaiknya tidak menggunakan earphone untuk mendengarkan musik saat bersepeda.

Pendengaran kita menjadi kurang peka dengan suara lain di jalanan, yaitu klakson atau kendaraan lain.

Kurang waspada berakibat kurang hati-hati. Kurang hati-hati berpotensi mencelakakan diri sendiri maupun orang lain.

5. Berdoa.

Poin-poin yang sudah saya tulis di atas adalah usaha manusia untuk menjaga keselamatan. Namun, ijin Tuhan-lah yang menentukan.

Sehingga, berdoa adalah poin penting yang tak boleh ditinggalkan. Berdoalah sebelum dan sesudah beraktivitas. Memohon perlindungan Tuhan dari segala marabahaya serta tak lupa bersyukur saat sesi latihan/olahraga telah usai.

***

Sejauh apapun jarak yang mampu ditempuh, setinggi apapun tanjakan yang mampu ditaklukkan, semua akan lebih berarti ketika kita pulang dalam keadaan sehat, selamat tidak kurang suatu apapun.

Stay safe, stay alert, be careful ya!

2 Comments

  1. Wah aku jg abis opname krn typus mbak, lama ga gowes trus tanpa pemanasan dan malamnya begadang langsung gowes. Seninnya KO, cek darah ternyata typus. Langsung kena omelan ibu dan suami. Emang harusnya pemanasan dan baca alarm tubuh ya mbak. Nice article, keep sharing ya

    Like

    1. Waduh mbak Irma..
      Badannya belum ready langsung kerja keras, jadi sakit deh. Tapi udah sehat kan?

      Besok2 lagi pake pemanasan ya. Walaupun aku juga suka lupa 😁

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s