Terapi Visanne (12 box)

Yuhuuu, lama nggak cerita tentang adenomyosis yah di blog ini. Apakabar update situasi di dalam perut ini ya?

Ngomong-ngomong sudah hampir 1 tahun terakhir saya minum obat hormon nih, guys. Namanya Visanne, sebuah merk untuk pil hormon yang harus diminum 1×1 setiap hari. Harus pada jam yang sama. Alhamdulillah bisa dibilang saya bisa tertib, walaupun kadang agar mundur waktu minumnya.

Seingat saya, saya mulai minum sekitar bulan Juli 2019. Gara-gara pada beberapa bulan sebelumnya, sakit saat menstruasi terasa lebih parah dan lebih lama. Sempat terpikir untuk operasi (lagi), namun dokter ga langsung bilang iya. Coba diterapi obat hormon dulu aja.

1 box visanne terdiri dari 28 pil, dan saya udah habis 12 box. Ini lagi jalan box ke-13. Harganya cukup lumayan, sekitar 700 ribuan. Untungnya bisa dicover asuransi kantor suami, 1 box tiap bulan. Jadi, harus rutin konsultasi ke dokter kandungan.

Selama hampir 1 tahun minum Visanne, apa aja yang terjadi di saya? (efek ke setiap individu tidak selalu sama).

1. Efek samping.

Menurut kertas yang tersimpan di box, visanne memiliki efek berupa pendarahan tidak teratur hingga berhentinya menstruasi. Nah kalo saya lebih ke pendarahan tidak teratur. Fyi, sebelum minum obat ini menstruasi saya teratur, flow-nya normal, dan sakit parah (efek myoma dan adenomyosis).

Di beberapa bulan awal penggunaan visanne (Juli sd Oktober 2019), dalam 1 bulan saya bisa pendarahan 2 kali dengan flow yang lebih sedikit dibanding menstruasi biasa. Bikin bingung lah, ini mens atau bukan. Kadang suka ragu2, sholat atau nggak. Jadi tetap ada hari-hari ‘bersih’. Dokter bilang, it’s normal.

Nah, setelah 5 bulan minum Visanne, saya sempat bersih terus selama 1 bulan. Kalo pun keluar cuman semacam flek gitu. Saat konsultasi ke dokter, dia bilang ini bukan darah menstruasi. Jadi tetep bisa sholat.

Anyway, ada kejutan setelah minum di bulan ke 6 (Januari sd Maret 2020). Saya mengalami pendarahan terus menerus hampir 2 bulan lebih. Bahkan ada masa heavy flow, kayak kalo lagi mens gitu. Bener2 bikin nggak nyaman dan harus rajin ganti pembalut. 😥 Waktu itu, sempat terpikir untuk menghentikan penggunaan obat. Tapi ketika konsul ke dokter, tetep diminta lanjut.

Bahkan dokter bilang, dia punya pasien yg minum Visanne selama 6 tahun. Dan baik-baik aja. Okay.

Ohya, saya sempat dikasih obat untuk menghentikan pendarahan yaitu Kalnex. Tapi ternyata saya alergi dengan obat tersebut. Sekujur badan gatal-gatal. Penggunaan obat dihentikan.

Saat ini, setelah 9 bulan minum Visanne (April sd sekarang / Mei 2020) saya cuman ngeflek aja. Kadang bersih, kadang ngeflek. Pernah juga pendarahan tapi jarang dan cuman sedikit.

2. Mengurangi sakit secara signifikan

Yups, harus diakui obat ini membuat saya pain free. Jarang banget ada nyeri di bagian perut bawah. Kalo pun ada nyeri, perut cukup diangetin dan istirahat aja. Alhamdulillah membuat saya bisa beraktivitas dengan leluasa 🥰. Beda banget dulu ketika sebelum minum obat ini, setiap bulan ada masa-masa di mana saya cuman bisa baring aja di tempat tidur. Selain karena perutnya sakit, saya jadi lemes banget dan jadi gampang sakit. Entah pilek atau batuk atau bahkan dua-duanya.

Terus terang saya juga merasakan dilema, antara mau lanjut atau berhenti minum. Kalo lanjut, mau sampai kapan? Mengkonsumsi obat secara jangka panjang tentu memiliki efek samping di kemudian hari (semoga nggak ya). Kalo berhenti, jujur saya nggak siap harus mengalami sakit parah saat pra dan menstruasi, bahkan pasca pun juga masih gak sehat. Dulu, dalam 1 bulan hanya 2 minggu saya berasa sehat. Selebihnya kesakitan.

Sempat saya berencana untuk menghentikan obat ini setelah 12 box, tapi mengingat sekarang lagi pandemik Covid-19, saya putuskan untuk teruskan obatnya. Supaya kondisi tubuh saya tetap sehat dan ga gampang sakit.

3. Namun tidak menyembuhkan.

Iya, sayangnya Visanne tidak menyembuhkan kondisi adenomyosis dan myoma uteri. Berdasarkan hasil USG, mereka masih saja ada di rahim saya. Namun dalam kondisi tidak aktif, atau tidak bertumbuh. Saat ini kondisi rahim saya masih bulky (tebal) dengan jaringan endometrium yang tumbuh di dalam dinding rahim.

4. Penambahan berat badan.

Ini dia yang sempat bikin khawatir. Saya sempat mengalami kenaikan berat badan sekitar 5 kilogram setelah 3 bulan minum Visanne. Tapi saya yakin faktor penyebabnya bukan hanya karena minum obat hormon ini. Pola makan saya saat itu juga acak adut.

Makanya kemudian saya memperbaiki pola makan dan tetap berolahraga. Alhasil, berat badan bisa turun tapi perlahan. Ga usah buru-buru kurus, pelan-pelan aja. 😁

5. Penggunaan pembalut

Karena ngeflek atau pendarahan tidak teratur, membuat saya harus selalu menggunakan pembalut atau panty liner. Setiap sebelum sholat, harus ganti supaya bersih.

Nggak kebayang tidak nyamannya kulit di area sensitif plus seberapa banyaknya nyampah panty liner atau pembalut kan?

Solusinya saya menggunakan pembalut kain. Seperti pembalut sekali pakai, pembalut kain juga ada beberapa ukuran. Karena (saat ini) saya cuman ngeflek-ngeflek aja, pake yang tipis aja. Pembalut kain bisa di cuci dan dipakai berulang. Nggak nyampah dan nyaman di kulit.

Awalnya memang merasa repot harus nyuci setiap hari, tapi menurut saya kerepotan itu nggak seberapa dibanding rasa nyaman dan rasa puas karena nggak nyampah. 😍

***

Yes, that’s it pengalaman saya mengkonsumsi Visanne hampir 1 tahun ini. Pilihan terbaik buat saya saat ini adalah meneruskan mengkonsumsi Visanne. Walaupun efek terbesarnya adalah membuat saya tidak subur. Tapi ya sudah, saya harus berdamai dengan situasi dan kondisi ini. Semoga Allah meridhoi langkah ini. Aaamiin. 🙂

Buat yang mungkin mengalami kondisi yang sama dengan saya, tetap semangat ya!

7 Comments

  1. Saya juga konsumsi Visanne 6 bulan ini dan efeknya mmg rasa sakitnya hilang dan bisa aktivitas, tp berpikir sampai kapan konsumsinya karena bikin bad mood. Trs saya coba berhenti dgn seizin dokter saat puasa ini, tapi baru beberapa hari, sakit itu yg setahun hilang, muncul kembali, tidak bisa aktivitas. Jadi sedih, Mbak. Sepertinya saya akan kembali konsumsi Visanne. Saya belum menikah, tapi kepikiran terus soal anak kalau konsumsi ini.

    Like

    1. Hai Nana.. Saya bisa merasakan kesedihan kamu. Pasti dilematis yak. Dokter saya, punya pasien yg 2021 ini merupakan tahun ke-7 pake visanne. Pasien ini juga belum menikah. Sabar ya Nana 🤗

      Anyway, saya udah 2 tahun ini minum Visanne. Sama dokter diminta utk minum kalsium yg cukup, seperti CDR. Mungkin kamu perlu juga.

      Tetap semangat ya ❤️

      Like

  2. mbak annnaaaaa… smangat!!! btw, ada notif di blog soal komentar saya di blog mba anna yg tentang laparotomy, akhirnya ngalamin sendiri…ahahahaha…

    semoga kesabaran dan rasa ikhlasnya dapat pahala yang banyak…aamiin

    Like

    1. Masya Allah oyeeen…

      Semoga oyen udah sehat seperti semula ya. Insya Allah sabar ikhlas kita berbalas pahala.. Aamiin ya robbal alamin 😍😍😘😘

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s