8 Manfaat Menulis di Blog

Ahad, 5 Februari 2017 notifikasi dari wordpress kembali saya terima. Hari ini blog My Home Sweet Home genap berusia 8 (delapan) tahun! Sewindu sudah saya menulis di blog ini, dengan tema-tema ringan seputar kehidupan. Tepatnya seputar kehidupan saya, namanya juga blog pribadi. 🙂

Sebenernya saya sendiri cukup surprised kalo blog ini bisa bertahan selama 8 tahun. Padahal saya moody banget kalo nulis, plus tergantung ketersediaan waktu. Di sisi lain, saya belum pernah berniat untuk berhenti ngeblog. Bisa jadi karena saya udah ngerasain asik, seru, dan manfaatnya ngeblog. 

Berikut 8 manfaat yang bisa didapetin dari ngeblog, versi saya :

 

1. Belajar menulis.

Menulis di blog membuat saya belajar mengungkapkan apa yang saya rasakan, pikirkan, dan alami ke dalam bentuk tulisan.

Ketika di awal masa ngeblog saya masih dalam tahap mencari cara menulis yang nyaman dan sesuai karakter saya. Ada masa ketika saya mencoba menirukan gaya menulis blogger lain, tapi jatuhnya nggak cocok dan jauh dari kepribadian saya. Gak asik aja rasanya.

Ada masanya pula ketika saya terlalu mikir ketika nulis, bagus nggaknya, dibaca orang lain atau nggak. Akhirnya tulisan nggak jadi-jadi, jadi draft sampai berbulan-bulan. Duh.

Seiring berjalannya waktu, sepertinya saya udah menemukan gaya bahasa, cara menulis, pemilihan kata dan tema yang pas dan nyaman untuk saya. Lebih percaya diri karena nggak terlalu mikir, apakah dibaca atau nggak, di-like atau nggak, dikomen atau nggak. Namun, sebisa mungkin ada nilai manfaatnya, informatif, dan tidak merugikan.

Selama blog ini masih ada, proses belajar akan terus berlangsung.

 

2. Bisa curhat. 

Nah ini dia. Curhat adalah menu wajib untuk blog pribadi. Termasuk blog saya tercinta ini, banyak curhatan bertebaran di sana-sini. Hihi.

Tapi jangan salah, curhatan di blog ini tidak dalam rangka mencari simpati dan belas kasihan, loh. Karena biasanya curhatan saya posting setelah badai berlalu. Iya, masalah udah kelar curhatan mengudara kemudian.

Ketika menulis curhatan, saya seperti sedang mengurai benang kusut di dalam hati dan pikiran. Sehingga ujung dan pangkal masalah jadi lebih jelas, serta sisi terang dan hikmah akan muncul ke permukaan.

Maka tidak salah kalo menulis disebut sebagai salah satu terapi yang ampuh bagi hati dan pikiran yang sedang galau, selain berdoa tentu saja.

 

3. Kontemplasi.

Kontemplasi atau perenungan. Poin ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya, yaitu curahan hati.

Setiap masalah pasti punya jalan keluar, hanya saja terkadang perlu dicari. Salah satu cara saya mengurai masalah dalam rangka mencari jalan keluar adalah dengan menulis. Terkadang di hati dan pikiran itu terasa penuh karena berbagai hal campur aduk jadi satu. Saat menuliskan berbagai macam hal tadi, secara tidak langsung pula saya akan berkontemplasi. Semacam self-talk, memberi kesempatan diri saya sendiri untuk berkomunikasi dan berkaca.

Nggak cuman sekali dua kali, hati dan pikiran jadi lebih tenang dan mampu berdamai dengan diri sendiri setelah menulis di blog.

 

4. Sebagai buku catatan.

Blog ini menjadi seperti buku catatan untuk saya. Semacam buku corat-coret yang berisi berbagai hal yang perlu saya ingat. Gak harus penting, tapi perlu dicatat.

Misal, saat saya jalan-jalan ke suatu tempat. Kalo cuman foto tanpa cerita, setahun kemudian bakal jadi koleksi foto semata. Akan jauh berbeda, ketika ada tulisan yang menyertai menguatkan memori yang tersimpan. Biasanya saya tuliskan pula tips dan trik yang berguna saat mengunjungi tempat tersebut.

Di blog ini saya juga sering menuliskan tentang prosedur mengurus berbagai hal. Misalnya administrasi rumah sakit, penambahan nama di paspor untuk keperluan umroh, dan cara mendapat vaksin meningitis.

Ada juga catatan materi setelah saya mengikuti sebuah seminar. 

Catatan-catatan semacam ini bisa dibuka lagi saat saya membutuhkan suatu saat nanti.

 

5. Berbagi Informasi

Poin ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya. Saya ingin catatan yang saya buat dan posting memiliki manfaat, paling tidak untuk diri sendiri. Syukur-syukur juga untuk orang lain.

Salah satu postingan dengan tingkat kunjungan yang tinggi adalah Umroh #2 : Vaksin Mengintis, yang saya tulis bulan April 2015. Setiap hari selalu ada yang mampir ke postingan itu, rata-rata 20 visit. Padahal nggak saya promosikan ke mana-mana loh. Google-lah yang mengantar mereka ke sini. 🙂

Postingan itu adalah salah satu dari tulisan berseri catatan perjalanan saya ke tanah suci, alhamdulillah jika tulisan-tulisan itu bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Saya sendiri ketika blogwalking, lebih suka membaca postingan yang ditulis berdasar pengalaman empiris, betul-betul dialami oleh si penulis. Bukan sekadar katanya tapi karena mengalami secara langsung.

Berbagi informasi yang bermanfaat itu tidak ada ruginya.

 

6. Milestone

Milestone diartikan sebagai penanda atas kejadian-kejadian penting. Bisa juga penanda atas perkembangan suatu hal.

Blog ini pun juga mencatat berbagai kejadian penting dalam hidup saya. Sekali lagi ini blog pribadi, penting bagi saya belum tentu penting untuk orang lain. Hahaha.

Salah satu milestone yang tercatat di blog ini adalah progres saya dalam bersepeda. Kalo ngeliat postingan lama tentang gowes, keliatan banget bedanya dengan postingan gowes yang baru-baru. Keliatan kalo saya agak lebih strong dari sebelumnya, kan? Hihihi.

Beberapa blog lain bercerita tentang perkembangan anak, bisnis, karir atau apapun. Ya, progres terlihat jika perkembangan tercatat secara konsisten dan kontinyu.

 

7. Jadi pemeran utama.

Yeay, ini bagian favorit saya. Seperti yang saya tulis di profil saya, “a happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi”.

Di blog ini saya jadi pemeran utama, yang lain jadi supporting role alias pemeran pembantu. Hihi. I feel so special to have my personal blog. Tidak ada yang bisa melarang ketika di blog ini isinya tentang saya semua. Berbeda ketika saya lagi ngobrol dengan orang lain, sangat tidak etis kalo mendominasi pembicaraan, apalagi membicarakan diri sendiri terus. Nah, kalo di blog pribadi, itu sah! Hehehe.

Jadi harapannya nih, kalo udah jadi pemeran utama di blog, saat di kehidupan nyata saya bisa menahan diri dan sadar bahwa it’s not always about me. Ibaratnya saya harus siap jadi pemeran pembantu bagi kehidupan orang lain.

 

8. Legacy

Warisan.

Yang ini agak berat. Bagaikan pisau bermata dua, blog ini bisa jadi warisan yang baik tapi bisa juga jadi peninggalan kurang baik.

Saya nggak tahu sampai kapan blog ini bertahan, sampai kapan saya bisa konsisten menulis. Apa yang saya share di dunia maya tanpa batas ini, boleh jadi bertahan lebih lama dari usia saya. Kesadaran inilah yang membuat saya untuk berhati-hati dan berbagi hal yang baik-baik saja. 🙂 

 

***

 

Selain 8 poin di atas, masih banyak benefit yang didapat dari blogging. Salah satunya keuntungan secara finansial, dengan review produk ini itu, jadi buzzer, atau dari iklan.

Blog juga bisa sebagai pembuka peluang bisnis. Ada blogger yang memulai usaha kuliner setelah sering posting hasil masakan-masakan dia. Didukung dengan foto-foto yang menarik, jadi banyak yang ngiler pengen ngicip olahan dapurnya. Ada juga blogger yang bolak-balik dapat hadiah, keluar negeri gratis karena ikutan kuis dengan nulis di blog.

Beberapa penulis sukses juga berangkat dari menulis di blog. Tulisan mereka dinilai layak dimuat di media yang lebih besar atau dibukukan, bahkan difilmkan.

Bagaimana dengan saya? Masih setia di jalur blog pribadi. Sementara ini menulis hanya sebatas hobby, apalagi saya masih suka moody. Belum bisa menulis berdasar pesanan maupun dateline. 🙂 

Anyway, buat teman-teman sesama blogger, apapun jalur menulis yang kita ambil, saling menyemangati yah! 

Pesan saya buat kamu yang belum nulis, mulailah menulis. Bisa di blog, media sosial, atau media lainnya. Sayang loh punya berbagai pengalaman tapi tidak tercatat. Setiap kita adalah istimewa, menjalani pengalaman hidup masing-masing yang pasti memiliki hikmah dan pelajaran atau pun informasi yang bisa dibagi.

Selamat ulang tahun ke-8 blog tercinta!

*cover foto diambil dari howtomotivation.com

#CSA : 7 tahun dan seterusnya

Jumat, 5 Februari 2016. Saya mendapat notifikasi dari wordpress kalo sudah 7 tahun saya memiliki blog ini. Wow, kalo anak sekolah udah mau naik kelas 2 SD tuh.

Alhamdulillah, selama 7 tahun ini blog My Home Sweet Home tidak pernah bolong setiap bulannya. Seringkali berkomitmen untuk seminggu sekali bikin postingan, tapi gagal. Haha. Tapi syukurlah komitmen sebulan sekali posting tetap terjaga.

I feel special to have my personal blog, really. Tidak ada yang bisa melarang ketika di blog ini isinya tentang saya semua. Berbeda ketika kita lagi ngobrol, sangat tidak etis kalo mendominasi pembicaraan, apalagi membicarakan diri sendiri terus. Nah, kalo di blog pribadi, itu sah! Hehehe.

Blog saya ini ibarat buku tentang saya. Kalo mau ubek-ubek blog ini, you’ll know some part of me. My thoughts, my feeling, my experiences, my hobby, anything. But, still I keep some of personal things offline.

Lewat tulisan-tulisan di blog ini, saya mengabadikan hal-hal istimewa di hidup saya. Yang suatu saat, bisa saya baca kembali dan mensyukurinya.

Selamat ulang tahun My Home Sweet Home, semoga saya diberi umur panjang dan mampu mengisi blog ini dengan hal-hal yang bermanfaat.

Selamat datang tahun ke-8!

Menulis di Februari yang hampir habis

Hei Februari, mau kemana?

Awal bulan Februari ini saya mendapat notifikasi dari wordpress, bahwa sudah 6 tahun blog tercinta ini dibuat.

Blog ini hanyalah satu dari berjuta –atau bahkan lebih– blog yang ada di dunia tanpa batas ini. Tidak istimewa, isinya cuman cerita-cerita tentang saya. Ibaratnya blog ini adalah kumpulan cerita yang menjadikan saya sebagai pemeran utama. 🙂

Apa sih yang membuat saya nulis di blog?

Terus terang aja, saya terinspirasi oleh istri atasan saya yang dulu. Beliau sebagai istri seorang kepala daerah, business woman, masih sempat nulis di blog dan cukup aktif untuk blogwalking dan kopdar dengan blogger lain. Menulis tentang apa saja, tentang berbagai peran yang melekat di dirinya. Membaca sisi lain dari diri beliau. Tapi sekarang beliau sudah tidak aktif lagi nulis di blog, mengingat segala kesibukannya.

Tujuan nulis di blog?

Nggak ada yang spesifik, saya cuman pengen cerita. 🙂

Jumlah tulisan yang saya buat di blog ini termasuknya tidak banyak, akhir-akhir ini, hanya 1 sampai 2 tulisan saja perbulan. Bukan karena saya sibuk, tapi karena saya kurang membaca. Iya, modal orang nulis itu membaca, modal orang bisa ngomong ya membaca dan menulis. Saya mah baca status orang di sosial media. Hihi.

Makanya sekarang ini saya sedang memulai untuk kembali rajin membaca buku. Gak usah yang berat-berat, tapi satu buku habis, dilanjut ke buku yang lain dan seterusnya.

Setiap memasuki usia baru alias berulang tahun blog, saya mencoba menengok ke belakang melihat apa saja yang sudah saya tuliskan di sini. Melihat pula perubahan gaya bahasa tulisan yang saya gunakan dan pemilihan topik.

Jujur ya, ada beberapa tulisan yang saya turunkan statusnya dari published menjadi draft. Alasan kepantasan dan sepertinya kurang bermanfaat bagi pembaca maupun saya. Curhat yang too personal, ngomongin orang.. Hiks. *jadi malu sendiri*

Ya semakin ke sini.. saya sadar bahwa suatu ketika apapun yang kita bagikan di dunia maya itu bisa jadi bertahan lebih lama dari usia kita. Saya takut aja, suatu saat when I’m not around, tulisan-tulisan yang kurang manfaat itu akan mengirimkan dosa secara terus-menerus ke saya. Ngeri.

Berarti kalo nulis harus ada manfaatnya, ya? *ngangguk2*

Baiklah.

Selamat datang tahun ketujuh.

Masjid Sejangkauan Kaki Melangkah

Masjid Al-Anbiyaa Pesona Kotagede

 

Inilah Masjid Al-Anbiyaa, Perumahan Pesona Kotagede tercinta.

Masjid ini berdiri tepat di tengah-tengah perumahan kami, pintu depannya tepat berhadapan dengan rumah saya. Cukup 20 langkah saja dari pintu rumah sampai ke masjid. Masjid ini memang bukan masjid besar yang mempu menampung banyak jamaah, tapi mampu mengikat erat silaturahmi antar warga perumahan dan sekitanya.

Apalagi di bulan Ramadhan, warga komplek bergantian menyediakan takjil yang sengaja kami sepakati berupa makan besar. Sehingga kami pun tidak pernah masak untuk berbuka. Tinggal datang ke masjid, mendengarkan kajian singkat, dan buka bersama. 🙂

Semoga kami mampu menjadi orang yang hatinya selalu terikat pada masjid. Aamiin.

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

LOGO

 

Waktu yang mendewasakan..

Sampai juga pada titik ini, yaitu blog My Home Sweet Home berusia 5 tahun. Melalui perjalanan di blogspot, pindah ke dotcom, trus pindah lagi ke wordpress. Hihi, malah kebalik ya.. Biasanya tujuan akhir adalah dotcom, ini malah dari dotcom ke gratisan. Whatever that is, yang paling penting adalah blog ini tetep aktif selama 5 tahun terakhir.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar, paling tidak sudah ada 360 tulisan yang saya buat. Kalo di rata-rata ada 6 tulisan setiap bulannya.

Lima tahun juga bisa mencatat banyak hal yang saya lalui, dari yang sedih, senang, susah, bahagia. Dari yang penting sampe ga penting. Ternyata, bisa mencatat juga perubahan cara saya berpikir dan cara saya menuliskannya.

Sempat saya membaca tulisan-tulisan di tahun pertama saya ngeblog. Keliatan sekali saya belum menemukan cara menulis yang nyaman. Masih mencari-cari, bahkan mencoba meniru cara orang lain menulis. Belum lagi, saya masih cukup alay dan lebay nulisnya.. Jadi malu sendiri kalo baca lagi. Hihi. Tapi tak mengapa.. Waktu yang mendewasakan saya. Saya juga merasa udah menemukan cara menulis yang nyaman, yang ‘saya banget’. Termasuk bagaimana saya memilih topik tulisan.

Namun, waktu masih berjalan. Saya terus berproses menemukan cara dan pola dalam berpikir dan menuangkannya dalam tulisan. Tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri.

Saya ga bisa membayangkan, seandainya saya punya blog ini lebih awal lagi.. Misal sejak sebelum menikah, masih kuliah tentu saja topiknya akan beragam. Mulai dari jatuh cinta, galau, pasti ikut mewarnai tulisan saya. 🙂

Lewat tulisan ini, saya pengen bilang makasih buat kamu semua yang menyempatkan mampir dan baca, ninggalin komentar atau tidak.. Tetep terimakasih. Maaf juga kalo ada tulisan yang bikin ga nyaman ya.. Doakan saya tetap semangat berbagi melalui tulisan.

Daaan… Bersiap memasuki tahun keenam! 🙂

PS : photo captured by Aqied

It’s Complicated

Saya bersama Galuh dan Azizah, 2 ponakan yang mulai jadi gadis remaja.

Suatu ketika saya sedang membuka akun fesbuk saya.. Secara kebetulan melihat perubahan status relationship-nya ponakan yang kelas 1 SMA, berubah menjadi “it’s complicated”. Pengen sebenernya saya kasih komen, “ejieeeh yang complicated“. Tapi, saya tahan dirilah.. Nanti dianya malu. Ngerti ga ya dia yang dimaksud complicated. Hahaha.

Ketika buka fesbuk, atau socmed lain.. Saya suka kepo loh. Ngepoin ponakan, adik-adik sepupu yang masih sekolah atau yang masih kuliah. Just for fun, sekaligus kasih perhatian. Lucu aja baca status mereka yang kadang alay, cinta-cintaan, penuh kode, termasuk agar saya ga kudet (kurang apdet) dengan bahasa-bahasa anak sekarang.

Status mereka seputar tugas dari sekolah/kampus, tentang kegiatan di sekolah, sampe yang cinta-cintaan. Lucu. Atau kadang kami juga berbalas komentar, melibatkan ponakan, bapaknya, omnya, dan keluarga besar lain.

Sempat saya berpikir, diih.. Anak-anak ini alay banget. Apa-apa distatusin. Dicurhatin di socmed. Tapi.. Saya trus bayangin, coba dulu pas saya masih abegeh udah ada socmed macem sekarang. Ga beda juga kali ya.

Kalo soal curhat, trus ditulis.. Sedari dulu saya pun juga suka nulis di buku harian. Yang saya tulis, most of all adalah soal cinta-cintaan. Hihi. Dari cinta monyet sampe cinta kingkong 🙂 Yang jelas, cerita itu private buat saya aja.

Sekitar tahun 1999-2000an saya adalah pengguna mirc, ada yang tau? Itu loh buat chatting. Hehe, udah jadul banget. Waktu itu saya suka chatting dengan sembarang orang, dari berbagai kota dan negara. Alasannya mau praktek bahasa Inggris. Apakah pernah diisengin orang? Yap, pernah juga dikirimin gambar porno gitu.

Trus, tahun 2002an saya mulai punya email dan Yahoo Messenger. Tujuan utamanya lebih untuk kerjaan saya di stasiun radio. Waktu itu kan saya kerja part time di sebuah radio swasta. YM saya pake untuk komunikasi dengan kolega terutama dari music record company. Eh, tapi juga dipake buat flirting juga ding, tebar pesona juga iya. *pengakuan* 😀

Ohiya, masih di sekitar tahun itu saya juga punya friendster. Ada yang masih inget? Di situ user saling bertukar testimoni. Tapi saya lupa, kayaknya belum bisa nulis status macam di fesbuk ya? Tapi, lewat friendster inilah saya mengenal blogging.

Hanya saja, baik mirc, YM, friendster, atau blog pada waktu itu bisa terjangkau dengan effort tertentu. Harus ke warnet atau pake komputer yang ada di kantor. Artinya, ga setiap orang punya akses ke situ. Kalopun ke warnet, saya harus menyisihkan waktu maupun uang saku. Udah gitu, itu semua muncul ketika saya udah cukup umur, udah akhir-akhir SMA dan awal kuliah.

Beda dengan sekarang, semua itu bisa dalam genggaman. Pake hape udah bisa. Hampir setiap rumah pun punya akses internet. Artinya, anak-anak sekarang udah lebih mudah menjangkau dunia yang di luar sana, dunia maya yang luasnya sampe ga kebayang.

Di satu sisi, anak sekarang disuguhi berbagai kemudahan untuk mengakses informasi dari manapun.. Dari belahan dunia manapun. Tapi di sisi lain, mereka seperti digempur dari segala arah, padahal bisa jadi mereka belum punya filter yang bisa menyaring mana yang bener, mana yang salah, mana yang penting, mana yang kurang penting.

Setiap generasi punya tantangan jaman yang berbeda. Saya sih belum jadi orang tua, apalagi punya anak yang udah remaja bisa akses ini itu, jadi belum ngerasain khawatir yang banget-banget. Paling banter, saya jadi suka kepo dengan ponakan-ponakan.

Jadi, akhir tulisan ini tidak ditutup dengan sebuah kesimpulan, tapi justru pertanyaan.. Gimana baiknya orang tua maupun orang dewasa yang berada di sekitar remaja yang mulai aktif di dunia maya? What should we do?

Kata Kunci

kiri : view selama seminggu terakhir. kanan : views sebulan terakhir. Ga banyak, tapi lumayanlah.. (menghibur diri..hehe)

Belum lama ini, saya baru memperhatikan adanya view stats di dasbor blog saya. Saya baru ngeh, baru nyadar, baru ngerti.. tepatnya sejak saya pake hape pintar dan setelah pindah dari dotcom ke wordpress ini. Kebangetan emang.. udah berapa lama sih punya blog?

Ternyata, view di blog saya cukup lumayan loh. Rata-rata 50 view dalam sehari. Paling dikit 40 view, paling banyak 128 view. Buat saya sih, itu udah lumayaaaan banget, mengingat saya bukan seleb blogger, ga rajin-rajin banget posting, dan nggak rajin blogwalking. Plus juga ga monetizing.

Ga kebayang deh kalo yang seleb blogger, pasti view nya ratusan bahkan ribuan. Makanya bisa jadi lahan yang bagus untuk cari duit lewat blog.. Pasang iklan dan sebagainya.

Mulai tertarik nih dengan cari duit di blog? Errr… Belum sih. Masih bertahan dengan personal blog aja. Lagian pasti para silent reader akan protes kan kalo daku cerita-cerita, trus ujung-ujungnya ngomongin atau ngiklanin produk apa gitu.. Hehehe. #Halah.

Walaupun ga tertarik monetizing blog, saya suka penasaran, orang-orang bisa sampe ke blog ini, bagaimana jalannya? Iya kalo yang udah biasa ke sini ya udah ngerti jalannya, tapi yang nggak biasanya ke mari?

Kalo yang mampir ke blog ini lewat Facebook, twitter, atau instagram sih ga heran.. Karena saya emang share link blog ke sana. Tapi yang lain?

Ternyata eh ternyata, view yang cukup tinggi dari blog saya adalah… Postingan lama berjudul “Siasat Ruang Tamu Kecil Jadi Memikat“. Hehe.. Berasa saya interior Designer aja ya. Padahal itu tulisan iseng setelah saya pindah rumah. Lagi seneng-senengnya nata perabot. Ya rumah yang sekarang. Ternyata, banyak orang mampir ke blog ini karena kata kunci ‘sofa ruang tamu kecil’, ‘ruang tamu sekaligus ruang TV’ dan sebagainya yang berkaitan dengan ruang tamu di rumah yang berukuran mungil.

Selain itu, sering juga kan saya nulis tentang perjalanan saya ketika keluar kota. Salah satunya ketika tahun 2010 saya berkunjung ke Kendari, Sulawesi Tenggara dalam rangka menghadiri pernikahan adeknya suami. Kebetulan dapet orang sana dari Suku Tolaki dan saya menulis sebuah postingan berjudul “Pernikahan Suku Tolaki“, sebagai catatan pribadi semata.

Nah, ternyata (lagi) ‘Suku Tolaki’ juga jadi kata kunci yang cukup sering membuat orang akhirnya mampir ke blog saya.

Hm.. pantesan, saya pernah googling sesuatu, trus nyasar ke blog atau website yang justru ga ada hal yang saya cari. Adanya cuman deretan kata, yang tidak menyusun suatu kalimat, apalagi paragraf.. ya berbagai kata kunci itu tadi.. Dan tentu saja banyak iklannya. Berasa ketipu ga sih? Iya. Kamu pernah ngalamin?

Hmm.. jadi gitu ya.. Dahsyatnya kata kunci atau keyword. Telat banget nih saya ngertinya. Udah berapa lama sih punya blog kok lagi ngerti soal view dan kata kunci? 🙂 Saya sering baca istilah ‘nembak keyword/kata kunci’. Ini to maksudnya? *masih heran sendiri*

Tapi itulah dunia maya. You can get what you want and what you don’t. Bisa dapet yang kamu mau sekaligus yang ga kamu mau.

Trus? Ya gak kenapa-kenapa. Idealnya siiih.. Mau pake keyword atau kata kunci boleh aja, tapi jangan cuman sekadar ‘nembak’ agar view nya jadi tinggi, tapi isinya juga sesuai dong yah.

Taaaaapiiii.. itu soal pilihan masing-masing orang beraktivitas di dunia maya. Pilihan ada di tangan kita sendiri.. 🙂

kiri : search terms yang bikin orang mampir ke blog saya.. ternyata paling banyak tentang ruang tamu kecil. kanan : Tuh kan, postingan iseng tentang ruang tamu paling banyak dikunjungi 🙂