8 Manfaat Menulis di Blog

Ahad, 5 Februari 2017 notifikasi dari wordpress kembali saya terima. Hari ini blog My Home Sweet Home genap berusia 8 (delapan) tahun! Sewindu sudah saya menulis di blog ini, dengan tema-tema ringan seputar kehidupan. Tepatnya seputar kehidupan saya, namanya juga blog pribadi. πŸ™‚

Sebenernya saya sendiri cukup surprised kalo blog ini bisa bertahan selama 8 tahun. Padahal saya moody banget kalo nulis, plus tergantung ketersediaan waktu. Di sisi lain, saya belum pernah berniat untuk berhenti ngeblog. Bisa jadi karena saya udah ngerasain asik, seru, dan manfaatnya ngeblog. 

Berikut 8 manfaat yang bisa didapetin dari ngeblog, versi saya :

 

1. Belajar menulis.

Menulis di blog membuat saya belajar mengungkapkan apa yang saya rasakan, pikirkan, dan alami ke dalam bentuk tulisan.

Ketika di awal masa ngeblog saya masih dalam tahap mencari cara menulis yang nyaman dan sesuai karakter saya. Ada masa ketika saya mencoba menirukan gaya menulis blogger lain, tapi jatuhnya nggak cocok dan jauh dari kepribadian saya. Gak asik aja rasanya.

Ada masanya pula ketika saya terlalu mikir ketika nulis, bagus nggaknya, dibaca orang lain atau nggak. Akhirnya tulisan nggak jadi-jadi, jadi draft sampai berbulan-bulan. Duh.

Seiring berjalannya waktu, sepertinya saya udah menemukan gaya bahasa, cara menulis, pemilihan kata dan tema yang pas dan nyaman untuk saya. Lebih percaya diri karena nggak terlalu mikir, apakah dibaca atau nggak, di-like atau nggak, dikomen atau nggak. Namun, sebisa mungkin ada nilai manfaatnya, informatif, dan tidak merugikan.

Selama blog ini masih ada, proses belajar akan terus berlangsung.

 

2. Bisa curhat. 

Nah ini dia. Curhat adalah menu wajib untuk blog pribadi. Termasuk blog saya tercinta ini, banyak curhatan bertebaran di sana-sini. Hihi.

Tapi jangan salah, curhatan di blog ini tidak dalam rangka mencari simpati dan belas kasihan, loh. Karena biasanya curhatan saya posting setelah badai berlalu. Iya, masalah udah kelar curhatan mengudara kemudian.

Ketika menulis curhatan, saya seperti sedang mengurai benang kusut di dalam hati dan pikiran. Sehingga ujung dan pangkal masalah jadi lebih jelas, serta sisi terang dan hikmah akan muncul ke permukaan.

Maka tidak salah kalo menulis disebut sebagai salah satu terapi yang ampuh bagi hati dan pikiran yang sedang galau, selain berdoa tentu saja.

 

3. Kontemplasi.

Kontemplasi atau perenungan. Poin ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya, yaitu curahan hati.

Setiap masalah pasti punya jalan keluar, hanya saja terkadang perlu dicari. Salah satu cara saya mengurai masalah dalam rangka mencari jalan keluar adalah dengan menulis. Terkadang di hati dan pikiran itu terasa penuh karena berbagai hal campur aduk jadi satu. Saat menuliskan berbagai macam hal tadi, secara tidak langsung pula saya akan berkontemplasi. Semacam self-talk, memberi kesempatan diri saya sendiri untuk berkomunikasi dan berkaca.

Nggak cuman sekali dua kali, hati dan pikiran jadi lebih tenang dan mampu berdamai dengan diri sendiri setelah menulis di blog.

 

4. Sebagai buku catatan.

Blog ini menjadi seperti buku catatan untuk saya. Semacam buku corat-coret yang berisi berbagai hal yang perlu saya ingat. Gak harus penting, tapi perlu dicatat.

Misal, saat saya jalan-jalan ke suatu tempat. Kalo cuman foto tanpa cerita, setahun kemudian bakal jadi koleksi foto semata. Akan jauh berbeda, ketika ada tulisan yang menyertai menguatkan memori yang tersimpan. Biasanya saya tuliskan pula tips dan trik yang berguna saat mengunjungi tempat tersebut.

Di blog ini saya juga sering menuliskan tentang prosedur mengurus berbagai hal. Misalnya administrasi rumah sakit, penambahan nama di paspor untuk keperluan umroh, dan cara mendapat vaksin meningitis.

Ada juga catatan materi setelah saya mengikuti sebuah seminar. 

Catatan-catatan semacam ini bisa dibuka lagi saat saya membutuhkan suatu saat nanti.

 

5. Berbagi Informasi

Poin ini masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya. Saya ingin catatan yang saya buat dan posting memiliki manfaat, paling tidak untuk diri sendiri. Syukur-syukur juga untuk orang lain.

Salah satu postingan dengan tingkat kunjungan yang tinggi adalah Umroh #2 : Vaksin Mengintis, yang saya tulis bulan April 2015. Setiap hari selalu ada yang mampir ke postingan itu, rata-rata 20 visit. Padahal nggak saya promosikan ke mana-mana loh. Google-lah yang mengantar mereka ke sini. πŸ™‚

Postingan itu adalah salah satu dari tulisan berseri catatan perjalanan saya ke tanah suci, alhamdulillah jika tulisan-tulisan itu bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Saya sendiri ketika blogwalking, lebih suka membaca postingan yang ditulis berdasar pengalaman empiris, betul-betul dialami oleh si penulis. Bukan sekadar katanya tapi karena mengalami secara langsung.

Berbagi informasi yang bermanfaat itu tidak ada ruginya.

 

6. Milestone

Milestone diartikan sebagai penanda atas kejadian-kejadian penting. Bisa juga penanda atas perkembangan suatu hal.

Blog ini pun juga mencatat berbagai kejadian penting dalam hidup saya. Sekali lagi ini blog pribadi, penting bagi saya belum tentu penting untuk orang lain. Hahaha.

Salah satu milestone yang tercatat di blog ini adalah progres saya dalam bersepeda. Kalo ngeliat postingan lama tentang gowes, keliatan banget bedanya dengan postingan gowes yang baru-baru. Keliatan kalo saya agak lebih strong dari sebelumnya, kan? Hihihi.

Beberapa blog lain bercerita tentang perkembangan anak, bisnis, karir atau apapun. Ya, progres terlihat jika perkembangan tercatat secara konsisten dan kontinyu.

 

7. Jadi pemeran utama.

Yeay, ini bagian favorit saya. Seperti yang saya tulis di profil saya, “a happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi”.

Di blog ini saya jadi pemeran utama, yang lain jadi supporting role alias pemeran pembantu. Hihi. I feel so special to have my personal blog. Tidak ada yang bisa melarang ketika di blog ini isinya tentang saya semua. Berbeda ketika saya lagi ngobrol dengan orang lain, sangat tidak etis kalo mendominasi pembicaraan, apalagi membicarakan diri sendiri terus. Nah, kalo di blog pribadi, itu sah! Hehehe.

Jadi harapannya nih, kalo udah jadi pemeran utama di blog, saat di kehidupan nyata saya bisa menahan diri dan sadar bahwa it’s not always about me. Ibaratnya saya harus siap jadi pemeran pembantu bagi kehidupan orang lain.

 

8. Legacy

Warisan.

Yang ini agak berat. Bagaikan pisau bermata dua, blog ini bisa jadi warisan yang baik tapi bisa juga jadi peninggalan kurang baik.

Saya nggak tahu sampai kapan blog ini bertahan, sampai kapan saya bisa konsisten menulis. Apa yang saya share di dunia maya tanpa batas ini, boleh jadi bertahan lebih lama dari usia saya. Kesadaran inilah yang membuat saya untuk berhati-hati dan berbagi hal yang baik-baik saja. πŸ™‚ 

 

***

 

Selain 8 poin di atas, masih banyak benefit yang didapat dari blogging. Salah satunya keuntungan secara finansial, dengan review produk ini itu, jadi buzzer, atau dari iklan.

Blog juga bisa sebagai pembuka peluang bisnis. Ada blogger yang memulai usaha kuliner setelah sering posting hasil masakan-masakan dia. Didukung dengan foto-foto yang menarik, jadi banyak yang ngiler pengen ngicip olahan dapurnya. Ada juga blogger yang bolak-balik dapat hadiah, keluar negeri gratis karena ikutan kuis dengan nulis di blog.

Beberapa penulis sukses juga berangkat dari menulis di blog. Tulisan mereka dinilai layak dimuat di media yang lebih besar atau dibukukan, bahkan difilmkan.

Bagaimana dengan saya? Masih setia di jalur blog pribadi. Sementara ini menulis hanya sebatas hobby, apalagi saya masih suka moody. Belum bisa menulis berdasar pesanan maupun dateline. πŸ™‚ 

Anyway, buat teman-teman sesama blogger, apapun jalur menulis yang kita ambil, saling menyemangati yah! 

Pesan saya buat kamu yang belum nulis, mulailah menulis. Bisa di blog, media sosial, atau media lainnya. Sayang loh punya berbagai pengalaman tapi tidak tercatat. Setiap kita adalah istimewa, menjalani pengalaman hidup masing-masing yang pasti memiliki hikmah dan pelajaran atau pun informasi yang bisa dibagi.

Selamat ulang tahun ke-8 blog tercinta!

*cover foto diambil dari howtomotivation.com

Tembi, Desa Wisata Tersembunyi

Buat kamu yang kemaren ikutan Blogger Nusantara 2013 tentu udah ngerti dong yang namanya Desa Tembi. Sebuah desa yang masuk ke wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Buat saya yang asli Jogja, dan ber-KTP Bantul tentu tidak asing dengan desa ini, apalagi saudara dari suami ada yang bermukim di sini. Jadi sudah sering saya ke sini. Tapiiiii….. saya malah belum pernah mengeksplorasi lebih dalam tentang Desa Tembi.

Makanya, saya sangat berterimakasih kepada Panitia Blogger Nusantara 2013 yang memilih Desa Tembi sebagai lokasi untuk hari kedua, yaitu Minggu, 1 Desember 2013 lalu.

Baiklah, cerita berlanjut dari postingan sebelumnya. Di mana saya dan Aqid memutuskan untuk tidur di rumah saja, dan baru keesokan harinya kembali bergabung dengan peserta Blogger Nusantara lainnya di Desa Tembi. Ohya, sebagai LO walaupun saya nggak ikut nginep, tetep dong, anggota saya pantau satu persatu, saya sms-in nomer homestay yang akan mereka gunakan untuk menginap.

Pagi harinya, sedikit terlambat kami berangkat ke Tembi. Bukan sedikit ding.. tapi lumayan siang, jam 9 lebih baru sampe lokasi. Ya maklum, saya kan ibu rumah tangga, pake nyuci-nyuci dulu lah. Rupanya acaranya lebih bebas, yang mau ikut acara silahkan, yang mau jalan-jalan silahkan. Terus saya yang mana? Tentu saya dan Aqid memilih untuk ngilang dari peredaran.

Ketika jalan-jalan, kami berhenti di sebuah rumah Joglo yang telah disulap menjadi fancy restaurant, namanya d’Omah Restaurant. Plus juga ada penginapannya. Kami memutuskan untuk mampir, menikmati indahnya arsitektur Jawa yang sungguh eksotis. Sambil nunggu pesanan kami datang, kami minta ijin untuk masuk ke dalam dan melihat-lihat. Kalo menurut pengamatan saya, hotel ini membidik pangsa pasar menengah ke atas serta turis manca negara.

Cukup kaget juga, ternyata di Desa Tembi yang sudah sering saya kunjungi punya tempat sebagus ini. Ke mana saja saya?

Image
Candid hasil jepretan Aqid. Asli ini candid, saya baru tau setelah foto ini dikirimkan ke saya via email. I love it. Makasih Aqid πŸ™‚
Image
Berbagai sudut d’Omah Resto. Paling suka dengan tembok berwarna biru dengan motif mega mendung.
SavedPicture-201312812341.jpg
foto atas : courtesy by @aqied
foto bawah : private pool yang terletak di belakang resto dikelilingi beberapa kamar yang disewakan.

Waktu Dhuhur telah tiba, kami sholat di masjid terdekat dan kembali bergabung dengan rekan-rekan LO yang lain. Acaranya makan siang dan saya sempatkan mampir ke saudaranya suami yang berdomisili di Tembi. Hitung-hitung silaturahmi dan niliki simbah. πŸ™‚

Setelah selesai makan, saya kembali jalan-jalan… ketemu dengan sebuah ‘komplek’ rumah arsitektur Jawa yang juga digunakan untuk penginapan. Hm, sempat terpikir, komersialisasi desa ini cukup kental.. tak mengapa, asalkan warga sekitar mendapatkan manfaat yaitu berupa lapangan kerja, bertambahnya penghasilan, dan jangan sampe sawah-sawah yang tersisa kemudian ‘dipaksakan’ menjadi rumah joglo yang nantinya hanya dikomersialkan. Berharap warga setempat tidak terpinggirkan.

Ini di Bantul loh, berasa di cottage mana gitu ya?

Pukul 2 siang, seluruh panitia dan peserta dikumpulkan di Joglo Sentono untuk mengikuti acara penutupan. Terlihat sekali kelegaan panitia, khususnya panitia inti yang sudah mempersiapkan acara Blogger Nusantara sejak lama. Saya yang panita jadi-jadian aja lega, apalagi mereka ya? Tugas saya sebagai LO juga selesai, walaupun dari sekian peserta yang saya LO-in, hanya 1 orang yang sempat bertemu secara langsung. Lainnya cuman sms-an dan whatsapp-an. Semoga kurang lebihnya saya bantuin mereka selama acara dapat dimaafkan.

Setelah penutupan acara, kami para LO dikumpulkan dan ini dia fotonya. Sampai jumpa lagi di Blogger Nusantara 2014. πŸ™‚

Kopdar Blogger Nusantara 2013

Fiuh, akhirnya selesai juga Kopdar Blogger Nusantara yang dua hari ini digelar di Jogja. *ngelap keringet*

Lega. Udah selesai.

Saya yang peserta biasa, tapi ikut bantu jadi LO aja segini lega ya.. Apalagi panitia utamanya? Alhamdulillah lancar.

Sebenernya, keikutsertaan saya di acara ini cukup ‘nekad’. Maksudnya?

Pertama, saya adalah blogger individu yang ga masuk ke komunitas apapun. Padahal acara semacam BN, pasti dihadiri oleh banyak peserta yang berasal dari komunitas. Ada kekhawatiran, bisa-bisa saya akan celingukan ga punya temen dong. Makanya, ketika saya udah daftar dan ada tawaran jadi panitia tambahan sebagai LO, saya langsung mau. Itung-itung biar saya nggak bengong di acara. Dan pastinya, biar dapat temen baru.

Alasan kedua.. Saat ini, menjelang akhir taun, kerjaan di kantor lagi luar biasa numpuk. Udah dari pertengahan bulan November saya lembur sampe malem. Ya, kalo kerja di bidang keuangan pasti udah ngerti hectic-nya akhir taun. Dengan sering lembur itu, tiap weekend saya gunakan untuk istirahat, full di rumah. Bahkan gowes piyambakan nya udah 3 minggu ini libur. Weekdays udah kerja keras, weekend ya santai sesantainya. Biar Senin-nya bisa seger lagi. Nah, buat saya agak nekad nih ikutan acara BN, kayak nggak ngerti kebiasaan tubuh saya.. Kalo kurang istirahat, suka jadi gampang sakit. Waktu mau ikut aja, suami nanya.. “yakin? Ga kecapekan po?”

Tapi buat saya, kayaknya sungguh sayang kalo ga ikutan Kopdar Blogger Nusantara, mumpung diselenggarain di Jogja, dan acara ini kan ga tiap hari ada kan? πŸ™‚

Tadinya, saya sempat mikir, ikut ato ga ikut acara ini ga ada pengaruhnya. Tapi setelah acara selesai, ternyata ada kesenangan tersendiri dalam hati. Bersyukur dan ga nyesel sama sekali, walopun cukup melelahkan. Apalagi saya jadi punya temen baru, dan bisa ketemu beberapa blogger yang selama ini sering saling komen dan sapa via blog atau socmed. Siapa aja? Saya ceritain di postingan berikutnya aja yah.. πŸ™‚

Sekarang saya mau istirahat, siapin badan dan pikiran untuk ketemu hari Senin besok. πŸ™‚ Selamat istirahat.

4nniversary

Yeay! it’s my blog’s 4nniversary!

Blog saya berulang tahun ke-4 bulan Februari ini, dan memasuki tahun ke-5. πŸ™‚ Tanggal pastinya saya lupa, yang jelas Februari 2009 adalah bulan pertama saya ngeblog.

Apa sih pencapaian saya selama 4 tahun nge-blog? Hm, pencapaian yang bersifat prestasi sih enggak ada.. misal dapet duit dari nge-blog, dapet hadiah jalan-jalan… belum pernah. Mungkin ya karena blog ini cuman sekadar blog pribadi di mana saya jadi bintang utamanya. :mrgreen:

Ngeblog selalu ada pasang surutnya, ada kalanya rajiiiin banget posting. Dalam sebulan bisa lebih dari 5 postingan. Itu buat saya rajin banget. Pas males, hanya 1 postingan dalam sebulan. Tapi itulah saya, walopun kadang males, jangan sampe ada bulan yang bolong. Minimal 1 deh.. walopun postingan maksa. Hihihi.

Penampilan blog saya ketika masih di blogspot.
Tampilan blog saya ketika masih di blogspot.

Selama 4 tahun nulis di My Home Sweet Home, saya udah pernah beberapa kali kopdar. Nah, berikut ini review singkat kopdar saya dengan beberapa blogger πŸ™‚ Siapa aja?

Continue reading 4nniversary

[kopdar] Teman Lama

Setelah sekian lama saya gak kopdar dengan teman sesama blogger, akhirnya saya punya kesempatan lagi. Bahkan, sebenernya ini kopdar dengan teman lama.

Yah, akhirnya saya ketemuan juga dengan Didot. Bisa dibilang, Didot termasuk dari orang-orang pertama yang saya kenal lewat blogging. Sejak dia masih di blogspot, pindah ke wordpress. Sejak single, sampe double.. eh triple ding.. sekarang selain udah punya istri, juga punya anak. πŸ™‚

Didot datang ke Jogja buat liburan bareng rombongan kantornya, plus keluarga masing-masing. Jadi selain ketemu Didot, saya juga ketemu Sari, istrinya plus si kecil Kenichi. Saya pun juga ngajakin Mas Nug, suami saya.. yang emang selalu saya ajak kalo kopdar.

Tepatnya Sabtu, 19 Januari 2013 kami ketemuan di sebuah tempat makan di depan RS Bethesda. Setelah itu balik ke hotel tempat Didot dan keluarga menginap. Nah, pas di mobil itulah kita berempat bisa banyak ngobrol.

Apa aja yang diobrolin? Banyak.. salah satunya tentang @PejuangSubuh. Sebuah akun twitter, yang mengajak kaum muda untuk meramaikan masjid di saat waktu sholat Shubuh. Di bio-nya tertulis:

berjuang meramaikan sholat shubuh berjamaah di Indonesia sebagai 1 pilar kebangkitan Islam. Cita-cita kami adalah jamaah sholat shubuh bagaikan sholat Jumat.

Ya, Didot adalah salah satu dari tiga admin akun tersebut. Buat saya, apa yang diperjuangkan Didot dan teman-temannya bukanlah hal yang mustahil. Pengen ikutan jadi @PejuangSubuh? Follow twitternya dan dari situ, para pejuang subuh bisa saling menyemangati dalam memperbaiki ibadahnya.. sedikit demi sedikit gapapa, asal kontinyu alias konsisten.

Kalo sholat Subuh-nya tertib, insya Allah sholat yang lain pun mengikuti.

Balik soal Didot ya, mungkin beberapa teman blogger juga udah pernah ketemu dia.. seorang mualaf yang tidak pernah berhenti belajar tentang Islam. Buat kita yang udah Islam dari lahir, ayo jangan kalah.. termasuk saya dan suami. πŸ™‚

(ki-ka) Mas Nug, saya, Sari, dan Didot.

Mungkin inilah sebaiknya kita jadi anak muda ya, gaul boleh, update dengan perkembangan jaman juga harus… tapi pengetahuan agama gak boleh out of date ya. Jadi imbang dan ngerti mana yang baik untuk diri kita. Gak perlu takut dibilang kolot asalkan keyakinan kita didasari ilmu dan dalil yang kuat.

Terakhir, makasih buat Didot dan Sari atas waktu dan obrolan malam itu.. Semoga silaturahmi tetap terjaga πŸ™‚

Owh, ini Hari Blogger?

Yap, itulah yang pertama kali muncul dari mulut saya ketika tahu bahwa hari ini, 27 Oktober adalah Hari Blogger Nasional. Hehe, agak kebangetan sih, udah tahun ke-4 ngeblog baru ngeh kalo ada Hari Blogger Nasional. πŸ™‚ Tapi kayaknya nggak cuman saya yang telat taunya.. hihi.

Nyadar ketika di twitter rame ngebahas hari ini. Ya, saya yang termasuk blogger angin-anginan ini boleh juga lah ikut merayakan, sekadar dengan postingan ini.

Yang jelas, punya blog itu sungguh menyenangkan. Ibarat kata mendokumentasikan kehidupan kita sendiri. Perjalanan ke berbagai tempat, pengalaman hidup, perasaan atau bahkan hal-hal lucu yang terjadi di sekitar kita. Entah akan dibaca atau dinikmati oleh orang lain, itu adalah nomer yang kesekian. Menurut saya, the biggest fans of our blog, pembaca nomer 1 dari blog kita, ya kita sendiri..

Suatu saat kita bisa kembali mengenang berbagai kejadian di masa lalu dengan membaca kembali tulisan-tulisan lama kita. Menyenangkan.

Dulu, waktu pertama kali punya blog.. saya punya berjuta angan dan idealisme tentang nulis blog. Harus ini itu, rutin nulis ini itu.. tapi dengan berjalannya waktu, blog ini menemukan bentuknya sendiri. Apalagi sejak awal meniatkan blog ini sebagai personal blog aja.

Balik ke twitter tadi ya, banyak serba-serbi blog yang dibahas. Termasuk soal silent reader. Walopun membaca dengan diam-diam alias nggak meninggalkan komen di blog.. bukan berarti keberadaan mereka tidak terdeteksi. Maksudnya gini, statistik kunjungan suatu blog menunjukkan jumlah tertentu yang jauh lebih tinggi dari jumlah komen yang masuk.

Termasuk di blog saya, bukannya ge-er sih, tapi saya juga yakin blog ini punya silent reader.Β  Bisa jadi hanya sekadar lewat, kebetulan nge-klik dan masuk ke blog ini, atau juga emang rutin baca. Hehe, hayooo yang diem-diem baca blog saya ngaku.. eh kalo ngaku bukan silent reader lagi dong. πŸ˜€

Ya sudah, mengakhiri tulisan ini saya ucapkan selamat Hari Blogger Nasional kepada seluruh narablog. Dan untuk mereka yang masih mikir-mikir mau punya blog, mendingan mikirnya berhenti deh, tapi mulailah menulis. Semoga taun depan udah jadi blogger beneran… πŸ™‚

Blogger Galau

Postingan ini sebenernya pindahan dari kicauan saya di twitter. Sore yang luang.. kebetulan karena lagi gak masuk kerja, alias sakit.. saya cuman tinggal di rumah. Sambil nunggu suami pulang saya blogwalking.. tapi bukan ke blog-blog yang biasa saya kunjungi loh. Tapi sengaja untuk ‘tersesat’. Blog-blog yang baru pertama kali saya kunjungi dan bisa jadi saya lupa jalan kembali ke blog itu.

Yah, blog-blog itu sepi sodara… (kalo diliat dari jumlah komennya), walopun tidak menutup kemungkinan punya banyak silent reader.

Blog-blog itu bercerita tentang banyak hal, melalui berbagai cara. Lewat foto, puisi, atau tulisan biasa. Tapi punya 1 benang merah, yaitu curhat. Alias curahan hati, kegundahan… yang sepertinya dituliskan secara bebas. Tanpa takut dianggap rapuh. Saya suka. Banget.

Itu mengingatkan saya pada diri saya sendiri.. beberapa tahun yang lalu. Tahun 2006, ketika saya mulai ngeblog di friendster. Saya sebut blog curhatan gak jelas, blog abal-abal. Tidak peduli jumlah kunjungan, tidak peduli jumlah komentar yang masuk. Tapi saya bebas curhat se curhat-curhatnya.

Lho, emang sekarang gak merasa bebas? Iya. Continue reading Blogger Galau