Friday the13


Sadar gak sih kalo hari ini ternyata adalah hari Jumat, tanggal 13… whuuuw…spooky day

Sebenernya nggak juga sih..hehe. Cuma mitos aja menurut saya. Tapi Friday the 13 justru lebih mengingatkan saya dengan sebuah film serial yang dulu pernah tayang di TVRI. Bener2 film yang manghantui banget…film yang kalo habis nonton itu, gak berani tidur sendirian…pasti saya ngusel-ngusel ortu ato kakak saya… hiii…..

TV serial ini tayang kalo tidak salah sekitar tahun 1987-1990… dan sepertinya banyak yang suka ma film ini. Film ini dibintangi oleh John D. Le May (sebagai Ryan Dallion), Louis Robey (sebagai MickyFoster) , Chriss Wiggins, dan Steve Monarque. Seingat saya…hehe… (maklum udah lama banget, dan ini juga browsing internet untuk melengkapi memori saya tentang film ini), bercerita tentang dua orang pemilik toko barang antik yang harus ngumpulin lagi barang-barang yang dulu terlanjur terjual. Kenapa pula harus dikumpulin? ternyata barang-barang yang dijual itu mengandung kutukan dan bisa mencelakakan orang.
Sebenernya toko ini adalah peninggalan dari Pamannya dan mereka harus mengelola toko ini. Apalagi di awal kedua sepupu ini mengelola toko, mereka malah bikin semacam sale gitu…makanya mereka merasa bertanggungjawab, ngumpulin satu persatu barang antik yang terlanjur kejual…

Dan proses ngumpulin satu persatu inilah yang diceritain dalam setiap episode-nya. Barang-barang yang dikumpulin macem-macem. Misalnya sebuah cangkir teh, yang barang siapa minum dari cangkir itu, bisa jadi muda kembali…tapi konsekwensinya dia harus punya tumbal… trus ada kalo gak salah, cermin yang pisa jadi portal waktu, dan seandainya masuk ke portal itu, bisa-bisa gak bisa balik lagi….

Yah, kira-kira begitu… kalo pun ada di TV lagi, mungkin perlu keberanian buat saya untuk nonton…abis emang gak berani sih nonton film horor. Daripada gak bisa tidur dan merana nahan pipis gara-gara takut ke kamar mandi….🙂

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

3 thoughts on “Friday the13”

  1. Waktu film itu diputar aku sudah kerja di kantor yang nyiarkan film tersebut. Berulang kali saya dinas ke Jogja dan sekitarnya untuk liputan acara televisi.Dulu waktu aku belajar di televisi inginnya selesai pendidikan lalu berkarya di tvri jogjakarta, tetapi karena kantor pusat jakarta membutuhkan saya bertahan di kantor ini sampai saat ini. Betah sekali.

    Like

  2. sama banget mbak, aku malah dulu kalo abis nonton film ini, trus di suruh mama ke dapur, ke dapurnya pasti sambil lari trus jejeritan panik gt deh. padahal kalo diinget2… tu film lebih cenderung ‘kekerasan’ daripada kengerian ya..:) musiknya kali yang bikin serem…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s