Multi Tasking Wife

Istilah itu saya denger dari mulut suami tercinta, ketika suatu hari dia pulang kantor dan mendapati saya lagi sibuk banget di rumah. Waktu itu saya lagi nyiapin makan malam, sambil nyuci pake mesin cuci, nglipetin baju bersih, plus sibuk online, diiringi suara Michael Buble yang nyanyi lagu Sway.

Nah, ngliat saya begitu sibuknya dengan berbagai hal dalam waktu yang hampir bersamaan, suami bilang kalo saya “Multi Tasking Wife”. Heheh..saya mah cuma ketawa aja, emang saya komputer.. multi tasking, asal nggak terus ‘not responding’ aja ya..🙂

Tapi terlepas dari istilah itu, pada kenyataannya banyak perempuan yang menjalani berbagai peran. Ngurus keluarga (suami+anak), bekerja, dan aktif dalam bidang sosial kemasyarakatan. Tidak hanya akhir-akhir ini saja, tapi sejak sebelum negara ini merdeka.

Kalo contoh paling deket, yaa ibu saya. Ibu saya adalah ibu dari 4 anak, beliau saat itu adalah Kepala  Sekolah sebuah Taman Kanak-Kanak swasta yang cukup dikenal di Jogja. Jangan dikira ya..jadi guru TK itu gak sibuk, apalagi kalo jadi Kepala Sekolah.

Ketika anak-anak masih kecil, memang dulu pake pembantu. Tapi ibu saya tetep masak sendiri, dan beliau tetap jadi yang utama buat anak-anaknya. Tetap kami nantikan setiap pulang kerja..dan ketika beliau pulang, kami selalu bertanya, “bawa apa?” mengharap beliau membawakan oleh-oleh buat kami berempat.. miss those moments very much…
Pembantu cuma nemenin anak-anak selama bapak dan ibu saya kerja. Nggak kayak sekarang, kadang anak malah lebih deket ama pembantu dibanding dengan orang tuanya sendiri…

Tapi bukan berarti saya menyalahkan perempuan sekarang. Kondisi dan tuntutan jaman udah berubah. Kesempatan perempuan untuk mengembangkan diri di luar rumah juga terbuka lebar. Tapi bagaimana pun juga profesi ibu rumah tangga adalah profesi paling mulia *di mata saya.. maaf ya bapak rumah tangga..;)

Suami saya pun mendukung saya dalam bekerja, mengembangkan diri.. termasuk aktif nge-blog ini pun juga didorong ama suami. Kalo lama gak posting pasti dia yang ngingetin, “kok dah lama gak posting?” Suami pun juga membebaskan saya, asal tidak lupa dengan tugas di rumah. Hm.. I enjoy very much these both sides. Justru muncul perasaan dalam diri saya untuk tidak mengutamakan karir *tapi tetap bekerja dengan baik dan amanah*

Namun bagaimana pun juga, pilihan tetap di tangan si perempuan itu sendiri. Mau mengambil peran yang mana, atau tidak mengambil peran yang mana.. si perempuan itu sendiri yang menentukan.

Saya sih pengen jadi ‘multi tasking wife’ yang bisa membahagiakan keluarga… amin🙂

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

27 thoughts on “Multi Tasking Wife”

  1. salut buat perempuan yang bisa tetap berkarier, namun tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai istri dan ibu..plus masih aktif ng-blog..:-)
    pingin bisa seperti pean, Mbak

    Like

  2. konon mahkluk favorit Allah adalah wanita. dan untuk membuat tangannya saja butuh waktu ratusan hari…mungkin buat multitasking kali ya????

    Like

  3. Ini kelebihan Wanita …Bisa Multy Tasking …Menghandel 3-4 pekerjaan dalam satu waktu …Jujur saja …Saya tidak bisa …(or tepatnya … kurang begitu terlatih …) hehheeSalam saya

    Like

  4. Subhanallah… Luar biasa… Ditengah zaman yang semakin modern, masih ada istri yang mampu menjadi "perhiasan" bagi suaminya, tanpa mengurangi sedikitpun kebebasannya. Saya harap lebih banyak lagi perempuan yang memiliki kesadaran semacam ini. BTW, saya juga menganggap ibu rumah tangga adalah profesi yang mulia.

    Like

  5. Tentu saja kita ini multi tasking woman. Woman klo aq lbh suka bilangnya. Perempuan memang makhluk yg serba bisa. Semua bisa diurus sekaligus. Keluarga, anak, kerjaan, blog, toko, banyak hahahaa..🙂

    Like

  6. Itulah hebatnya wanita mbakmampu mengerjakan beberapa tugas dan tanggung jawab sekaligusmakanya, saya pengin terus jadi wanita *ya iyalah..*

    Like

  7. wah,,,masih blum bisa ngebayangin gmana kehidupan setelah nikah ntar…yang jelas,,gak mungkin aku jadi ibu rumah tangga yang cuma ngurusin rumah aja…gmana kerjaanku ntar???yang jelas harus pinter2 bagi waktu….

    Like

  8. suami istri. berangkat kerja bareng, macet bareng, kerja, pulang bareng, macet lagi bareng, capek bareng, sampe rumah bareng.di rumah. suami ambil remote tv, istri ke dapur nyiapin minum, rapihin dapur, ngurus anak, siapin makan suami. suami, tertidur kelelahan di sofa :))wanita: no time for rest!

    Like

  9. hollaa multitasking-wife :)maab udah lama gag berkunjung ke sini, koneksi dakuh dodol banget, susah banget bw *curcol*about multitasking, believe or not, cuma kaum hawa yang bisa melakukannya dan kaum adam cuma geleng2 karena kagum😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s