Catering

Tulisan ini terinspirasi oleh postingan Om NH soal catering. (Thanks Om!!)

Kebetulan, pekerjaan saya sedikit banyak ada hubungannya dengan catering. Lho, emang saya kerja apaan sih?

Saya kerja di bidang keprotokolan, arrange acara, bikin list tamu undangan, lay-out lokasi, dan tentunya sampe juga ke urusan jamuan makan. Yang pastinya disediakan oleh catering.

Kalo bicara soal protokol, tentunya bicara tentang kalangan tertentu yang memang telah diatur dalam Undang Undang, berhak menerima aturan keprotokolan. Misalnya Pejabat Negara baik tingkat pusat maupun daerah.

Oke, balik soal catering tadi ya..

Ternyata untuk acara-acara semacam itu, ternyata ‘persyaratan’ catering yang bisa dipake jadi semakin banyak. Nggak cuma soal rasanya yang enak, kebersihannya, dan kerapiannya. Ada hal yang penting banget, yaitu attitude dari mas-mbak pelayannya.


Bagaimana mereka serve hidangan sesuai urutan dari menu pembuka sampe ke penutup. Bagaimana mereka mengambil piring-piring kotor dari round table, tanpa mengganggu tamu undangan yang makan sembari ngobrol kecil, kemudian menawarkan menu lain kepada tamu undangan. Atau hal-hal kecil lainnya..

Nah, ternyata tidak semua catering punya tenaga pelayan yang bisa ‘ngladeni’ dengan aturan-aturan yang sedikit ‘rewel’.

Alhasil, kantor saya punya catering langganan yang emang udah handal banget, plus mas-mbak pelayannya juga punya attitude yang kita mau🙂

Pernah, suatu ketika kantor kami ada jamuan santap siang dengan tamu undangan Gubernur DIY dan Wakil Ketua KPK. Kebetulan yang punya acara pake catering lain. Dan pelayannya belum punya kemampuan yang saya bilang tadi. Mungkin karena grogi, jadi nggak gerak cepat..

Hasilnya, terpaksa kami yang turun jadi pelayan. Setelah itu, nggak deh pake catering lain😉

Ah, mas mbak pelayan yang baik, tanpa kalian acara-acara kami gak bakalan bisa berjalan lancar🙂

*gambar minjem dari http://www.heightscafe.com

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

32 thoughts on “Catering”

  1. Memang catering ada segmen tertentu, jika untuk acara resmi tak bisa memilih katering sembarangan..karena walau masakannya enak, akan mengacaukan situasi.

    Like

  2. Your Welcome Mbak Anna …

    Yup … pramu saji itu harus cepat tanggap tetapi tidak mengganggu acara santapnya …

    Dan satu lagi mbak …
    Para mas-mbak catering itu … harus tidak beraroma mengganggu … (BB dsb)
    sebab …
    saya pernah ada jamuan makan malam …
    tetapi penyajinya menyebarkan “aroma” lain …
    ini agak merusak “apetite” kita …
    selera jadi buyar

    salam saya Mbak Anna

    Like

  3. ada bbrp perusahaan catering yg rekruit tenaga laden secara mendadak, jd mrk blm profesional.. mangkel jg sih. sdh bayar mahal2 ttp pelayanan bikin kuciwa

    Like

  4. Huu…
    Cathering yg profesional itu wajib sekali kalau mo bikin hajatan gede. Kalau sampe ada masalah, pasti malu.
    Saya baru 1x pesan cathering di rumah, u/ acara keluarga. Huhu… kereennn sekali, acara garden partynya asik… pelayan2nya juga prof…🙂

    Like

  5. bayangkan repotnya kalau gak ada catering kayak jaman dulu.
    kantor saya dulu juga punya langganan catering terpercaya
    waktu saya mantu juga pakai jasa catering

    salam hangat dari Surabaya

    Like

    1. kalo nggak ada catering pake ‘rewang’ pakdhe..
      di Bantul, tempat mertua saya.. tradisi rewang masih ada.
      walopun byk juga yg mulai pake catering

      Like

  6. Saya sering melihat di pesta-pesta pernikahan, mas dan mbak dari katering memasukkan piring-piring kotor ke dalam kotak dengan sembarangan sehingga menimbulkan suara berisik. Selain rawan pecah, cara kerja seperti ini mengganggu kenyamanan para tamu. Yang juga perlu diperhatikan adalah petugas kebersihan gedung. Sering makanan atau minuman tumpah ke lantai, dan kalau tidak segera dibersihkan akan mengganggu kenyamanan para tamu. Sungguh tidak enak makan di antara lantai yang kotor, bukan?

    Like

    1. iya..sering liat yang begitu😦

      mungkin karena mereka pengen cepet kali ya..
      tapi pada akhirnya kurang memperhatikan kebersihan dan etika terhadap tamu2 yang lagi makan…

      Like

  7. mungkin di indonesia baru ada sedikit ya Mbak Anna , catering yang punya standar internasional seperti itu.
    jadi, memang ada baiknya juga kalau punya catering langganan yg sudah terbiasa melayani tamu undangan VIP begitu .
    salam

    Like

  8. memang untuk saat ini di Indonesia masih jarang catering yang memiliki standart seperti itu. saya lihat rata-rata catering hanya mempekerjakan karyawan untuk bagian dapur, angkat2, menyajikan makanan di tempat acara. setelah makanan tersaji maka serve selanjutnya sudah diabaikan, padahal bagi klien itu sangat penting.

    saya juga pernah hampir marah saat di tempat kami ada acara, saat tamu sedang makan, seorang pelayan diminta untuk mengambilkan sesuatu, tapi pelayan itu malah bilang gini, “semua sudah tersaji mas, tugas kami tinggal menunggu acara selesai”

    Like

  9. Pas acara resepsi saya juga sering melihat hal seperti ini, tapi walau dari perusahaan yang berbeda-beda, saya masih tidak melihat berbedaan mencolok pada kualitas layanan…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s