#CSA : Tempat Terbaik

Tahu kisah Nabi Nuh? Yaitu seorang Nabi yang membuat kapal besar atas perintah Allah. Beliau bersama orang-orang yang beriman dan juga hewan-hewan mengarungi banjir besar dengan kapal itu. Saat diliputi rasa ragu ketika akan mendarat, Nabi Nuh mengucapkan doa di bawah ini.

Robbi anzilni munzalan mubarokan wa anta khirul munzilin
Qs: Al-Mukminun 29 (Ya Alloh tempatkanlah aku di tempat yang diberkahi/dipenuhi berkah, dan Paduka adalah sebaik-baik yang menempatkan).

Doa ini termasuk doa favorit saya. Doa yang sering saya baca setelah sholat.

Kenapa?

Karena doa ini mampu menghalau perasaan ragu, jenuh, atau galau terhadap suatu kondisi dan keadaan yang saya alami. Setelah baca dan mencoba memahami artinya, alhamdulillah hati jadi tenang.

Kok bisa?

Coba baca arti doa ini dengan seksama. Bahwa seorang hamba boleh meminta posisi / tempat terbaik kepada Allah, namun kita harus yakin bahwa Dia-lah pengatur terbaik, tahu posisi paling tepat untuk semua hamba-Nya.

Misalnya nih, kita udah nyaman tinggal di suatu lingkungan, eh ternyata harus pindah karena suami pindah tugas. Males pindahannya, males pisah ama tetangga-tetangga yang baik, males penyesuaian dengan lingkungan baru. Galau.

Contoh lain, rekan kerja yang udah klik banget, harus mutasi atau promosi. Trus jadi merasa ditinggalin, khawatir bakal kewalahan ama kerjaan, dan sebagainya. Galau lagi.

Beda kasus lagi, jenuh ama kerjaan yang terasa gitu-gitu terus. Padahal temen udah pada kena rolling mutasi atau promosi. Atau sebaliknya, udah nyaman banget ama kerjaan yang ada, eh dapat tambahan tugas baru. Harus adaptasi, harus belajar lagi, harus mulai dari nol lagi, merasa ga mampu, and so on. Galau lagi.

Perasaan galau yang muncul itu sebenarnya manusiawi. Tapi ga boleh lama-lama. Ga boleh bikin kita emosi sampai ga terkendali.

Namun kalo udah baca doa itu dan percaya bahwa Allah udah menjawab doa kita, maka yakinlah bahwa situasi, kondisi serta posisi inilah yang terbaik untuk kita saat ini.

Percaya deh, abis itu hati jadi tenang. Ga usah khawatir berlebihan. Mikir soal ke depan itu boleh, tapi jangan jauh-jauh.

Seperti potongan lagu di bawah ini :

Que será, será
Whatever will be, will be
The future’s not ours to see
Que será, será
What will be, will be

Syukuri semua yang ada. Count your blessings. Bukan apa yang ga kita punya.

Ah, tulisan ini sejatinya saya tujukan untuk diri sendiri. 😉😍

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s