Kopi atau Teh?

“Minumnya kopi atau teh?” sapa mbak waiter kepada saya. Kira2, saya jawab apa hayo?

Setelah baca postingan Zizy yang ini, saya jadi pengen cerita tentang kopi dan teh. The most common beverage in the world. Di mana aja, pasti ada..

Tidak dipungkiri, kedua jenis minuman yang saya sebut tadi adalah bagian dari budaya masyarakat dunia. Baik dulu maupun sekarang. Saya inget ketika masih kuliah di Fakultas Ilmu Budaya UGM, Ishida Sensei, dosen dari Jepang mengajarkan kami table manner singkat ala Jepang. Waktu itu kami diajarin masak dan makan misho soup dan cara minum teh yang benar. Seru.. Dari cara ambil, pegang, sampe cara pake sumpit. Dari ngaduk teh, megang cawan, sampe cara minumnya. Kata Sensei, minum teh ala Jepang itu nggak boleh sembarangan, ada tata cara dan sopan santunnya.

Selain orang Jepang, acara minum teh juga sering diadakan orang Inggris. Kalo ga salah afternoon tea. Sekalian sambil nyemil kue.. Dan afternoon tea ini jadi media yang bagus dalam berbagai hal. Mulai dari kumpul keluarga, bersosialisasi dengan kolega, bisa juga sampe ke bisnis dan politik. Kebiasaan ini pun juga udah lama banget ada di Inggris.

Tapi bukan berarti di Indonesia ga ada yah, warung atau kedai kopi juga bagian dari budaya orang Melayu. Hampir sama juga sih sebenernya, tapi kalo di budaya Melayu kayaknya lebih santai deh. Nggak yang kaku seperti yang ada di Jepang atau Inggris. Eh, btw correct me if I’m wrong lho ya. Soalnya ini sebatas pemahaman saya yang sederhana.

Anyway, ini menunjukkan bahwa bersosialisasi dengan ngopi atau ngeteh bareng adalah hal yang udah biasa dari masa ke masa dan menjadi bagian dari gaya hidup. Apalagi ketika kemudian dibaca sebagai peluang usaha membuat warung atau kedai kopi atau teh.

Kalo di masyarakat modern, minum bareng terutama ngopi bener-bener udah bagian dari kebiasaan sehari-hari. Baik ngopi sendiri, hang out bareng temen, sekadar santai atau untuk tujuan tertentu lainnya. Ditambah lagi ada kedai-kedai ngopi yang emang nyaman banget untuk menikmati kopi sambil bersantai.

Bagaimana dengan saya?

Setiap pagi dan sore, ibu saya selalu menyeduh teh. Kami minum teh sebelum berangkat ke sekolah dan sebelum makan malam. Saya dan kakak perempuan secara bergantian dapat tugas untuk menyiapkan teh untuk kami sekeluarga. Tapi seringan kakak saya ding.. Hihihi. Kebiasaan ini juga berlanjut ketika saya menikah dan tinggal di rumah mertua.

Tapi, seiring pengetahuan tentang kebaikan air putih, saya pun mulai mengurangi minum-minum manis. Tetap mau minum teh, tapi sesekali aja, nggak tiap hari. Ternyata, di rumah orangtua saya pun sekarang juga begitu.. Bikin tehnya kadang-kadang aja.

Bagaimana dengan kopi?

Kopi bukan minuman asing buat saya sejak kecil. Sering saya nyicip kopi hitam dari gelas besar punya bapak. Sesruput dua sruput lah. Seger. Sampe suatu hari, saya agak kebanyakan nyruputnya.. Alhasil dada saya pun berdebar dan sempat bikin khawatir ibu. Saya berbaring di tempat tidur sampai debarannya kembali normal.🙂

Rupanya, pengalaman mendebarkan dalam arti sesungguhnya itu, membuat saya hati-hati kalo minum kopi. Sampai sekarang. Sebenernya ga semua kopi bikin dada berdebar, tapi.. Untuk kehati-hatian, saya jaraaaaang sekali minum kopi.

Ditambah lagi, saya suka jadi ga bisa tidur kalo minum kopi.. Mata jadi melek lama. Kalo pun minum kopi, harus masih pagi. Siang atau sore, apalagi udah malam, sebaiknya nggak minum kopi. Padahal sebenernya saya suka aroma dan rasanya. Kopi itu memang enak, bikin seger, dan bikin kepengen lagi.

Balik ke pertanyaan di atas, “minumnya kopi atau teh?” hati menjawab ‘kopi’, tapi otak dan mulut akan menjawab ‘teh’.🙂

Kalo kamu, jawab apa?

Minum kopi atau teh di sore hari dengan pemandangan macam ini, bikin betah gak sih?

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

7 thoughts on “Kopi atau Teh?”

  1. Saya sekarang hanya minum teh…untuk meningkatkan tekanan darah, terutama di pagi hari, suka kadar gula dan tekanan darah drop. Kopi sudah good bye, soalnya bikin perutku kembung, padahal dulu suka kopi…apalagi jika rapat di kantor sampai ber jam-jam…kopi bisa membuka pikiran menjadi lebih encer (sugesti kali ya?)

    Btw, anakku cewek kuliah S3 di Jepang, kayaknya ngaco deh…sensei nya malah terpengaruh sama dia…..
    Cuma sensei nya baik banget, di kala musim salju seperti ini dia diberi buah jeruk satu dos besar, katanya agar badan nya kuat…hahaha

    Like

  2. kalau di pagi hari kopi kalau di sore hari teh, nikmat apalagi panas. malamnya bisa hot coklat🙂, indah banget. apalagi berdua sama pasangan sambil bercengkrama ya mbak🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s