1 Abad Muhammadiyah

Baru kemarin, perhelatan 1 Abad Muhammadiyah yang diselenggarakan di Yogyakarta ditutup oleh Wakil Presiden RI, Boediono di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah sebelumnya, 3 Juli 2010 dibuka oleh Presiden RI, SBY langsung dari Madinah melalui teleconference.

Eh, sebelum dilanjut.. ada apa kok tiba-tiba saya bicara tentang Muhammadiyah? Apakah saya aktif di Muhammadiyah? Nggak juga.. Hanya kebetulan kemaren saya ikutan jadi panitia.

Keterlibatan saya dalam acara ini, bukan karena saya aktif di ormas ini lho. Tapi, karena saya bekerja Bagian Protokol Pemkot Jogja. Makanya, saya dan teman-teman kantor, dimintai bantuan untuk jadi Sie Protokoler Muktamar Muhammadiyah 1 Abad.

Sabtu, 3 Juli 2010, saya pun berangkat selepas Subuh, menuju Balaikota Yogyakarta, untuk berkumpul dengan teman-teman untuk berangkat bersama menuju lokasi Pembukaan Muktamar Muhammadiyah.

suasana di jalan menuju lokasi Pembukaan Muktamar 1 Abad.

Menyaksikan para penggembira dari seluruh pelosok Indonesia, yang harus rela berjalan kaki berkilo-kilometer karena kantong parkir yang cukup jauh dari lokasi. Tentu saja, kemacetan tidak dapat terhindarkan.

Wah.. baru kali ini Jogja macet semacet macetnya.. hehe. Tapi tak apalah, nggak tiap hari ini🙂

Suasana di dalam Stadion, dari bangku tamu undangan yang masih kosong, kemudian berjubelnya tamu di pintu masuk, sampe ketika pertunjukkan Seni Beladiri Tapak Suci

Tapi, ikutan jadi panitia ini, toh jadi mengingatkan saya pada peristiwa serupa 20 tahun yang lalu. Yaitu tahun 1990 ketika saya masih duduk di bangku SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.

Ya, tahun 1990 Kota Jogja juga pernah jadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-42. Pembukaannya pun juga di tempat yang sama, yaitu Stadion Mandala Krida.

Muktamar Muhammadiyah tahun 1990. saya (panah merah) bersama teman-teman SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta.

Subuh-subuh.. saya dan hampir 1000 siswa SD Muhammadiyah se-Jogja sudah berkumpul di sekolah masing-masing, dan bersama berangkat ke Stadion Mandala Krida. Di sana kami akan tampil dalam tari kolosal, yang saya sudah lupa judul tarinya.

Tapi saya masih ingat, kami berlatih dan tampil di bawah teriknya matahari, tapi hati tetap senang🙂

Dan kini, setelah 100 tahun, abad kedua Muhammadiyah telah dimulai…

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

34 thoughts on “1 Abad Muhammadiyah”

  1. Waaah saya masih inget banget tuh, pake iket kepala segitiga ijo yg sehari sebelumnya kudu disetrika pake kanji biar tetep berdiri..trus rumbai-rumbai tali rafia di tangan kanan dan kiri.
    Latihan yel yel sama pak Hardi ya cmiiw 😆 dibawah asuhan pak Tris yang “disiplin tingkat tinggi”

    Sudah lama gak partisipasi dan ikut perkembangan Muhammadiyah, terus maju dan berkembang

    Salam kenal

    Like

  2. Hallo Anna ….

    Wah, kemarin ikutan sibuk di Muktamar Muhammadiyah ya. Senengnya …
    Saya sendiri malah batal ikut, padahal tadinya sudah tercatat sebagai peserta Muktamar ‘Aisyiyah. Berhubung sedang dipepet deadline kerjaan yang nggak bisa ditunda, saya mengundurkan diri agar tempat saya bisa diisi teman lain. Oh ya, saya aktif di Lembaga Kebudayaan PP’Aisyiyah di Yogya …

    Sama-sama penduduk Yogya nih …🙂

    Like

  3. saya juga TK SD Madrasah diniyah di Muhammadiyah mba,,,
    jadi kangen guru2 muhammadiyah,,
    semoga dakwah Muhammadiyah semakin berkembang mba..amiin.

    Like

  4. salam kenal mbak..ini merupakan kunjungan pertama saya…
    hihi..sampai lupa ya nama tariannya…..yg penting anak-anaknya tak pernah lupa sama ibu…..
    semoga maju muhammadyah-nya ya mbak…

    Like

  5. pas aku ke sana emang udah marak baliho dan pengumuman di jalan tentang kongres ini,
    alhamdulillah lancar ya, padahal acaranya pas liburan, pas lagi banyak2nya turis, pas Jogja lagi penuh sesak, selamat buat semuanya

    Like

  6. semoga muhammadiyah tetap jaya dan tidak terpengaruh dengan ganasnya politik yang selalu ingin mengintervensi serta membelokkan fungsi utama setiap ormas besar, termasuk muhammadiyah, amin…

    selamat datang kembali mba anna, kangen😀

    Like

    1. hehe.. iya nih abu.. alhamdulillah semangat ngeblog udah muncul lagi🙂

      betul sekali yang abu bilang. semoga muhammadiyah nggak usah ikutan politik segala. supaya tetap murni demi kepentingan bangsa. amin.

      Like

  7. hohoho…kebayang repotnya, sukses ya acaranya…emang capek ngurusin banyak orang, tapi seneng kok, kebayang Oyen waktu itu ikutan muktamar mubalighoh di istora, fiewwhhh…ngadepin orang bejibun, tapi subhanallah, nikmat memang ketemu saudara seiman dari berbagai pelosok🙂

    Jadi ada bahan postingan kan😉

    Like

      1. hooho.. iya yen, kacamataan.. cuman sampe kelas 6 SD aja..
        alhamdulillah vitamin A nya digenjot bisa smbuh.

        sekarang aja sebenernya kacamataan.. tapi males makenya.
        minusnya juga cuman dikit aja.. hehe

        Like

    1. hehe Oyen.. bener banget. jadi punya bahan untuk diposting.
      seneng bisa ketemu banyak sodara seluruh Indonesia.

      alhamdulillah semua berjalan lancar. lagian emang saya cuman ikutan di acara pembukaan dan tasyakuran malemnya aja kok.
      gak terlalu repot.. karena cuma sekadar bantuin.

      yang repot mah, panitia yang lain hehe..🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s