[edisi curhat] Bank Bing Bung

Selamat pagi, masih jam 7.15 udah sampe kantor. Trus sambil isi waktu.. bikin postingan aja deh.

Eniwei, selamat lebaran ya.. mohon maaf lahir batin. Selama 5 tahun, jalan 6 tahun ini siapa tau ada tulisan yang bikin ga enak hati, atau mungkin komentar saya kurang berkenan, sekali lagi mohon maaf. Semoga masih ketemu Ramadhan tahun depan ya๐Ÿ™‚ aamiin.

Hm, udah lama saya gak bikin postingan dengan tag curhat. Ga seru ah blog pribadi kok ga ada tulisan curhat-curhatannya. Hehe. Jadi saya mau curhat nih ceritanya.

Curhat apa? Curhat sebagai nasabah bank. Selain jadi nasabah secara pribadi, juga nasabah secara kerjaan. Secara saya kan bagian finance di kantor kan yah.

Sebenernya secara pelayanan dasar, setor, ambil, transfer, atau pelayanan secara teknis nggak ada masalah. Semua terlayani dengan baik.. cuman sayangnya mbak-mbak pegawai banknya kurang ramah.๐Ÿ™‚

Kejadian paling ringan, temen saya mau nyetak buku tabungan. Ketika ada customer atau nasabah datang, harusnya si mbak pegawai bank ngomong apa sih? Paling tidak, “selamat pagi/siang/sore, ada yang bisa saya bantu?”. Lah.. si mbak malah bilang, “mau ngapain?” plus tidak senyum.

Kejadian yang terbaru tentang setoran pajak. Jadi ceritanya begini.. partner kerja saya setor PPN, ternyata setelah disetor nama Wajib Pajak dan No NPWP-nya baru ketauan kalo salah. Saya sendiri mengakui, saya sebagai yang tandatangan di Surat Setoran Pajak kurang teliti. Main tanda tangan aja tanpa ngecek lebih lanjut. Saya ngeh kalo ada salah nama wajib pajak dan nomer NPWP setelah pajak udah disetor dan berkas masuk lagi ke saya.

Nah, berdasarkan pengalaman partner saya, bahwa kesalahan setor ini bisa diperbaiki asalkan masih di hari yang sama, sebelum batas waktu proses sistem pajak tutup, yaitu jam 14.00 dengan menyertakan surat pernyataan. Saya yang tanda tangan di surat itu.

Kemudian, surat pernyataan itu dibawa lagi ke bank itu. Bukan saya sendiri yang bawa ke sana. Sampe di sana, ditolak. Alasannya, “sudah sesuai dengan perintah yang tadi.” What an absurd answer. Pointless. Maksudnya apa gak jelas.

Singkat kata, partner saya kemudian mencari informasi tentang prosedur pembetulan/koreksi ketika terjadi kesalahan setor pajak ke kantor pusat bank tersebut dan juga ke Kantor Pajak (KPP Pratama Jogja). Intinya.. bisa!

Usaha kedua.. berkas dibawa kembali ke bank. Ternyata dari kantor pusat bank tersebut udah nelpon ke unit di mana kami biasa melakukan aktivitas perbankan. Finally, alhamdulillah bisa.

Keesokan harinya kantor saya kembali setor pajak yang lain. Sampai di bank, mbak pegawai bank menerima berkas sambil bilang, “ini ada yang salah lagi gak?” ๐Ÿ˜ Hm.. Sebenernya gak papa sih nanya, tapi pake kalimat yang lebih halus dan pake senyum dong๐Ÿ™‚

Yang saya sesalkan, kenapa mbak-mbak di unit itu ketika ada permasalahan dari nasabah.. langsung bilang gak bisa. Padahal bisa kan? Kenapa nggak mencarikan solusi?

Setahu saya, keramahan termasuk dalam prosedur pelayanan paling standar. Apalagi yang dijual di bank itu adalah jasa kan ya?

Saya nyadar kok pegawai bank itu juga manusia. Mungkin mereka sedang ada masalah pribadi sehingga mood mereka jadi kacau, atau lagi capek juga bisa. Mungkin sedang lelah. Termasuk saya juga, juga harus lebih teliti ketika mau tanda tangan berkas. Biar gak ada salah-salah lagi.

Ya udah… pindah bank aja. Gak bisa. Saya gak ada pilihan lain, karena rekening gaji dan rekening kantor harus di situ.๐Ÿ˜€

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

2 thoughts on “[edisi curhat] Bank Bing Bung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s