Halaman ke-35

15 September 2015.

Menurut saya, bangun tidur di hari ulang tahun itu termasuk momen yang ‘agak gimana’. Soalnya saya memang merasa ‘agak gimana’. Galau. Sedih. Oh my God, umur saya sudah 35 tahun. Entah apa saja yang telah saya buat di dunia ini. Fiuh.

Namun, galau dan momen ‘agak gimana’ itu tidak berlangsung lama. Aliran ucapan selamat dan doa dari suami, keluarga, teman, baik secara langsung maupun tidak langsung ternyata berpengaruh ke mood saya. Those lighted up my day. Beneran. Makasih yaaa.. *salim satu-satu*

Trus, gimana tuh rasanya 35 tahun hidup?

*menerawang*

Alhamdulillahirobbil alamin.

Sungguh banyak sekali nikmat yang saya dapat selama 35 tahun ini. Tak terhitung lagi. Pastilah tak mampu saya sebutkan satu persatu. Senang sedih yang silih berganti, telah membentuk diri saya yang sekarang. Prosesnya pun akan terus berlangsung sampai akhir nanti.

Satu hal yang saya sadari kemudian, sesuai yang tertulis di QS Al-Imran ayat 140, bahwa kejayaan dan kehancuran itu dipergilirkan kepada setiap manusia agar mereka mendapat pelajaran. Kalo boleh saya menafsirkan dengan keterbatasan ilmu saya, kejayaan bisa berarti masa senang, kebahagiaan. Sedangkan kehancuran itu adalah masa sedih, kesusahan.

Ada kalanya manusia mengalami masa-masa kebahagiaan, sesuai dengan keinginan dan harapan. Namun, ada masanya pula manusia beroleh kesusahan, di luar keinginan dan harapan. Keduanya selalu hadir dalam hidup manusia. Siapapun juga.

Jujur ya, pernah ada masanya saya suka banding-bandingin hidup saya sama orang lain. Ngeliat orang lain, kayaknya hidupnya lancar-lancar aja. Jodoh gampang, rejeki lancar, keluarga bahagia, dan sebagainya. Kayaknya serba mudah. Istilah peribahasa sih, rumput tetangga selalu lebih hijau.

Tapi, tunggu dulu.. Itu kan yang kelihatan di mata saya ya. Yang nggak saya liat adalah cerita dibalik segala kemudahan yang diraih orang itu. Perjuangan dan jatuh bangunnya. Bisa jadi, dia rajin menghidupkan malam dengan ibadah, senantiasa bersyukur atas apapun yang dia punya. Balik lagi, setiap manusia itu ada masa senang dan susahnya, termasuk orang itu dan tentu saja saya.

Lah, kalo misalnya ada orang lain yang ibadahnya pas-pasan tapi rejeki lancar gimana? Lo pikir, kesenangan itu bukan ujian apa? Gak banyak yang lulus uji kesenangan. Tapi banyak yang cumlaude dengan ujian kesusahan.

Masa senang dan susah yang dipergilirkan itu, benar-benar nyata adanya. Tidak perlu ambil contoh jauh-jauh deh. Misalnya antar saudara sekandung aja, yang lahir dan besar di keluarga yang sama. Tetap punya jalan hidup yang berbeda, masa senang dan sedih yang berbeda-beda. Masing-masing menghadapi ujian kesenangan-kemudahan dan kesusahan-kesulitan yang udah customized dari Sang Pencipta.

Kalo boleh saya menyimpulkan, saya perlu belajar untuk :

  1. Kalo lagi seneng, ya biasa aja, kalem. Gak perlu berlebihan mengumbarnya. Jaga perasaan orang-orang di sekitar kita yang mungkin mengalami kesusahan. Jangan lupa bersyukur.
  2. Kalo lagi sedih, gak perlu lebay. Ada kemudahan setelah kesulitan. Rahmat Allah seluas prasangka baik hambaNya. Perbanyak istighfar.
  3. Kalo ngeliat orang lain hepi, ikutan hepi.. kalo bisa. Hahaha. Ingat, kalo setiap manusia punya masa susah senangnya masing-masing. Rasah meri. Gak usah iri.
  4. Kalo ngeliat orang lain susah, sebisa mungkin membantu. Kalo ga bisa dengan finansial, bisa dengan doa dan perhatian. Kalopun gak bisa juga, minimal tidak menambah beban orang itu.

Yaa.. tulisan ini sejatinya saya bikin untuk saya sendiri. Kalopun saya lupa, tolong diingatkan.

Ibarat buku, halaman ke-35 telah digenapkan oleh Sang Penulis. Hanya saja, saya tidak akan tau sampai halaman berapa ‘buku’ ini dituliskan. Semoga Sang Penulis memberikan akhir yang baik untuk saya, dan semoga pula Ia memberikan kebaikan kepada siapapun tokoh-tokoh yang pernah hadir dalam ‘buku’ saya. Aamiin.

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

3 thoughts on “Halaman ke-35”

    1. hai Put.. sesama Virgo.
      Kontemplasi sudah selayaknya dilakukan Put, mengingat umur udah semakin berkurang.. hehe
      semoga Allah senantiasa beri keberkahan dan melindungi kita dari segala keburukan. aamiin.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s