Fort Rotterdam

Belum lama ini,  saya iseng buka koleksi foto-foto liburan saya di Sulawesi awal tahun ini. Ternyata ada sekelumit cerita yang belum sempat saya ceritakan di blog. Yaitu kunjungan saya di Fort Rotterdam, sebuah benteng di bumi Makassar.

Jujur aja nih, tadinya saya gak begitu tertarik dengan Fort Rotterdam, sebelum saya nonton Ala Chef-nya Farah Quinn. Di salah satu episode-nya, chef seksi ini masak di sini, wah.. kok bagus banget view-nya. Kebetulan saya dan keluarga ada perjalanan ke Sulawesi, mampir deh..

Lanskap Fort Rotterdam dari berbagai sudut

Dari berbagai sumber yang saya baca di internet, benteng ini dibangun tahun 1545 (pertengahan abad ke-16) oleh Raja Gowa ke-9. Kalo dilihat dari atas, katanya benteng ini berbentuk seperti penyu yang menuju ke pantai.

Selain keindahan dari benteng ini, yang membuat saya merasa wajib berkunjung adalah, pengen liat tempat pengasingan Pangeran Diponegoro. Seorang Pahlawan Nasional dari Tanah Mataram yang diasingkan oleh Belanda mulai tahun 1834 hingga meninggal tahun 1855. Artinya.. beliau diasingkan di sini selama 21 tahun.. haaa.. lama nian.. :???:

Posisi bangunan penjara ini dipojok.. Nggak tau kenapa, entah hanya terbawa suasana atau apa.. saya kok merasa terharu ketika masuk ke penjara itu. Ada sebuah dipan untuk beliau berbaring, tempat sholat, dan sebuah meja kecil tempat beliau membaca Al-Quran. Ada juga beberapa lukisan yang menggambarkan keadaan Pangeran Diponegoro saat berada dalam pengasingan.

Bangunan penjara tempat Pangeran Diponegoro diasingkan.

Kesan mendalam yang saya dapat dari kunjungan ini adalah, betapa terawatnya tempat ini. Termasuk dengan Museum La Galigo yang ada di dalamnya. Berbeda sekali dengan museum yang pernah saya kunjungi di Kendari.

Selain bersih, benda-benda yang disimpan juga keliatan terawat gitu lho.. nggak ada tangan-tangan jahil.

Mungkin karena terawat itu lah, banyak para penggemar fotografi yang hunting foto di sana. Macem-macem, ada yang untuk pre-wedding, foto model, ato memotret lanskap yang memang terlihat bagus banget.

Gak rugi lah kalo ke sini..

Sebagai penutup, saya kasih bonus foto saya dan keluarga ya.. :)

mengunjungi museum La Galigo yang berada di dalam Fort Rotterdam

PS. Artikel ini sengaja saya posting hari ini, 10 November.. Hari Pahlawan. Sedikit mengenang.. bahwa bangsa ini pernah punya seorang Pangeran Diponegoro.. yang tidak gentar melawan Belanda, demi martabat dan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

16 thoughts on “Fort Rotterdam

  1. Saya suka mbak postingan jalan-jalan seperti ini :D Bagus fotonya! ide bagus, kapan2 foto2 dijadikan satu biar gak lama uploadnya… :P

    iya mas..
    dibikin kolase gitu kan juga jadi lebih cakep ;)

    Like

  2. wah.. senengnya bisa berkunjung ke tempat di mana pangeran diponegoro pernah diasingkan.
    klo saya baru nyampe di tegalrejo, tempat kelahiran pangeran diponegoro :)

    tegalrejo Jogja? wah itu mah tetanggaan ama tegalmulyo tempat mbahku je Mas Gus :)

    Like

  3. Andai saja semua peninggalan bersejarah dinegeri ini terawat baik, begitu banyak lokasi yang bisa kita kunjungi. (ngayal…kapan ya kesana**)

    betul banget..
    Indonesia kaya akan tempat2 yang menarik untuk dikunjungi :)

    Like

  4. Waaa … saya juga pernah ke Benteng Fort Rotterdam ini. Betul, museumnya terawat rapi. Tapi waktu itu saya tidak bisa masuk ke ruang pengasingan Pangeran Diponegoro, karena sudah kesorean. Museum La Galigo bagus …

    Eh, saya sudah posting belum ya? *pulang ke rumah, bukak-bukak album* :D

    bener banged Bunda.. sangat bersih ..
    kebetulan waktu itu saya ke sana masih pagi.. semuanya (pastinya) masih buka :)

    dan kalo belum posting soal rotterdam,
    posting dong bun.. bagi2 cerita :)

    Like

  5. This is what I call … Original Pictures
    And this is a beautiful one …

    Beberapa kali ke Sulawesi Selatan …
    Saya belum pernah ke Benteng legendaris ini

    Terima kasih Postingannya Mbak Anna

    Salam saya

    makasih Om.. :) *tersanjung 7*
    dan kalo belum sempat ke benteng ini.. kapan2 kalo ke sulawesi selatan lagi.. jgn lupa mampir ke sana Om :)

    Like

  6. Abu Ghalib says:

    Saya bahkan mengenal Fort Rotterdam dari artikel ini, ternyata bagian dalamnya seperti ini ya? Selama ini sy cuma lewat atau melihat pantai di depannya sambil menikmati es kelapa muda, hikzzz…sy jadi malu sama Mba Anna.

    Setelah sy perhatikan lagi setiap fotonya, ternyata benar juga ya, kepalanya cenderung miring kanan/kiri :-D

    waaa abu gimana sih?
    hehe.. masak gak pernah masuk ke benteng entu :)

    soal kepala miring.. itu jurus awet muda.. hehe

    Like

  7. Keren sekali ini An,, bener kata mbak EM, serasa di eropa ya, ckckck…

    Subhanallah, indonesia punya tempat indah kayak gitu, dan pahlawan yang rela berjuang mati2an demi kemerdekaan negeri ini,, :)

    selamat hari pahlawan..

    salam untuk keluargamu An

    makasih IYha..
    emang Indonesia punya banyak tempat2 indah kok.. cuman kadang nggak terekspos dan gak terawat.
    dan mengunjungi tempat2 seperti ini Yha.. buat saya juga sebagai bentuk penghargaan untuk para pahlawan :)

    Like

  8. aduuuuh jadi kangen. Aku juga pernah pergi ke sini. Nanti bongkar album lagi deh. Tapi bagus-bagus deh foto yang diambil. Kalau liat fotonya aja, mana tau itu di Makassar kan? Seperti di eropa…hihihi

    sorry baru sempat main ke sini

    EM

    haha.. harusnya gak usah bilang di Makasar ya.. hehe
    ohya, gpp mbak Imel.. kalo baru mampir sekarang.. seneng akhirnya sempat ke blog saya :)

    Like

  9. pas mbaca judulnya aku langsung inget pelajaran smp hehehe
    keren an kamu bisa maen ke sana
    dan mengabadikan foto2nya :D

    :) makasih Jul..
    ini juga karena kebetulan lagi ada acara keluarga di kendari, trus pulangnya mampir makassar deh

    Like

  10. makasi bonus nya ya An :D

    Bundo baru tau klo Pangeran Diponegoro pernah diasingkan ke fort Rotterdam
    **dulu pelajaran sejaran, tidur mulu.. xixi

    hehe.. Bundo..
    saya taunya juga belum lama kok.. *sama2 tidur di kelas kalo pelajaran sejarah*

    Like

  11. Pada awalnya saya kira kunjungan ke Rotterdam nan jauh di sana. Tapi memang wisata seperti ini memberikan wawasan sejarah bagi kita semua – he he, termasuk saya yang tidak pernah datang langsung.

    pengennya sih ya sampe ke rotterdam betulan :) tapi rotterdam Makassar dulu udah lumayan lah..hhehe
    dan emang, wisata ke tempat2 seperti ini rasanya lebih berkesan daripada cuman makan ato belanja :)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s