CPNS

Pendaftaran CPNS udah dimulai beberapa waktu yang lalu, baik di tingkat pemerintah daerah, maupun kementrian. Saya inget betul, setiap kali pendaftaran dibuka, di media massa mulai ramai pula berita tentang praktek percaloan CPNS. Katanya sih, para calo ini bisa menjamin seseorang lolos seleksi. Apakah benar?

Kalo berdasar pengalaman pribadi ketika daftar dan lolos seleksi, tanpa calo tentu saja.. Rasanya calo-calo itu cuman boongan deh. Mereka bisa menjamin seseorang bisa lolos karena mengaku punya koneksi orang dalam.

Okelah, seandainya betul-betul punya koneksi orang dalam, saya rasa paling mentok para calo ini cuman bisa ngasih bocoran informasi tentang pendaftarannya, misal tentang berkas-berkas yang harus disiapkan dan formasi yang dibuka. Jadi, bayar calo cuman sekadar dapat info lebih dulu sebelum dipublish di media massa.

Emang sih, dengan dapet info lebih dulu dari orang lain, seseorang bisa menyiapkan berkas-berkasnya lebih dulu sebelum orang lain. Padahal ya, namanya persyaratan daftar CPNS itu udah standar banget. Nggak berubah dari tahun ke tahun. Misal, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, Kartu Kuning (sebagai tanda pencari kerja), ijazah yang dilegalisir, dan sebagainya. Tapi emang, untuk dapetin SKCK, kartu kuning, surat keterangan sehat itu perlu waktu dan tenaga. Antrinya panjang banget baik di kepolisian, di Dinas Tenaga Kerja setempat, dan di rumah sakit.

Saya termasuk beruntung, ketika tahun 2006, saat saya mendaftar seleksi CPNS, persyaratannya simpel dan ga ribet. Tanpa SKCK, surat keterangan sehat, dan kartu kuning. Baru setelah lolos, semua persyaratan diminta. So, yang ikut antri nyari persyaratan hanya mereka yang udah lolos. Itu aja udah masya Allah banget lah.. Panjaaang dan lama. Saya bisa bayangin kalo semua yang daftar ikut antri, jauh lebih banyak orangnya.

Dulu, saya dapet info dari koran daerah. Tepatnya sih, orangtua saya yang baca koran terus saya disuruh daftar. Awalnya saya juga ragu loh, secara saingannya pasti banyak, dan pada waktu itu saya juga masih punya mindset soal koneksi-koneksian. Lah saya ga punya kenalan orang dalam tuh, gimana dong?

Orangtua tetep maksa saya untuk ikut seleksi, ya sudah.. Apa susahnya sih ngikutin permintaan ortu. Saya siapkan berkas dan saya juga belajar soal-soal ujian seleksi CPNS. Ada matematika dasar, Pancasila, Bahasa Indonesia, dan lain-lain. Banyak kan yang jual soal-soal latihan. Buat saya, namanya juga ujian.. Ya harus belajar. Usaha. Soal hasil, itu nanti, yang penting berusaha.

Alhamdulillah saya lolos seleksi. Pertama kali daftar dan langsung lolos. Tanpa koneksi, tanpa calo, tanpa bayar. Murni. Sejak saat itu, saya yakin bahwa koneksi-koneksian itu gak bener. Kalopun ada, seperti saya bilang sebelumnya, paling mentok cuman bisa ngasih bocoran info. Selebihnya kalopun keterima, karena usaha sendiri, ngerjain soal dengan baik dan benar.

Ohya, proses ga berhenti sampai pengumuman kita diterima. Selanjutnya adalah proses pemberkasan. Bisa nafas lega kalo petikan Surat Keputusan sebagai CPNS udah di tangan. Karena kalo udah lolos, tapi berkas-berkasnya ternyata ga valid, ga lengkap.. SK ga bisa keluar. Batal deh jadi CPNS.

Balik soal calo CPNS, menurut saya, daftar CPNS lewat calo itu sama juga bohong. Kalo ga ketrima rugi duit bisa sampai ratusan juta rupiah, kalo lolos, ya maaf aja.. Pasti bakal jadi koruptor yang nyari duit buat ganti uang yg udah dipake bayar calo.

Calo-calo itu kan sebenernya orang yang cari duit pake cara ga bener. Makanya, kalo liat berita ada orang yang ketipu calo, udah bayar banyak.. Eh ga lolos. Antara kasian dan kesel. Salah sendiri.

Kalo sejak awal jadi CPNS udah ga jujur, pake calo atau bayar, mau jadi apa coba? Beda kalo dari awal sudah murni dan jujur, insya Allah akan berusaha mempertahankan ‘kebersihan’ diri. Di tengah carut marutnya permasalahan di negera kita, image buruk soal birokrasi di pemerintah, saya yakin ada generasi baru yang bersih dan suatu saat akan jadi pemimpin. Semoga saja.

Jadi, buat kamu yang sedang sibuk mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran seleksi CPNS, saya sarankan untuk belajar soal-soal ujian ya.. Harus usaha, bukan hanya mengandalkan keberuntungan. Semoga berhasil, kalo udah rejeki nggak akan ke mana, kalo nggak lolos.. Pintu rejeki lain telah menanti.

Saat mengikuti Diklat Pra Jabatan tahun 2006, sebagai persyaratan untuk diangkat jadi PNS.
Saat mengikuti Diklat Pra Jabatan tahun 2006, sebagai persyaratan untuk diangkat jadi PNS. Coba tebak, yang manakah saya? Hihi..

Posted from WordPress for Windows Phone

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

4 thoughts on “CPNS”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s