Umroh #6 : Masjid Nabawi

Ahad, 5 April 2015.

Merasakan sepertiga terakhir malam dan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi, Madinah adalah sesuatu yang tak dapat digambarkan. Bahagia dan haru bercampur. Bagaikan mimpi bisa sampai ke masjid yang memiliki keutamaan ini, seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW :

“Satu kali salat di masjidku ini, lebih besar pahalnya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya.” (Riwayat Ahmad)

Selepas Subuh saya dan teman-teman satu grup kembali ke hotel, untuk istirahat sebentar, sarapan. Untuk kunjungan pertama ini, kami masih pergi ke masjid bersama-sama. Masih orientasi tempat dan arah.

Pembimbing kami berpesan, bahwa sebisa mungkin kami jadi jamaah yang mandiri. Tidak terlalu tergantung dengan pembimbing atau teman yang lain. Saling menunggu akan banyak membuang waktu. Apalagi Masjid Nabawi sangat dekat dari hotel, jadi berangkat dan pulang sendirian pun insya Allah tidak akan tersesat.πŸ™‚

Raudlah

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau hijrah dari Kota Makkah ke Madinah. Di tempat ini pula beliau juga membangun rumah dan kemudian dijadikan makam bagi beliau dan sahabat-sahabatnya, yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khotob. Tidak jauh dari situ ada suatu tempat yang dikenal sebagai Raudlah (Taman Surga), yang menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga.” (Riwayat Bukhari).

Setelah beristirahat sebentar, mandi dan sarapan, pukul 08.00 WAS kami serombongan dijadwalkan akan mengunjungi Raudlah. Dipandu mbak Iroh, seorang Indonesia yang lama tinggal di Madinah, kami jamaah wanita berangkat ke sana. Kebetulan ada teman satu grup yang sedang haid, terpaksa tidak bisa ikut.

Raudlah yang terletak di pusat Masjid Nabawi untuk kesehariannya menjadi tempat sholat jamaah pria, maka dari itu kunjungan ke tempat ini bagi wanita sangat terbatas, sehari 2x. Sekitar pukul 07.00 – 10.00 dan selepas Isya pukul 20.15 – 24.00. Maka tidak heran jika selalu penuh sesak dengan jamaah dari seluruh dunia. Perlu kesabaran.πŸ™‚

raudlah
Muslimah dari seluruh dunia menantikan saat memasuki Raudlah.

Sesampainya di dekat Raudlah, kami dikelompokkan sesuai ras. Hehe. Jangan berpikir ini rasial ya, tapi demi kemudahan bahasa. Saat menunggu kita disunnahkan untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ada hal yang perlu diingat, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk berziarah dan menyampaikan salam, melepaskan kerinduan seorang umat kepada Nabi Muhammad SAW. Bukan untuk meminta sesuatu. Memintalah kepada Pemberi Hidup, Allah SWT. Pembimbing kami berkali-kali mengingatkan hal ini agar kami tidak terjebak pada perbuatan syirik.

WP_20150405_028
Tepat di pintu masuk Raudlah, menunggu giliran untuk masuk.

Tibalah saatnya kelompok kami memasuki Raudlah, air mata tak sanggup lagi kami tahan. Assalamualaika ya nabiyyika Muhammad SAW. Ya Allah, begitu besarnya rindu kami terhadap Baginda Rasul, seorang pemimpin yang belum pernah kami temui namun tuntunannya kami ikuti dalam beribadah kepada-Mu. Dalam tempat dan waktu yang terbatas, kami bergantian sholat dua atau empat rakaat dan memanjatkan doa masing-masing kepada Allah SWT.

**

Hari itu tak banyak agenda yang kami miliki, sehingga ada berlimpah waktu untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi dan berjalan-jalan di sekitar masjid.

gerbangutama
Menara jam di depan gerbang utama Masjid Nabawi.
menaranabawi
Menara Masjid Nabawi
gerbangmasukpria
Pintu masuk jamaah pria di Masjid Nabawi.
daridalam (2)
Perhatikan pilar-pilarnya di bagian tengah agak ke bawah, terdapat banyak Al-Quran yang boleh dibaca sembari menunggu waktu sholat.
airzamzam
Galon-galon berisi air zamzam disediakan untuk jamaah. Boleh diminum di tempat atau dibawa pulang dengan botol.
setelahashar
Suasana setelah sholat Ashar di pintu jamaah wanita.
nabawi
Pelataran Masjid Nabawi
orangjualan
Orang berjualan di sepanjang jalan dari hotel menuju Masjid Nabawi.

Rasanya pengen saya tampilkan lebih banyak foto di Masjid Nabawi dan sekitarnya. Tapi saya rasa ini udah cukup menggambarkan suasana di sana yah. Di postingan selanjutnya insya Allah saya akan menulis tentang beberapa tempat penting yang kami kunjungi di Kota Madinah.

Baca juga postingan yang lain :

Published by

annafardiana

A happy wife of a happy hubby, pemeran utama di blog pribadi.

9 thoughts on “Umroh #6 : Masjid Nabawi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s